Pahala membaca dan
mengajarkan alquran
حَدَّثَنَا
حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ
مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ
السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ
حَتَّى كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal Telah
menceritakan kepada kami Syu'bah ia berkata, Telah mengabarkan kepadaku
'Alqamah bin Martsad Aku mendengar Sa'd bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As
Sulami dari Utsman radliallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
beliau bersabda: "Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang
yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya." Abu Abdirrahman membacakan (Al
Qur`an) pada masa Utsman hingga Hajjaj pun berkata, "Dan hal itulah yang
menjadikanku duduk di tempat dudukku ini." [HR Bukhori]
Pahala membaca
surat albaqoroh
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
الْقَارِيُّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ
مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ
سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah
menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman Al Qariy dari Suhail dari
bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan,
sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat
Al Baqarah." [HR
Muslim]
Pahala membaca
surat albaqoroh dan ali imron
حَدَّثَنِي
الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ وَهُوَ
الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ سَلَّامٍ عَنْ
زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ
قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا
لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ
فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ
كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ
تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا
بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ
مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ
بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ
حَسَّانَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ
قَالَ وَكَأَنَّهُمَا فِي كِلَيْهِمَا وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ مُعَاوِيَةَ
بَلَغَنِي
Telah menceritakan kepadaku Al Hasan bin Ali Al Hulwani telah
menceritakan kepada kami Abu Taubah ia adalah Ar Rabi' bin Nafi', telah
menceritakan kepada kami Mu'awiyah yakni Ibnu Sallam, dari Zaid bahwa ia
mendengar Abu Sallam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili
ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada para
pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah
dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua
tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang
terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena
dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan
menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh
tukang-tukang sihir." Mu'awiyah berkata; "Telah sampai (khabar)
kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir." Dan telah
menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan
kepada kami Yahya yakni Ibnu Hassan, Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah
dengan isnad ini, hanya saja ia mentatakan; "Wa Ka`annahumaa fii
Kilaihimaa." dan ia tidak menyebutkan ungkapan Mu'awiyah, "Telah
sampai (khabar) padaku." [HR Muslim]
Pahala membaca
surat alkahfi
و
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ
حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ
الْغَطَفَانِيِّ عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيِّ عَنْ أَبِي
الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ
حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ و
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ جَمِيعًا عَنْ
قَتَادَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ شُعْبَةُ مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ و قَالَ
هَمَّامٌ مِنْ أَوَّلِ الْكَهْف كَمَا قَالَ هِشَامٌ
Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna
telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku
bapakku dari Qatadah dari Salim bin Abul Ja'd Al Ghathafani dari Ma'dan bin Abu
Thalhah Al Ya'mari dari Abu Darda` bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al Kahfi,
maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Dajjall." Dan telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami
Syu'bah -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb
telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada
kami Hammam semuanya dari Qatadah dengan isnad ini. Syu'bah berkata; "Dari
akhir surat Al Kahfi." Hammam berkata; "Dari awal surat Al
Kahfi." Sebagaimana yang dikatakan Hisyam. [HR Muslim]
Pahala membaca
surat tabaarok
|
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ
عَبَّاسٍ الْجُشَمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً
شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي
بِيَدِهِ الْمُلْكُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ
|
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami
Syu'bah dari Qatadah dari Abbas Al Jusyami dari Abu Hurairah dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya ada satu surat
dalam Al Qur`an yang terdiri dari tiga puluh ayat, dan dapat memberikan
syafa'at kepada seseorang hingga dia diampuni, yaitu surat TABAARAKAL LADZII
BIYADIHIL MULKU." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan. [HR Tirmidzi, Abu Daud dan Nasa’i]
Pahala berdzikir
kepada Alloh
Karena itu, ingatlah kamu
kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan
janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.[ali imron : 152]
(yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.[ali
imron : 91]
(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.[arro’d
: 28]
Sesungguhnya laki-laki
dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan
perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki
dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang
banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan
pahala yang besar.[al ahzab : 35]
41. Hai orang-orang yang
beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang
sebanyak-banyaknya.
42. Dan bertasbihlah
kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.
43. Dialah yang memberi
rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia
mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia
Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.[al
ahzab : 41-43]
Apabila telah ditunaikan
shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. [aljumuah
: 10]
|
حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ
الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ
الْقَاسِمِ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ
فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ جُمْدَانُ فَقَالَ سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ
سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَالَ الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ
|
Telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Bistham Al 'Aisyi telah
menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Rauh
bin Al Qasim dari Al 'Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata;
"Pada suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pergi ke Makkah
melewati sebuah gunung yang bernama Jumdan. Kemudian beIiau bersabda: 'Ayo
jalanlah! Inilah Jumdan. Telah menang para mufarridun.' Para sahabat bertanya;
'Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan mufarridun? ' Beliau menjawab:
'Yaitu orang-orang (laki-laki/perempuan) yang banyak berdzikir kepada Allah.' [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ
عُمَرَ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
سَبَقَ الْمُفْرِدُونَ قَالُوا وَمَا الْمُفْرِدُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ
الْمُسْتَهْتَرُونَ فِي ذِكْرِ اللَّهِ يَضَعُ الذِّكْرُ عَنْهُمْ أَثْقَالَهُمْ
فَيَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِفَافًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ
غَرِيبٌ
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin Al
'ala` telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Umar bin Rasyid dari
Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Mufarridun (orang-orang yang
menyendiri untuk beribadah) telah mendhului (unggul)." Mereka bertanya;
"Apa (yang dimaksud dengan) Al Mufaridun ya Rasulullah?" beliau
bersabda: "Mereka adalah orang-orang yang terpikat dalam berdzikir kepada
Allah, dzikir telah menggugurkan dosa yang mereka pikul, sehingga mereka datang
dalam keadaan ringan tanpa beban dosa." Abu Isa berkata; "Hadits ini
derajatnya hasan gharib." [HR Tirmidzi]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا
أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ
سَلَّامٍ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ أَنَّ الْحَارِثَ الْأَشْعَرِيَّ
حَدَّثَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ
اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا
وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا وَإِنَّهُ كَادَ أَنْ
يُبْطِئَ بِهَا فَقَالَ عِيسَى إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ
لِتَعْمَلَ بِهَا وَتَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا فَإِمَّا
أَنْ تَأْمُرَهُمْ وَإِمَّا أَنْ آمُرَهُمْ فَقَالَ يَحْيَى أَخْشَى إِنْ
سَبَقْتَنِي بِهَا أَنْ يُخْسَفَ بِي أَوْ أُعَذَّبَ فَجَمَعَ النَّاسَ فِي بَيْتِ
الْمَقْدِسِ فَامْتَلَأَ الْمَسْجِدُ وَتَعَدَّوْا عَلَى الشُّرَفِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ
أَمَرَنِي بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ أَعْمَلَ بِهِنَّ وَآمُرَكُمْ أَنْ تَعْمَلُوا
بِهِنَّ أَوَّلُهُنَّ أَنْ تَعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
وَإِنَّ مَثَلَ مَنْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اشْتَرَى عَبْدًا مِنْ
خَالِصِ مَالِهِ بِذَهَبٍ أَوْ وَرِقٍ فَقَالَ هَذِهِ دَارِي وَهَذَا عَمَلِي
فَاعْمَلْ وَأَدِّ إِلَيَّ فَكَانَ يَعْمَلُ وَيُؤَدِّي إِلَى غَيْرِ سَيِّدِهِ
فَأَيُّكُمْ يَرْضَى أَنْ يَكُونَ عَبْدُهُ كَذَلِكَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ
بِالصَّلَاةِ فَإِذَا صَلَّيْتُمْ فَلَا تَلْتَفِتُوا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْصِبُ
وَجْهَهُ لِوَجْهِ عَبْدِهِ فِي صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ وَآمُرُكُمْ
بِالصِّيَامِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ فِي عِصَابَةٍ مَعَهُ صُرَّةٌ
فِيهَا مِسْكٌ فَكُلُّهُمْ يَعْجَبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيحُهَا وَإِنَّ رِيحَ
الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَآمُرُكُمْ
بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ الْعَدُوُّ
فَأَوْثَقُوا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوهُ لِيَضْرِبُوا عُنُقَهُ فَقَالَ
أَنَا أَفْدِيهِ مِنْكُمْ بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ
وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ
خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ
فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنْ
الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ السَّمْعُ
وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ
الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ
إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ
جُثَا جَهَنَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ قَالَ
وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمْ
الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ
حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْحَارِثُ
الْأَشْعَرِيُّ لَهُ صُحْبَةٌ وَلَهُ غَيْرُ هَذَا الْحَدِيثِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ
بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ
يَزِيدَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ أَبِي
سَلَّامٍ عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
غَرِيبٌ وَأَبُو سَلَّامٍ الْحَبَشِيُّ اسْمُهُ مَمْطُورٌ وَقَدْ رَوَاهُ عَلِيُّ
بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il telah
menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Aban
bin Yazid telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari Zaid bin
Sallam bahwa Abu Sallam telah menceritakan kepadanya bahwa Al Harits Al Asy'ari
telah menceritakan kepadanya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah memerintahkan lima kalimat kepada Yahya bin Zakariya
agar diamalkan dan memerintahkan Bani Israil supaya mengamalkannya, dan
sesungguhnya ia hampir saja memperlambatnya. Isa berkata; "Sesungguhnya
Allah memerintahkan lima kalimat padamu agar kamu amalkan dan agar Bani Israil
kamu perintahkan untuk mengamalkannya, perintahlah mereka atau aku yang
memerintah mereka." Yahya menjawab; "Aku khawatir bila kamu
mendahuluiku menyampaikannya, aku akan dibenamkan atau disiksa." Isa
kemudian mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis, masjid penuh sesak hingga ke
teras, Isa berkata; "Sesungguhnya Allah memerintahkanku lima kalimat agar
aku amalkan dan aku perintahkan kalian untuk mengamalkannya, pertama; sembahlah
Allah dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu pun, sesungguhnya perumpamaan
orang yang menyekutukan Allah sama seperti seseorang membeli budak dengan uang
emas atau perak lalu ia berkata; Ini rumahku dan ini pekerjaanku, bekerjalah
dan tunaikan untukku. Tapi budak itu malah bekerja dan menunaikan untuk orang
lain, siapa di antara kalian yang mau budaknya seperti itu? Sesungguhnya Allah
memerintahkan shalat pada kalian, bila kalian shalat, maka janganlah menoleh,
karena Allah menghadapkankan wajah-Nya ke wajah hambaNya saat shalat, selama ia
tidak menoleh. Aku memerintahkan kalian puasa, dan perumpamaannya seperti
seseorang berada di tengah-tengah sekelompok orang, ia membawa kantong berisi
minyak kesturi, kalian semua kagum atau semerbak baunya mengagumkan,
seseungguhnya bau (mulut) orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah melebihi
minyak kesturi, aku juga memerintahkan kalian bersedekah, perumpamaannya
seperti seseorang yang ditawan musuh, mereka membelenggu tangannya ke leher,
mereka lalu memajukannya untuk ditebas lehernya, kemudian ia berkata; "Aku
menebusnya dari kalian dengan yang sedikit dan yang banyak, " lalu tawanan
tersebut menebus dirinya dari mereka. Aku memerintahkan kalian untuk mengingat
Allah, sesungguhnya perumpamaannya seperti seseorang yang dikejar musuh dengan
cepat, hingga ketika tiba di benteng yang kokoh, ia menjaga dirinya dari
mereka, demikian halnya hamba, ia tidak menjaga diri dari setan kecuali dengan
mengingat Allah." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dan aku
memerintahkan lima hal pada kalian yang diperintahkan Allah padaku, yaitu;
mendengar, taat, jihad, hijrah dan jama'ah, sebab barangsiapa meninggalkan
jama'ah barang sejengkal, maka ia telah melepas tali Islam dari lehernya,
kecuali jika ia kembali. Dan barangsiapa menyerukan seruan jahiliyah, maka ia
termasuk bangkai neraka jahanam." Seseorang bertanya; "Wahai
Rasulullah, meski ia shalat dan puasa?" Beliau menjawab: "Meski ia
shalat dan puasa, oleh karena itu, serukanlah seruan Allah yang menyebut kalian
sebagai kaum muslimin, mu`minin dan hamba-hamba Allah." Abu Isa berkata;
Hadits ini hasan shahih gharib. Abu Isa berkata; Muhammad bin Isam'il Al Harits
Al Asy'ari pernah bertemu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan ia memiliki
hadits lain selain hadits ini. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Basyar telah menceritakan kepada kami Abu Dawud Ath Thayalisi telah
menceritakan kepada kami Aban bin Yazid dari Yahya bin Abu Katsir dari Zaid bin
Sallam dari Abu Sallam dari Al Harits Al Asy'ari dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam seperti di atas dengan maksud yang sama." Abu Isa berkata; Hadits
ini hasan shahih gharib, dan Abu Sallam Al Habasyi namanya adalah Mamthur. Ali
bin Al Mubarak telah meriwayatkan hadits ini dari Yahya bin Abu Katsir. [HR Tirmidzi]
حَدَّثَنَا
عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ سَمِعْتُ أَبَا
صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ
عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ
ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ
مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ
تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي
أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Hafs telah
menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy aku
mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu berkata, "Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku berada dalam prasangka
hamba-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku
dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku
dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik
daripada mereka, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku
mendekatkan diri kepadanya sehasta, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku
sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa, jika ia mendatangi-Ku dalam
keadaan berjalan, maka Aku mendatanginya dalam keadaan berlari." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ زِيَادٍ مَوْلَى ابْنِ عَيَّاشٍ عَنْ
أَبِي بَحْرِيَّةَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ
أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ
وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ
تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ
قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى قَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ مَا شَيْءٌ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ
مِثْلَ هَذَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ
Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Huraits telah
menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Musa dari Abdullah bin Sa'id yaitu Ibnu
Abu Hindun dari Ziyad mantan budak Ibnu 'Ayyasy dari Abu Bahriyyah dari Abu Ad
Darda` radliallahu 'anhu ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian
yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja (Allah) kalian, paling tinggi
derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak,
serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian
memenggel leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Mereka berkata;
ya. Beliau berkata: "Berdzikir kepada Allah ta'ala." Mu'adz bin Jabal
radliallahu 'anhu berkata; tidak ada sesuatu yang lebih dapat menyelamatkan
dari adzab Allah daripada dzikir kepada Allah. Sebagian ulama telah
meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Sa'id seperti ini dengan sanad ini
dan sebagian yang lain meriwayatkan dari Mu'adz dan memursalkan hadits
tersebut. [HR
Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad]
عن
أبى مخارق رضي الله عنه قال قال النبيّ صلى الله عليه وسلم مَرَرْتُ لَيْلَةَ
أسْرِي بِِي بِرَجُلٍ مُغَيَّبٍ فِى نُوْرِ الْعَرْشِ قُلْتُ مَنْ هذا ؟ مَلَكٌ ؟
قِيْلَ لاَ قُلْتُ نَبِيٌّ ؟ قِيْلَ لاَ قُلْتُ مَنْ هُوَ ؟ قَالَ هذا رَجُلٌ
كَانَ فِى الدُّنْيَا لِسَانُهُ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ الله وَقَلْبُهُ مُعَلَّقٌ
بِالْمَسَاجِدِ وَلَمْ يَسْتَسْبِ لِوَالِدَيْهِ
Dari Abu Makhoriq
rodliyallohu anhu bersabda nabi shollallohu alaihi wasallam : pada malam dimana
aku di isro’kan, aku melihat ada orang yang tertutup oleh cahaya arsy. Aku
bertanya : siapakah dia, malaikatkah ? dijawab : bukan. Aku bertanya lagi :
apakah ia nabi ? dijawab : bukan. Aku bertanya lagi : kalau begitu, siapakah
dia ? dijawab : dia adalah seorang yang ketika di dunia lisannya basah oleh
dzikir, hatinya senantiasa bertaut dengan masjid dan tidak pernah mencela kedua
orangtuanya [HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ibnu
Majah dan alhakim]
|
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ
حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي
بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي
لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
|
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` telah
menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid bin Abdullah dari Abu Burdah
dari Abu Musa radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Permisalan orang yang mengingat Rabbnya dengan orang yang tidak
mengingat Rabbnya seperti orang yang hidup dengan yang mati." [HR Bukhori Muslim]
Pahala halaqoh
dzikir
حَدَّثَنَا
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مَرْحُومُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ
عَنْ أَبِي نَعَامَةَ السَّعْدِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
الْخُدْرِيِّ قَالَ خَرَجَ مُعَاوِيَةُ عَلَى حَلْقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ
مَا أَجْلَسَكُمْ قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ قَالَ آللَّهِ مَا
أَجْلَسَكُمْ إِلَّا ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ
أَمَا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَمَا كَانَ أَحَدٌ
بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلَّ
عَنْهُ حَدِيثًا مِنِّي وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ مَا أَجْلَسَكُمْ
قَالُوا جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللَّهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا
لِلْإِسْلَامِ وَمَنَّ بِهِ عَلَيْنَا قَالَ آللَّهِ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلَّا
ذَاكَ قَالُوا وَاللَّهِ مَا أَجْلَسَنَا إِلَّا ذَاكَ قَالَ أَمَا إِنِّي لَمْ
أَسْتَحْلِفْكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ وَلَكِنَّهُ أَتَانِي جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَنِي
أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمْ الْمَلَائِكَةَ
Telah
menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada
kami Marhum bin 'Abdul 'Aziz dari Abu Na'amah As Sa'di dari Abu 'Utsman dari
Abu Sa'id Al Khudri dia berkata; "Pada suatu hari Mu'awiyah melewati
sebuah halaqah (majlis) di masjid. Kemudian ia bertanya; 'Majelis apakah ini? '
Mereka menjawab; 'Kami duduk di sini untuk berzikir kepada Allah Azza wa
Jalla.' Mu'awiyah bertanya lagi; 'Demi Allah, benarkah kalian duduk-duduk di
sini hanya untuk itu? ' Mereka menjawab; 'Demi Allah, kami duduk hanya untuk
itu.' Kata Mu'awiyah selanjutnya; 'Sungguh saya tidak menyuruh kalian bersumpah
karena mencurigai kalian. Karena tidak ada orang yang menerima hadits dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang lebih sedikit daripada saya.' Sesungguhnya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati halaqah para
sahabatnya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: 'Majelis apa
ini? ' Mereka menjawab; 'Kami duduk untuk berzikir kepada Allah dan memuji-Nya
atas hidayah-Nya berupa Islam dan anugerah-Nya kepada kami.' Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bertanya lagi: 'Demi Allah, apakah kalian duduk di
sini hanya untuk ini? ' Mereka menjawab; 'Demi Allah, kami duduk-duduk di sini
hanya untuk ini.' Kata Rasulullah selanjutnya: 'Sungguh aku menyuruh kalian
bersumpah bukan karena mencurigai kalian. Tetapi karena aku pernah didatangi
Jibril alaihis-salam. Kemudian ia memberitahukan kepadaku bahwasanya Allah Azza
wa Jalla membanggakan kalian di hadapan para malaikat.' [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَقَ يُحَدِّثُ عَنْ الْأَغَرِّ
أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ
الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ
عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ و حَدَّثَنِيهِ
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ فِي
هَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan
Ibnu Basysyar mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad
bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah aku mendengar Abu Ishaq
bercerita dari Al A'raj Abu Muslim bahwasanya dia berkata; 'aku bersaksi atas
Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al Khudri bahwasanya keduanya menyaksikan Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidaklah suatu kaum yang duduk
berkumpul untuk mengingat Allah, kecuali dinaungi oleh para malaikat,
dilimpahkan kepada mereka rahmat, akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan
Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang
ada di sisi-Nya. Dan telah menceritakannya kepadaku Zuhair bin Harb telah
menceritakan kepada kami 'Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Syu'bah
dalam sanad ini dengan Hadits yang serupa. [HR Muslim]
Pahala mengucapkan laa
ilaaha illalloh
öNs9r& ts? y#øx. z>uÑ ª!$# WxsWtB ZpyJÎ=x. Zpt6ÍhsÛ ;otyft±x. Bpt7ÍhsÛ $ygè=ô¹r& ×MÎ/$rO $ygããösùur Îû Ïä!$yJ¡¡9$# ÇËÍÈ
Tidakkah kamu perhatikan
bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik,
akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,[ibrohim
: 24]
Ibnu Abbas berkata :
kalimat thoyyibah adalah laa ilaaha illalloh
حَدَّثَنَا
عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ عَنْ عَمْرِو
بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ
بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا
الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ
أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
Telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Abdullah
berkata, telah menceritakan kepadaku Sulaiman dari 'Amru bin Abu 'Amru dari
Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Rasulullah siapakah orang
yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu
Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini,
karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling
berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa
ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya". [HR Bukhori]
Pahala bersaksi
dengan dua kalimat syahadat
حَدَّثَنَا
صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ
حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ قَالَ حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بْنُ أَبِي
أُمَيَّةَ عَنْ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ
وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا
كَانَ مِنْ الْعَمَلِ قَالَ الْوَلِيدُ حَدَّثَنِي ابْنُ جَابِرٍ عَنْ عُمَيْرٍ
عَنْ جُنَادَةَ وَزَادَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ أَيَّهَا شَاءَ
Telah bercerita kepada kami Shadaqah bin Al Fadlal telah
bercerita kepada kami Al Walid dari Al Awza'iy berkata telah bercerita kepadaku
'Umair bin Hani' berkata telah bercerita kepadaku Junadah bin Abu Umayyah dari
'Ubadah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak kecuali
Allah satu-satunya dengan tidak menyekutukan-Nya dan bahwa Muhammad adalah
hamba-Nya dan utusan-Nya dan (bersaksi) bahwa 'Isa adalah hamba Allah,
utusan-Nya dan firman-Nya yang Allah berikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya,
dan surga adalah haq (benar adanya), dan neraka adalah haq, maka Allah akan
memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun keadaan amalnya". Al Walid
berkata, telah bercerita kapadaku Ibnu Jabir dari 'Umair dari Junadah dengan
menambahkan: "..maka akan dimasukkan ke dalam surga lewat salah satu dari
ke delapan pintu surga yang mana saja yang dia mau". [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ
حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمُعاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ يَا
مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ قَالَ يَا
مُعَاذُ قَالَ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلَاثًا قَالَ مَا
مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ
اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ قَالَ يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا قَالَ إِذًا
يَتَّكِلُوا وَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا
Telah menceritakan
kepada kami Ishaq bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Mu'adz
bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah berkata,
telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya.
Beliau lalu bersabda: "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab,
"Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Beliau memanggil kembali:
"Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi
panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda:
"Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah
selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali
Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz lalu bertanya,
"Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka
bergembira dengannya?" Beliau menjawab: "Nanti mereka jadi malas
(untuk beramal)." Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan
meninggal karena takut dari dosa." [HR Bukhori Muslim]
Pahala mengucapkan
laa ilaha illalloh sepuluh kali
حَدَّثَنَا
سُلَيْمَانُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ أَبُو أَيُّوبَ الْغَيْلَانِيُّ حَدَّثَنَا
أَبُو عَامِرٍ يَعْنِي الْعَقَدِيَّ حَدَّثَنَا عُمَرُ وَهُوَ ابْنُ أَبِي
زَائِدَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ مَنْ قَالَ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مِرَارٍ كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ
أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ و قَالَ سُلَيْمَانُ حَدَّثَنَا
أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي السَّفَرِ
عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ رَبِيعِ بْنِ خُثَيْمٍ بِمِثْلِ ذَلِكَ قَالَ فَقُلْتُ
لِلرَّبِيعِ مِمَّنْ سَمِعْتَهُ قَالَ مِنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ
فَأَتَيْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ فَقُلْتُ مِمَّنْ سَمِعْتُهُ قَالَ مِنْ ابْنِ
أَبِي لَيْلَى قَالَ فَأَتَيْتُ ابْنَ أَبِي لَيْلَى فَقُلْتُ مِمَّنْ سَمِعْتُهُ
قَالَ مِنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ يُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin 'Ubaidullah Abu
Ayyub Al Ghailani telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al 'Aqdi telah
menceritakan kepada kami 'Umar bin Abu Zaidah dari Abu Ishaq dari 'Amru bin
Maimun dia berkata; "Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilIallaahu
wahdah, Iaa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in
qadiir' (Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu
bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya.
Allah adalah Maha Kuasa atas segaIa sesuatu) sebanyak sepuluh kali, maka
baginya pahala sebagaimana memerdekakan empat orang dari keturunan ismail. Dan
berkata Sulaiman telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir telah menceritakan
kepada kami 'Umar telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Abu As Safar
dari Asy Sya'bi dari Rabi' bin Khutsaim dengan hadits tersebut, dia berkata;
maka aku bertanya kepada Ar Rabi', 'dari mana kamu mendengarnya? ' Dia
menjawab; 'Dari 'Amru bin Maimun, perawi berkata; maka aku mendatangi 'Amru bin
Maimun, dan bertanya; 'dari mana engkau mendengar hadits itu? ' dia menjawab;
dari Ibnu Abu Laila, perawi berkata; maka aku menemui Ibnu Abu Laila dan aku
tanyakan kepadanya; 'dari mana engkau mendengar hadits itu? ' dia menjawab dari
Abu Ayyub Al Anshari ia menceritakannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam.[HR
Bukhori Muslim]
Pahala mengucapkan
laa ilaha illalloh seratus kali
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَ
لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ
حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ
بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ إِلَّا رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari
Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang
membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul
hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadir Tidak ada ilah (yang berhaq disembah)
selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan
dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu sebanyak
seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan
sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan
dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan)
setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya
dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak
dari itu." [HR
Bukhori Muslim]
Pahala membaca
subhaanalloh wabihamdihi
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي
صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ
مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ
حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ
الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ
مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ
وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata;
aku membacakan kepada Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah
bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:
"Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilIallaahu wahdah, Iaa
syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir'
(Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu
bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya.
Allah adalah Maha Kuasa atas segaIa sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka
orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan
seratus orang budak dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus
keburukan untuknya. Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan syetan sampai
sore hari dan tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, kecuali orang yang
membaca lebih banyak dan itu. Barang siapa membaca Subhaanallaah wa bi hamdihi
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya
akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَأَبُو
كُرَيْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ طَرِيفٍ الْبَجَلِيُّ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ
فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ
حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ
الْعَظِيمِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin
Numair dan Zuhair bin Harb dan Abu Kuraib dan Muhammad bin Tharif Al Bajali
mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail dari 'Umarah bin Al
Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Dua kalimat yang ringan diucapkan
tetapi berat timbangannya dan disenangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Yang
Maha Pengasih yaitu, Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim (Maha Suci
Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung)." [HR Bukhori Muslim]
Pahala membaca
subhaanalloh walhamdulillah walaa ilaha illalloh wallohu akbar
حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ
حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ زَيْدًا حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَنْ
أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ
الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ
مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ
يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah
menceritakan kepada kami Habban bin Hilal telah menceritakan kepada kami Aban
telah menceritakan kepada kami Yahya bahwa Zaid telah menceritakan kepadanya,
bahwa Abu Sallam telah menceritakan kepadanya dari Abu Malik al-Asy'ari dia
berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersuci
adalah setengah dari iman, alhamdulillah memenuhi timbangan, subhanallah dan
alhamdulillah keduanya memenuhi, atau salah satunya memenuhi apa yang ada
antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk,
kesabaran adalah sinar, dan al-Qur'an adalah hujjah untuk amal kebaikanmu dan
hujjah atas amal kejelekanmu. Setiap manusia adalah berusaha, maka ada orang
yang menjual dirinya sehingga membebaskannya atau menghancurkannya." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو
مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ أَقُولَ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ
أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan
Abu Kuraib mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah
dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Sesungguhnya membaca doa, Maha
Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha
Besar adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena oleh sinar
matahari.'" [HR
Muslim]
حَدَّثَنَا
أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا
مَنْصُورٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ رَبِيعِ بْنِ عُمَيْلَةَ عَنْ سَمُرَةَ
بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ
بَدَأْتَ وَلَا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا وَلَا رَبَاحًا وَلَا نَجِيحًا
وَلَا أَفْلَحَ فَإِنَّكَ تَقُولُ أَثَمَّ هُوَ فَلَا يَكُونُ فَيَقُولُ لَا
إِنَّمَا هُنَّ أَرْبَعٌ فَلَا تَزِيدُنَّ عَلَيَّ و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنِي جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ ابْنُ الْقَاسِمِ ح و
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كُلُّهُمْ عَنْ مَنْصُورٍ
بِإِسْنَادِ زُهَيْرٍ فَأَمَّا حَدِيثُ جَرِيرٍ وَرَوْحٍ فَكَمِثْلِ حَدِيثِ
زُهَيْرٍ بِقِصَّتِهِ وَأَمَّا حَدِيثُ شُعْبَةَ فَلَيْسَ فِيهِ إِلَّا ذِكْرُ
تَسْمِيَةِ الْغُلَامِ وَلَمْ يَذْكُرْ الْكَلَامَ الْأَرْبَعَ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin 'Abdullah bin Yunus;
Telah menceritakan kepada kami Zuhair; Telah menceritakan kepada kami Manshur
dari Hilal bin Yasaf dari Rabi' bin 'Umailah dari Samurah bin Jundab ia
berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada empat
ucapan yang paling di sukai Allah Subhanahu Wa Ta'ala; 1) Subhanallah, 2) Al
Hamdulillah, 3) Laa ilaaha illallah, 3) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu
dengan mana saja kamu memulai. Selain itu, janganlah kamu memberi nama anakmu
dengan nama; Yasar, Rabah, Najih, atau Aflah. Karena, jika kamu bertanya;
'Apakah memang demikian (keadaanmu sesuai dengan namamu) dan ternyata tidak seperti
itu, maka ia akan menjawab; 'Tidak.' Hanya empat itulah kalimat yang saya
dengar maka janganlah sekali-kali kamu menambahkannya atas namaku.' Dan telah
menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim; Telah mengabarkan kepadaku Jarir;
Demikian juga telah diriwayatkan dari jalur yang lain; Dan telah menceritakan
kepada kami Umayyah bin Bistham; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin
Zurai'; Telah menceritakan kepada kami Rauh yaitu Ibnu Al Qasim; Demikian juga
telah diriwayatkan dari jalur yang lain; Dan telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata; Telah menceritakan
kepada kami Muhammad bin Ja'far; Telah menceritakan kepada kami Syu'bah
seluruhnya dari Manshur dari jalur Zuhair. Adapun Hadits Jarir dan Rauh isinya
sebagaimana Hadits Zuhair. Sedangkan Hadits Syu'bah isinya hanya menyebutkan
empat nama yang dilarang, tanpa menyebutkan empat kalimat yang disukai Allah. [HR Muslim dan Nasa’i]
حَدَّثَنَا
أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُوسَى
بْنِ أَبِي عِيسَى الطَّحَّانِ عَنْ عَوْنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَوْ
عَنْ أَخِيهِ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا تَذْكُرُونَ مِنْ جَلَالِ اللَّهِ
التَّسْبِيحَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّحْمِيدَ يَنْعَطِفْنَ حَوْلَ الْعَرْشِ
لَهُنَّ دَوِيٌّ كَدَوِيِّ النَّحْلِ تُذَكِّرُ بِصَاحِبِهَا أَمَا يُحِبُّ
أَحَدُكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَوْ لَا يَزَالَ لَهُ مَنْ يُذَكِّرُ بِهِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf
telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sa'id dari Musa bin Abu Isa At Thahan
dari 'Aun bin Abdullah dari ayahnya atau dari saudaranya dari An Nu'man bin
Basyir dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya di antara kalimat yang kalian ucapkan tentang keagungan
Allah dari tasbih, tahlil dan tahmid, maka ucapan itu akan selalu berputar di
sekeliling 'Arsy. Bagi tia-tiap kalimat tersebut suaranya mendengung bagaikan
dengungan lebah yang menyebutkan orang yang membacanya. Bukankah seseorang dari
kalian menginginkan -atau, selalu ingin akan sesuatu- yang dapat mengingatkan
dirinya?."
[HR Ibnu Majah dan Alhakim]
عن
أبى سلمى رضى الله عنه راعى رسول الله صلى الله عليه وسلم سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ بَخْ بَخْ وَأشَارَ
بِيَدِهِ لَخَمْسٌ مَا أثْقَلُهُنَّ فِى الْمِيْزَانِ لا إله إلاّ الله وسبحان
الله والحمد لله والله أكبر وَالْوَلَدُ الصَّالِحُ يَتَوَفَّى لِلْمَرْءِ
الْمُسْلِمِ فَيَحْتَسِبُهُ
Dari Abu Salma
rodliyallohu anhu penjaga rosululloh shollallohu alaihi wasallam : aku
mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam mengucapkan bakh ! bakh !
sambil menunjuk dengan tangannya seraya bersabda : sungguh ada lima hal, betapa
beratnya di timbangan : laa ilaaha illalloh, wasubhaanalloh, walhamdulillah,
walloohu akbar dan anak sholih yang meninggal dari orang tua yang muslim lalu
ia berihtisab [HR Ibnu Hibban, Alhakim dan Nasa’i]
Pahala membaca
subhaanalloh walhamdulillah walaa ilaha illalloh wallohu akbar walaa haula
walaaquwwata illa billaah
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
بَكْرٍ السَّهْمِيُّ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ عَنْ
عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عَلَى الْأَرْضِ أَحَدٌ يَقُولُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا
بِاللَّهِ إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ
الْبَحْرِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَى شُعْبَةُ
هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَلَمْ
يَرْفَعْهُ وَأَبُو بَلْجٍ اسْمُهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ وَيُقَالُ ابْنُ
سُلَيْمٍ أَيْضًا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي
عَدِيٍّ عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ
مَيْمُونٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي بَلْجٍ نَحْوَهُ وَلَمْ
يَرْفَعْهُ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Ziyad Al Kufi
telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Bakr As Sahmi dari Hatim bin Abu
Shaghirah dari Abu Balj dari 'Amr bin Maimun dari Abdullah bin 'Amr, ia
berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada
seorang pun di muka bumi yang mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU
AKBAR, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan
kecuali dengan pertolongan Allah), melainkan diampuni dosa-dosanya walaupun
seperti buih lautan." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan
gharib. Syu'bah meriwayatkan hadits ini dari Abu Balj dengan sanad ini seperti
itu, dan tidak merafa'kannya. Abu Balj namanya adalah Yahya bin Abu Sulaim, dan
juga dipanggil Ibnu Sulaim. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Basysyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Hatim bin Abu
Shaghirah dari Abu Balj dari 'Amr bin Maimun dari Abdullah bin 'Amr dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam seperti itu. Telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari
Syu'bah dari Abu Balj seperti itu dan ia tidak merafa'kannya. [HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Alhakim dan
Nasa’i]
Pahala membaca
subhaanalloh ‘adada kholqihi
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ
لِابْنِ أَبِي عُمَرَ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ
جُوَيْرِيَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ
عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ
بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي
فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَوْ
وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ
وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ
كَلِمَاتِهِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ
وَإِسْحَقُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرٍ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي رِشْدِينَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ جُوَيْرِيَةَ قَالَتْ
مَرَّ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ صَلَّى
صَلَاةَ الْغَدَاةِ أَوْ بَعْدَ مَا صَلَّى الْغَدَاةَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ غَيْرَ
أَنَّهُ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا
نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ
كَلِمَاتِهِ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan 'Amru
An Naqid dan Ibnu Abu 'Umar -dan lafadh ini milik Ibnu Abu 'Umar- mereka
berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin 'Abdurrahman
-budak- keluarga Thalhah dari Kuraib dari Ibnu 'Abbas dari Juwairiyah
bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari rumah Juwairiyah pada
pagi hari usai shalat Subuh dan dia tetap di tempat shalatnya. Tak lama
kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali setelah terbit fajar
(pada waktu dhuha), sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempat shalatnya.
Setelah itu, Rasulullah menyapanya: "Ya Juwairiyah, kamu masih belum
beranjak dari tempat shalatmu?" Juwairiyah menjawab; 'Ya. Saya masih di
sini, di tempat semula ya Rasulullah.' Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam berkata: 'Setelah keluar tadi, aku telah mengucapkan empat rangkaian
kata-kata -sebanyak tiga kali- yang kalimat tersebut jika dibandingkan dengan
apa yang kamu baca seharian tentu akan sebanding, yaitu 'SUBHAANALLOOHI
WABIHAMDIHI, 'ADA KHOLQIHI WARIDHOO NAFSIHI WAZINATA 'ARSYIHI WAMIDAADA
KALIMAATIHI."Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan
makhluk-Nya, menurut keridlaan-Nya, menurut arasy-Nya dan sebanyak tinta
kalimat-Nya.' Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu
Kuraib dan Ishaq dari Muhammad bin Bisyr dari Mis'ar dari Muhammad bin
'Abdurrahman dari Abu Risydin dari Ibnu 'Abbas dari Juwairiyah dia berkata;
bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melewatiku ketika
beliau usai shalat shubuh. -lalu dia menyebutkan redaksi yang serupa. Namun
beliau dengan menggunakan kalimat; 'SUBHANALLAH 'ADADA KHALQIHI, SUBHANALLAH
RIDHO NAFSIHI, SUBHANALLAH ZINATA 'ARSYIHI, SUBHANALLAH MIDADA KALIMAATIHI.
Maha suci Allah sebanyak hitungan makhluk-Nya. Maha Suci Allah menurut
keridlaan-Nya. Maha Suci Allah menurut kebesaran arasy-Nya. Maha Suci Allah
sebanyak paparan kelimat-Nya.' [HR Muslim dan Tirmidzi]
Pahala membaca laa
haula walaa quwwata illaa billah
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا
سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ
قَالَ أَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَقَبَةٍ أَوْ
قَالَ فِي ثَنِيَّةٍ قَالَ فَلَمَّا عَلَا عَلَيْهَا رَجُلٌ نَادَى فَرَفَعَ
صَوْتَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ قَالَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بَغْلَتِهِ قَالَ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ
أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا مُوسَى أَوْ يَا عَبْدَ اللَّهِ
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ مِنْ كَنْزِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ لَا
حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Abu Al
Hasan telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami
Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman dari Abu Musa Al Asy'ari dia berkata;
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah lewat di suatu bukit atau
berkata; di suatu lembah, tatkala (kondisi jalan) agak naik, salah seorang
berseru sambil mengangkat suaranya; "Laa illaha illallah Allahu Akbar
(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar)."
Abu Musa melanjutkan; 'Ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
tengah berada di atas hewan tunggangannya, lalu beliau bersabda: 'Sesungguhnya
kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan jauh.' Kemudian beliau bersabda:
'Wahai Abu Musa, -atau- wahai Abdullah, maukah aku tunjukkan kepadamu suatu
kalimat yang termasuk dari perbendaharaan surga? ' Aku menjawab; 'Tentu.'
Beliau bersabda: 'Laa haula wa laa quwwata ilIa billaah' Tiada daya dan upaya
kecuali dengan pertolongan AlIah.' [HR Bukhori Muslim]
Pahala membaca
dzikir pagi dan petang
حَدَّثَنَا
أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي بُشَيْرُ بْنُ كَعْبٍ
الْعَدَوِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ
تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا
عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ
مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي
فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ
قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ
يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ
مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan
kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Al Husain telah menceritakan
kepada kami Abdullah bin Buraidah dia berkata; telah menceritakan kepadaku
Busyair bin Ka'b Al 'Adawi dia berkata; telah menceritakan kepadaku Syaddad bin
Aus radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam;
"Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah; kamu mengucapkan:
'ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLA ANTA KHALAQTANI WA ANA 'ABDUKA WA ANA
'ALA 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA'TU ABUU`U
LAKA BIDZANBI WA ABUU`U LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA FAGHFIRLI FA INNAHU LAA
YAGHFIRU ADZ DZUNUUBA ILLA ANTA (Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada
Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku
adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan
kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui
dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab
tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu) '." Beliau bersabda: 'Jika
ia mengucapkan di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari
itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia
membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk
waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga.' [HR Bukhori dan Tirmidzi]
قَالَ
يَعْقُوبُ وَقَالَ الْقَعْقَاعُ بْنُ حَكِيمٍ عَنْ ذَكْوَانَ أَبِي صَالِحٍ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ
لَدَغَتْنِي الْبَارِحَةَ قَالَ أَمَا لَوْ قُلْتَ حِينَ أَمْسَيْتَ أَعُوذُ
بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرَّكَ و
حَدَّثَنِي عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ الْمِصْرِيُّ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ
بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ يَعْقُوبَ أَنَّهُ ذَكَرَ لَهُ أَنَّ أَبَا
صَالِحٍ مَوْلَى غَطَفَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَدَغَتْنِي عَقْرَبٌ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ
وَهْبٍ
(Dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Abu
Ath Thahir keduanya dari Ibnu Wahb -dan lafadh ini milik Harun-; telah
menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Wahb dia berkata; dan telah mengabarkan
kepada kami 'Amru bin Al Harits bahwasanya Yazid bin Abu Habib dan Al Harits
bin Ya'qub menceritakannya kepada kami dari) Ya'qub dan berkata Al Qa'qa' bin
Hakim dari Dzakwan Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwasanya ia berkata; 'ada
seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seraya
berkata; "Ketika aku tidur tadi malam ada seekor kalajengking yang
menyengatku, " maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sekiranya diwaktu sore kamu mengucapkan: 'A'AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT
TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (AKu berlindung dengan kalimat Allah yang
sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ' niscaya tidak akan ada
yang membahayakanmu." Dan telah menceritakan kepadaku 'Isa bin Hammad Al
Mishri telah mengabarkan kepadaku Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Ja'far
dari Ya'qub bahwasanya dia menyebutkan kepadanya bahwa Abu Shalih -budak-
Ghatafan mengabarkan kepadanya, ia mendengar Abu Hurairah berkata; seseorang
berkata; Ya Rasulullah, seekor kalajengking menyengatku, -sebagaimana Hadits
Ibnu Wahab. [HR
Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Malik]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَ
لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ
حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ
بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ إِلَّا رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari
Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang
membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul
hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadir Tidak ada ilah (yang berhaq disembah)
selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan
dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu sebanyak
seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan
sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan
dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan)
setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya
dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak
dari itu."
[HR Bukhori Muslim]
Pahala membaca ayat
tertentu di saat hendak tidur
حَدَّثَنَا
أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ حُمَيْدِ
بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرَّ بَيْنَ يَدَيْ أَحَدِكُمْ شَيْءٌ وَهُوَ
يُصَلِّي فَلْيَمْنَعْهُ فَإِنْ أَبَى فَلْيَمْنَعْهُ فَإِنْ أَبَى فَليُقَاتِلْهُ
فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ وَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا عَوْفٌ
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ
رَمَضَانَ فَأَتَانِي آتٍ فَجَعَلَ يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ
لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ
الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ
شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ
Telah bercerita kepada kami Abu Ma'mar telah bercerita kepada
kami 'Abdul Warits telah bercerita kepada kami Yunus dari Humaid bin Hilal dari
Abu Shalih dari Abu Sa'id berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Jika ada seseorang lewat di hadapan salah seorang dari kalian
yang sedang shalat, hendaklah dicegahnya. Jika tidak mau dicegahnya lagi dan
jika tetap tidak mau, maka perangilah karena dia adalah syetan". Dan
'Utsman bin Al Haitsam berkata telah bercerita kepada kami 'Auf dari Muhammad
bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadlan kemudian ada orang
yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakan;
"Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam". Lalu Abu Hurairah radliallahu 'anhu menceritakan suatu hadits
berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata;
"Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursiy
karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta'ala dan syetan tidak akan
dapat mendekatimu sampai pagi". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan". [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا
سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ
عَازِبٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَيْتَ
مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ
الْأَيْمَنِ ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ
أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا
مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ
الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ
لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ
قَالَ فَرَدَّدْتُهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَلَمَّا بَلَغْتُ اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ قُلْتُ
وَرَسُولِكَ قَالَ لَا وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil berkata,
telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami
Sufyan dari Manshur dari Sa'ad bin 'Ubaidah dari Al Bara' bin 'Azib berkata,
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kamu mendatangi
tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat, lalu berbaringlah pada
sisi kanan badanmu dan ucapkanlah: ALLAHUMMA ASLAMTU WAJHII ILAIKA WA FAWWADLTU
AMRII ILAIKA WA ALJA`TU ZHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WA RAHBATAN ILAIKA LAA MALJA`A
WA LAA MANJAA ILLAA ILAIKA ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII ANZALTA
WANNABIYYIKALLADZII ARSALTA (Ya Allah, aku pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku
serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan perasaan
senang dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri
dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang
Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus) '. Jika kamu meninggal
pada malammu itu, maka kamu dalam keadaan fitrah dan jadikanlah do'a ini
sebagai akhir kalimat yang kamu ucapkan." Al Bara' bin 'Azib berkata,
"Maka aku ulang-ulang do'a tersebut di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam hingga sampai pada kalimat: ALLAHUMMA AAMANTU BIKITAABIKALLADZII
ANZALTA (Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan), aku
ucapkan: WA RASUULIKA (dan rasul-Mu), beliau bersabda: "Jangan, tetapi WANNABIYYIKALLADZII
ARSALTA (dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus)." [HR Bukhori]
Pahala berdzikir
setelah bangun malam
حَدَّثَنَا
صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ هُوَ ابْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا
الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَيْرُ بْنُ هَانِئٍ قَالَ حَدَّثَنِي
جُنَادَةُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ حَدَّثَنِي عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ
فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ
وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ
وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا
اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ
Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bun AL Fadhal telah
mengabarkan kepada kami Al Walid, dia adalah anak dari Muslim telah
menceritakan kepada kami Al Awza'iy berkata, telah menceritakan kepada saya
'Umair bin Hani' berkata, telah menceritakan kepada saya Junadah bin Abu
Umayyah telah menceritakan kepada saya 'Ubadah bin Ash-Shamit dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang bangun di malam hari
lalu membaca "laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku
wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa
subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa jaula wa laa quwwata
illa billah" (Tidak ada ilah yang berhaq disembah kecuali Allah
satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan
baginNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi
Allah dan Maha Suci Allah dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha Besar
dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia") Kemudian dilanjutkan
dengan membaca "Allahummaghfirlii" ("Ya Allah ampunilah
aku") atau berdo'a, maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu' lalu
shalat maka shalatnya diterima". [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ سَمِعْتُ سُلَيْمَانَ بْنَ
أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ
وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ
وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ
آمَنْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي
مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ
الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَوْ لَا إِلَهَ
غَيْرُكَ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah
menceritakan kepada kami Sufyan saya mendengar Sulaiman bin Abu Muslim dari
Thawus dari Ibnu Abbas bahwa; "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
hendak bangun Tahajjud pada malam hari, beliau membaca: "ALAAHUMA LAKAL
HAMDU, ANTA NUURUSSAMAWAATI WAL ARDH WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA
QAYYIMUSSAWAATI WAL ARDH WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WAWA'DUKA
HAQQ, WAQAULUKA HAQQ, WALIQAA'UKA HAQQ, WALJANNATU HAQQ, WANNAARU HAQQ,
WASSAA'ATU HAQQ, WANNABIYUUN HAQQ, WAMUHAMMADUN HAQQ. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU
WABIKA AAMANTU WAILAIKA TAWAKKALTU, WAILAIKA ANABTU, WABIKA KHAASHAMTU,
WAILAIKA HAAKAMTU, FAHGHFIRLII MA QADDAMMTU WAMAA AKHKHARTU, WAMA ASRARTU WAMAA
A'LANTU, ANTAL MUQADDIM WA ANTAL MU`AKHIR LAA-ILAAHA ILLAA ANTA -atau- LAA
ILAAHA ILLA GHAIRUKA (Ya Allah, bagi-Mu lah segala puji, Engkau cahaya langit
dan bumi dan sesuatu yang berada di antara keduanya, bagiMu segala puji, Engkau
adalah pemelihara langit dan bumi dan siapa saja yang menghuninya, Engkau
adalah benar, dan janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar,
surga-Mu benar, neraka-Mu benar, kiamat benar, para nabi benar, dan Muhammad
adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu
aku bertawakkal, kepada-Mu aku menyandarkan diri, karena-Mu aku memusuhi, dan
kepada-Mu aku meminta penghakiman, maka ampunilah bagiku apa yang telah aku
perbuat dan apa yang belum aku lakukan, apa yang aku lakukan secara
sembunyi-sembunyi dan apa yang aku lakukan secara terang-terangan, Engkaulah
Dzat Yang Maha terdahulu dan Engkaulah Dzat Yang Maha terakhir, tiada
sesembahan yang hak selain Engkau atau tiada sesembahan selain Engkau." [HR Bukhori Muslim]
Pahala memohon
perlindungan kepada Alloh dari godaan setan
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ سَعِيدٍ
الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَى
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ
الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا
عَلَيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ
شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ
مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ
اللَّهُ عَنِّي حَدَّثَنَاه مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا سَالِمُ بْنُ
نُوحٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو
أُسَامَةَ كِلَاهُمَا عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ عُثْمَانَ
بْنِ أَبِي الْعَاصِ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَذَكَرَ بِمِثْلِهِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِي حَدِيثِ سَالِمِ بْنِ نُوحٍ ثَلَاثًا و
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ
عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
الشِّخِّيرِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا
رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمْ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Khalaf Al Bahili;
Telah menceritakan kepada kami 'Abdu A'la dari Sa'id Al Jurari dari Abu Al A'la
bahwa 'Utsman bin Abu Al 'Ash datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
lalu bertanya; "Ya, Rasulullah! Aku sering diganggu setan dalam shalat,
sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya. Bagaimana itu?" Maka bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Ya, yang demikian itu memang gangguan
setan yang dinamakan Khanzab. Karena itu bila engkau diganggunya, maka
segeralah mohon perlindungan kepada Allah dari godaannya, sesudah itu meludah
ke sebelah kirimu tiga kali! ' Kata Usman; 'Setelah kulakukan yang demikian,
maka dengan izin Allah godaan seperti itu hilang.' Telah menceritakannya kepada
kami Muhammad bin Al Mutsanna; Telah menceritakan kepada kami Salim bin Nuh
Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada
kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah
keduanya dari Al Jurairi dari Abu Al A'la dari 'Utsman bin Abu Al 'Ash bahwa
dia menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (kemudian dia menyebutkan Hadits
yang serupa). Namun di dalam Hadits Salim bin Nuh dia tidak menyebutkan 'tiga
kali.' Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi'; Telah menceritakan
kepada kami 'Abdur Razaq; Telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Sa'id Al
Jurairi; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin 'Abdullah bin Asy Syakhikhiri
dari 'Utsman bin Abu Al 'Ash Ats Tsaqafi dia berkata; 'Aku berkata; 'Ya
Rasulullah ……………(kemudian dia menyebutkan Hadits yang serupa dengan mereka). [HR Muslim]
Pahala berdzikir
sesudah sholat
و
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا
مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَكَمَ بْنَ عُتَيْبَةَ يُحَدِّثُ عَنْ
عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ
قَائِلُهُنَّ أَوْ فَاعِلُهُنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ ثَلَاثٌ
وَثَلَاثُونَ تَسْبِيحَةً وَثَلَاثٌ وَثَلَاثُونَ تَحْمِيدَةً وَأَرْبَعٌ
وَثَلَاثُونَ تَكْبِيرَةً
Dan telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Isa telah
mengabarkan kepada kami Ibnul Al Mubarak telah mengabarkan kepada kami Malik
bin Mighwal katanya; Aku mendengar Al Hakam bin 'Utaibah menceritakan dari
Abdurrahman bin Abu Laila dari Ka'b bin 'Ujrah dari Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Beberapa amalan penyerta, siapa saja
yang mengucapkan dan mengamalkannya, maka dirinya tidak akan merugi, yaitu
mengucapkan tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, dan
takbir tiga puluh empat kali setiap usai shalat wajib." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
عَاصِمُ بْنُ النَّضْرِ التَّيْمِيُّ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ حَدَّثَنَا
عُبَيْدُ اللَّهِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ
عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ كِلَاهُمَا عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ وَهَذَا حَدِيثُ قُتَيْبَةَ أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ أَتَوْا
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ذَهَبَ أَهْلُ
الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ
قَالُوا يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ
وَلَا نَتَصَدَّقُ وَيُعْتِقُونَ وَلَا نُعْتِقُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ
سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ
مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً قَالَ أَبُو صَالِحٍ فَرَجَعَ فُقَرَاءُ
الْمُهَاجِرِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقَالُوا سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا
مِثْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ
فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَزَادَ غَيْرُ قُتَيْبَةَ فِي هَذَا
الْحَدِيثِ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ سُمَيٌّ فَحَدَّثْتُ بَعْضَ
أَهْلِي هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ وَهِمْتَ إِنَّمَا قَالَ تُسَبِّحُ اللَّهَ ثَلَاثًا
وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدُ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتُكَبِّرُ اللَّهَ
ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَرَجَعْتُ إِلَى أَبِي صَالِحٍ فَقُلْتُ لَهُ ذَلِكَ
فَأَخَذَ بِيَدِي فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ حَتَّى
تَبْلُغَ مِنْ جَمِيعِهِنَّ ثَلَاثَةً وَثَلَاثِينَ قَالَ ابْنُ عَجْلَانَ
فَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ رَجَاءَ بْنَ حَيْوَةَ فَحَدَّثَنِي بِمِثْلِهِ
عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالدَّرَجَاتِ
الْعُلَى وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ بِمِثْلِ حَدِيثِ قُتَيْبَةَ عَنْ اللَّيْثِ
إِلَّا أَنَّهُ أَدْرَجَ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ قَوْلَ أَبِي صَالِحٍ ثُمَّ
رَجَعَ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ إِلَى آخِرِ الْحَدِيثِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ
يَقُولُ سُهَيْلٌ إِحْدَى عَشْرَةَ إِحْدَى عَشْرَةَ فَجَمِيعُ ذَلِكَ كُلِّهِ
ثَلَاثَةٌ وَثَلَاثُونَ
Telah menceritakan kepada kami Ashim bin Nadhr At Tamimi
telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir telah menceritakan kepada kami
'Ubaidullah dia berkata, (Dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan
kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibn
'Ajlan, keduanya dari Sumay dari Ibnu Shalih dari Abu Hurairah -dan ini adalah
hadis Qutaibah- Bahwa orang-orang fakir Muhajirin menemui Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata; "Orang-orang kaya telah
memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: "Maksud kalian?"
Mereka menjawab: "Orang-orang kaya shalat sebagaimana kami shalat, dan
mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka bersedekah dan kami
tidak bisa melakukannya, mereka bisa membebaskan tawanan dan kami tidak bisa
melakukannya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa
menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa
mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama
daripada kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?" Mereka
menjawab; "Baiklah wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Kalian
bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis shalat sebanyak tiga puluh
tiga kali." Abu shalih berkata; "Tidak lama kemudian para fuqara'
Muhajirin kembali ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata;
"Ternyata teman-teman kami yang banyak harta telah mendengar yang kami
kerjakan, lalu mereka mengerjakan seperti itu!" Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada siapa
saja yang dikehendaki-Nya!" Dan selain Qutaibah menambahkan dalam hadis
ini dari Al Laits dari Ibn 'Ajlan. Sumay mengatakan; "Lalu aku ceritakan
hadits ini kepada beberapa keluargaku, maka keluargaku berkata; "Engkau
salah, yang benar beliau bersabda: "Engkau bertasbih kepada Allah sebanyak
tiga puluh tiga kali, bertahmid kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali,
bertakbir kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali." Aku lalu kembali menemui
Abu Shalih dan aku katakan kepadanya, Abu Shalih menarik tanganku dan berkata;
"Allahu akbar, subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu akbar, subhanallah,
Alhamdulillah, hingga semuanya berjumlah tiga puluh tiga." Kata Ibn
'Ajlan; "Lalu kuceritakan hadis ini kepada Raja` bin Haiwah, ia
menceritakan kepadaku hadits seperti di atas dari Abu Shalih dari Abu Hurairah
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Dan telah menceritakan kepadaku
Umayyah bin Bustham Al 'Aisyi, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai'
telah menceritakan kepada kami Rauh dari Suhail dari Ayahnya dari Abu Hurairah
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa para sahbat berkata;
"Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong derajat tinggi dan
kenikmatan yang tiada habis…" seperti hadis Qutaibah dari Al Laits, hanya
ia memudrajkan ucapan Abu Shalih dalam hadis Abu Hurairah."Kemudian orang
faqir muhajirin kembali, hingga akhir hadis." Dalam hadis itu ia
tambahkan, Suhail mengatakan; "Sebelas sebelas, hingga semuanya berjumlah
tiga puluh tiga." [HR Bukhori Muslim]
Pahala berdzikir di
pasar
حَدَّثَنَا
أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا أَزْهَرُ
بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَاسِعٍ قَالَ قَدِمْتُ مَكَّةَ
فَلَقِيَنِي أَخِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَحَدَّثَنِي عَنْ
أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا
يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ
لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ
لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رَوَاهُ
عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ وَهُوَ قَهْرَمَانُ آلِ الزُّبَيْرِ عَنْ سَالِمِ بْنِ
عَبْدِ اللَّهِ هَذَا الْحَدِيثَ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah
menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Azhar bin
Sinan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Wasi'? ia berkata; aku datang
ke Mekkah kemudian bertemu dengan saudaraku yaitu Salim bin Abdullah bin Umar
kemudian ia menceritakan kepadaku dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Barang siapa yang memasuki pasar
kemudian mengucapkan; LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL
MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WA HUWA
'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah
semata tidak ada sekutu bagiNya, milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh
pujian, Dia Yang menghidupkan, dan mematikan, Dia tidak mati, di tanganNya
segala kebaikan, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu) maka Allah mencatat
baginya satu juta kebaikan, dan menghapus darinya satu juta kesalahan, serta
mengangkat untuknya satu juga derajat." Abu Isa berkata; hadits ini adalah
hadits gharib. 'Amru bin Dinar yang merupakan wakil keluarga Az Zubair telah
meriwayatkan dari Salim bin Abdullah hadits ini seperti hadits itu. [HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Alhakim]
Pahala membaca
kafarotul majlis
……..
Pahala berdzikir di
saat singgah di suatu tempat
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ
وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ
الْحَارِثِ بْنِ يَعْقُوبَ أَنَّ يَعْقُوبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ
سَمِعَ بُسْرَ بْنَ سَعِيدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ يَقُولُ
سَمِعْتُ خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ
قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ
يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah
menceritakan kepada kami Laits Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya,
dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh -dan lafadh ini miliknya-;
telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Al Harits
bin Ya'qub bahwasanya Ya'qub bin 'Abdullah menceritakan kepadanya bahwasanya ia
mendengar Busr bin Sa'id berkata; aku mendengar Sa'd bin Abi Waqqash berkata;
aku mendengar Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar
Rasululullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang
singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo'a: 'A'AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH
MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari
kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ' niscaya tidak akan ada yang
membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu." [HR Muslim]
Pahala memohon
afiyat
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ حَدَّثَنَا
زُهَيْرٌ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ
أَنَّ مُعَاذَ بْنَ رِفَاعَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ أَبُو بَكْرٍ
الصِّدِّيقُ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى فَقَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْأَوَّلِ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ بَكَى
فَقَالَ اسْأَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ
بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنْ الْعَافِيَةِ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
مِنْ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah
menceritakan kepada kami Abu 'Amir Al 'Aqadi telah menceritakan kepada kami
Zuhair yaitu Ibnu Muhammad, dari Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil bahwa Mu'adz
bin Rifa'ah telah mengabarkan kepadanya dari ayahnya, ia berkata; Abu Bakr Ash
Shiddiq berkata; di atas mimbar, kemudian menangis, ia berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam berdiri pada tahun pertama di atas mimbar,
kemudian menangis. Kemudian beliau berkata: "Mintalah ampunan dan
keselamatan kepada Allah, sesungguhnya salah seorang diantara kalian tidak
diberi sesuatu yang lebih baik setelah keyakinan daripada keselamatan."
Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini. Dari Abu
Bakr radliallahu 'anhu. [HR Tirmidzi dan Nasa’i]
Pahala berdoa
حَدَّثَنَا
عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ سَمِعْتُ أَبَا
صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ
عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ
ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ
مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ
تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي
أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Hafs telah
menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Al A'masy aku
mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu berkata, "Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku berada dalam prasangka
hamba-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku
dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku
dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik
daripada mereka, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku
mendekatkan diri kepadanya sehasta, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku
sehasta, Aku mendekatkan diri kepadanya sedepa, jika ia mendatangi-Ku dalam
keadaan berjalan, maka Aku mendatanginya dalam keadaan berlari." [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ وَالْأَعْمَشِ عَنْ ذَرٍّ عَنْ يُسَيْعٍ الْحَضْرَمِيِّ
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ ثُمَّ قَرَأَ { وَقَالَ
رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ
عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ } قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا
حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah
menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami
Sufyan dari Manshur dan Al A'masy dari Dzarr dari Yusai' Al Hadlrami dari An
Nu'man bin Basyir berkata: Aku mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam
bersabda: "Doa adalah ibadah" kemudian beliau membaca: "Dan
Rabbmu berfirman: 'Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (Al Mu`min: 60) Abu Isa berkata:
Hadits ini hasan shahih. [HR TIrmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ قَالَ أَنْبَأَنَا
جَعْفَرُ بْنُ مَيْمُونٍ صَاحِبُ الْأَنْمَاطِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ
عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ
يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا
حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ وَلَمْ يَرْفَعْهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah
menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi ia berkata; telah memberikatakan kepada
kami Ja'far bin Maimun sahabat Al Anmath, dari Abu Utsman An Nahdi dari Salman
Al Farisi dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mulia, Dia merasa malu apabila
seseorang mengangkat kedua tangannya kepadaNya dan kembali dalam keadaan kosong
tidak membawa hasil." Abu Isa berakata; hadits ini adalah hadits hasan
gharib. Dan sebagian ulama telah meriwayatkannya dan tidak merafa'kan hadits
tersebut. [HR Abu
Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Alhakim]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بَهْرَامَ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا
مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيَّ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ
الْعَزِيزِ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ
عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى
عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ
الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي
أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ
فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ
لَكُمْ يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ
تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ
وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ
وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ
أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ
رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ
أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ
فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا
عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ يَا عِبَادِي
إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا
فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا
يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ قَالَ سَعِيدٌ كَانَ أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ
إِذَا حَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ جَثَا عَلَى رُكْبَتَيْهِ حَدَّثَنِيهِ أَبُو
بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ
الْعَزِيزِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ غَيْرَ أَنَّ مَرْوَانَ أَتَمُّهُمَا حَدِيثًا
قَالَ أَبُو إِسْحَقَ حَدَّثَنَا بِهَذَا الْحَدِيثِ الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ
ابْنَا بِشْرٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ
فَذَكَرُوا الْحَدِيثَ بِطُولِهِ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ
وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ عَبْدِ
الْوَارِثِ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ
أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِنِّي
حَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي الظُّلْمَ وَعَلَى عِبَادِي فَلَا تَظَالَمُوا وَسَاقَ
الْحَدِيثَ بِنَحْوِهِ وَحَدِيثُ أَبِي إِدْرِيسَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ أَتَمُّ
مِنْ هَذَا
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdur Rahman
bin Bahram Ad Darimi; Telah menceritakan kepada kami Marwan yaitu Ibnu Muhammad
Ad Dimasyqi; Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Abdul 'Aziz dari Rabi'ah
bin Yazid dari Abu Idris Al Khalwani dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam dalam meriwayatkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
berbunyi: "Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk
berbuat zhalim dan perbuatan zhalim itu pun Aku haramkan diantara kamu. Oleh
karena itu, janganlah kamu saling berbuat zhalim! Hai hamba-Ku, kamu sekalian
berada dalam kesesatan, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena
itu, mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu! Hai
hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kelaparan, kecuali orang yang telah Aku
beri makan. Oleh karena itu, mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku akan
memberimu makan! Hai hamba-Ku, kamu sekalian telanjang dan tidak mengenakan
sehelai pakaian, kecuali orang yang Aku beri pakaian. Oleh karena itu, mintalah
pakaian kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu pakaian! Hai hamba-Ku, kamu
sekalian senantiasa berbuat salah pada malam dan siang hari, sementara Aku akan
mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampunan
kepada-Ku, niscaya aku akan mengampunimu! Hai hamba-Ku, kamu sekalian tidak
akan dapat menimpakan mara bahaya sedikitpun kepada-Ku, tetapi kamu merasa
dapat melakukannya. Selain itu, kamu sekalian tidak akan dapat memberikan
manfaat sedikitpun kepada-Ku, tetapi kamu merasa dapat melakukannya. Hai
hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan
serta manusia dan jin, semuanya berada pada tingkat ketakwaan yang paling
tinggi, maka hal itu sedikit pun tidak akan menambahkan kekuasaan-Ku. Hai
hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan
serta jin dan manusia semuanya berada pada tingkat kedurhakaan yang paling
buruk, maka hal itu sedikitpun tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku. Hai
hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan
serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku,
kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan
mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang
menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan. Hai hamba-Ku. sesungguhnya amal
perbuatan kalian senantiasa akan Aku hisab (adakan perhitungan) untuk kalian
sendiri dan kemudian Aku akan berikan balasannya. Barang siapa mendapatkan
kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan barang siapa
yang mendapatkan selain itu (kebaikan), maka janganlah ia mencela kecuali
dirinya sendiri." Said berkata; Abu Idris Al Khaulani ketika menuturkan
hadits ini, sambil berlutut.' Telah menceritakannya kepadaku Abu Bakr bin
Ishaq; Telah menceritakan kepada kami Abu Mushir; Telah menceritakan kepada
kami Sa'id bin 'Abdul 'Aziz melalui jalur ini. Namun Hadits Marwan lebih
lengkap lagi dari keduanya. Abu Ishaq berkata; Telah menceritakan kepada kami
mengenai Hadits ini, Al Hasan dan Al Husain -kedua anak- Bisyr dan Muhammad bin
Yahya mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Abu Mushir. -lalu mereka
menyebutkan Haditsnya dengan panjang lebar.- Telah menceritakan kepada kami
Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Al Mutsanna keduanya dari 'Abdush Shamad bin
'Abdul Warits; Telah menceritakan kepada kami Hammam; Telah menceritakan kepada
kami Qatadah dari Abu Qilabah dari Abu Asma' dari Abu Dzar dia berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam meriwayatkan dari Allah
Tabaraka wa Ta'ala: "Aku telah mengharamkan kezhaliman kepada diri-Ku dan
hamba-Ku, maka janganlah kalian saling berbuat zhalim…dan seterusnya dengan
Hadits yang serupa. Namun Hadits Abu Idris yang telah kami sebutkan lebih
lengkap dari ini. [HR
Muslim]
Pahala membaca doa
di bawah ini
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا يُونُسُ
بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا
رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ قَالَ مُحَمَّدُ
بْنُ يَحْيَى قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ مَرَّةً عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ
مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِيهِ وَقَدْ
رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ
إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ وَلَمْ يَذْكُرُوا فِيهِ
عَنْ أَبِيهِ وَرَوَى بَعْضُهُمْ وَهُوَ أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ عَنْ
يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَقَ فَقَالُوا عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ
سَعْدٍ نَحْوَ رِوَايَةِ ابْنِ يُوسُفَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعْدٍ وَكَانَ يُونُسُ
بْنُ أَبِي إِسْحَقَ رُبَّمَا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ أَبِيهِ
وَرُبَّمَا لَمْ يَذْكُرْهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami
Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari ayahnya dari Sa'd
ia berkata; Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda: "Doa Dzun
Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah; LAA ILAAHA
ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang
berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah
termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah
seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan
baginya." Muhammad bin Yahya berkata; berkata Muhammad bin Yusuf suatu
kali dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan ia tidak menyebutkan
padanya dari ayahnya. Dan hadits ini telah diriwayatkan lebih dari satu orang
dari Yunus bin Abu Ishaq dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd dari Sa'd dan
mereka tidak menyebutkan padanya dari ayahnya. Dan sebagian mereka yaitu Abu
Ahmad Az Zubairi telah meriwayatkan dari Yunus bin Abu Ishaq lalu mereka
berkata dari Ibrahim bin Muhammad bin Sa'ad seperti riwayat Ibnu Yusuf dari
ayahnya dari Sa'ad. dan terkadang Yunus bin Abu Ishaq menyebutkan dalam hadits
ini dari ayahnya, dan terkadang tidak menyebutkannya. [HR Tirmidzi dan Nasa’i]
حَدَّثَنَا
عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ أَنَّهُ
سَمِعَهُ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ
وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي
إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah
menceritakan kepada kami Waki' dari Malik bin Mighwal bahwa dia mendengar dari
Abdullah bin Buraidah dari ayahnya dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam pernah mendengar seseorang mengucapkan; "Ya Allah, sesungguhnya
aku meminta kepada-Mu, bahwasanya Engkau adalah Allah Yang Maha Esa, Yang
Bergantung pada-Nya segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan,
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya." Maka Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh dia telah meminta kepada
Allah dengan nama-Nya yang Agung, yang apabila diminta dengan menyebut-Nya,
pasti akan di beri dan apabila berdo'a dengan menyebut-Nya pasti akan di
kabulkan." [HR
Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Doa bidzhohril
ghoib (mendoakan tanpa diketahui oleh yang kita doakan)
حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا
مُوسَى بْنُ سَرْوَانَ الْمُعَلِّمُ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ
بْنِ كَرِيزٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي أُمُّ الدَّرْدَاءِ قَالَتْ حَدَّثَنِي سَيِّدِي
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ
دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ
وَلَكَ بِمِثْلٍ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah
mengabarkan kepada kami An Nadhr bin Syumail telah menceritakan kepada kami
Musa bin Sarwan Al Mu'allim telah menceritakan kepadaku Thalhah bin 'Ubaidullah
bin Kariz dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ummu Ad Darda' dia berkata;
Sayyidi (suamiku) telah menceritakan kepadaku bahwasanya ia mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang mendoakan
kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat
akan berkata; 'Amiin dan bagimu kebaikan yang sama.' [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَبْدُ
الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ صَفْوَانَ وَهُوَ
ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ وَكَانَتْ تَحْتَهُ الدَّرْدَاءُ قَالَ
قَدِمْتُ الشَّامَ فَأَتَيْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فِي مَنْزِلِهِ فَلَمْ أَجِدْهُ
وَوَجَدْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَقَالَتْ أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ فَقُلْتُ
نَعَمْ قَالَتْ فَادْعُ اللَّهَ لَنَا بِخَيْرٍ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ
بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا
دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ
بِمِثْلٍ قَالَ فَخَرَجْتُ إِلَى السُّوقِ فَلَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَقَالَ
لِي مِثْلَ ذَلِكَ يَرْوِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ و
حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ
عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ
وَقَالَ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah
mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami 'Abdul
Malik bin Abu Sulaiman dari Abu Az Zubair dari Shafwan bin 'Abdullah bin
Shafwan dan riwayat selanjutnya adalah dari Ummu Darda', dia berkata;
"Saya pernah pergi ke Syam dan mengunjungi Abu Darda' di rumahnya. Namun
saya tidak bertemu dengannya, lalu saya pergi menjumpai Ummu Darda'. Setelah
itu, Ummu Darda' bertanya kepada saya; 'Hai Shafwan, apakah kamu akan pergi
haji pada tahun ini? ' Saya pun menjawab; 'Ya.' Ummu Darda' berkata; 'Mohonkanlah
kepada Allah kebaikan untuk kami, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam telah bersabda: 'Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim
dari kejauhan tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di atas kepalanya ada
malaikat yang telah diutus, dan setiap kali ia berdoa untuk kebaikan, maka
malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan 'Amin dan kamu juga akan
mendapatkan seperti itu.' Shafwan berkata; 'Setelah itu saya pergi ke pasar dan
di sana saya bertemu dengan Abu Darda'. Ternyata ia pun mengatakan seperti itu
kepada saya yang diriwayatkannya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam. Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah
menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari 'Abdul Malik bin Abu Sulaiman melalui
sanad ini dengan Hadits yang serupa. dia berkata; dari Shafwan bin 'Abdullah
bin Shafwan. [HR
Muslim]
Pahala memohon
aljannah dan dijauhkan dari neraka
عن
أبى هريرة رضى الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مَاسْتَجَارَ عَبْدٌ
مِنَ النَّارِ سَبْعَ مَرَّاتٍ إلاَّ قَالَتِ النَّارُ يَارَبِّ إنَّ عَبْدَكَ
فُلاَنًا اسْتَجَارَ مِنِّي فَأَجِرْهُ وَلاَ سَأَلَ عَبْدٌ الْجَنَّةَ سَبْعَ
مَرَّاتٍ إلاَّ قَالَتِ الْجَنَّةُ يَارَبِّ إنَّ عَبْدَكَ فُلاَنًا سَأَلَنِى
فَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ رواه أبو يعلى
والحاكم
Dari Abu Huroiroh
rodliyallohu anhu bersabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam : tidaklah
seorang hamba yang memohon keselamatan dari siksa neraka tujuh kali kecuali
neraka berkata : wahai Robku sesungguhnya hambaMu si fulan memohon keselamatan
dariku maka selamatkan ia dariku. Tidaklah seorang hamba yang memohon aljannah
tujuh kali kecuali aljannah akan berkata : wahai Robku sesungguhnya hambaMu si
fulan menginginkanku maka masukkanlah ia ke dalamku [HR
Abu Ya’la dan Alhakim]
Pahala istighfar
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُوسَى
بْنِ الْمُسَيَّبِ الثَّقَفِيِّ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ يَا
عِبَادِي كُلُّكُمْ مُذْنِبٌ إِلَّا مَنْ عَافَيْتُ فَسَلُونِي الْمَغْفِرَةَ
فَأَغْفِرَ لَكُمْ وَمَنْ عَلِمَ مِنْكُمْ أَنِّي ذُو قُدْرَةٍ عَلَى
الْمَغْفِرَةِ فَاسْتَغْفَرَنِي بِقُدْرَتِي غَفَرْتُ لَهُ وَكُلُّكُمْ ضَالٌّ
إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ فَسَلُونِي الْهُدَى أَهْدِكُمْ وَكُلُّكُمْ فَقِيرٌ إِلَّا
مَنْ أَغْنَيْتُ فَسَلُونِي أَرْزُقْكُمْ وَلَوْ أَنَّ حَيَّكُمْ وَمَيِّتَكُمْ
وَأَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا فَكَانُوا
عَلَى قَلْبِ أَتْقَى عَبْدٍ مِنْ عِبَادِي لَمْ يَزِدْ فِي مُلْكِي جَنَاحُ
بَعُوضَةٍ وَلَوْ اجْتَمَعُوا فَكَانُوا عَلَى قَلْبِ أَشْقَى عَبْدٍ مِنْ
عِبَادِي لَمْ يَنْقُصْ مِنْ مُلْكِي جَنَاحُ بَعُوضَةٍ وَلَوْ أَنَّ حَيَّكُمْ
وَمَيِّتَكُمْ وَأَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَرَطْبَكُمْ وَيَابِسَكُمْ اجْتَمَعُوا
فَسَأَلَ كُلُّ سَائِلٍ مِنْهُمْ مَا بَلَغَتْ أُمْنِيَّتُهُ مَا نَقَصَ مِنْ
مُلْكِي إِلَّا كَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ مَرَّ بِشَفَةِ الْبَحْرِ فَغَمَسَ
فِيهَا إِبْرَةً ثُمَّ نَزَعَهَا ذَلِكَ بِأَنِّي جَوَادٌ مَاجِدٌ عَطَائِي كَلَامٌ
إِذَا أَرَدْتُ شَيْئًا فَإِنَّمَا أَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id telah
menceritakan kepada kami 'Abdah bin Sulaiman dari Musa bin Al Musayyab At
Tsaqafi dari Shar bin Hausyab dari Abdurrahman bin Ghanmin dari Abu Dzar dia
berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya
Allah Tabaraka wa Ta'ala berfriman: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian
bersalah kecuali orang yang Aku maafkan maka mintalah kepadaKu ampunan niscaya
Aku akan mengampuni kalian semua dan barang siapa yang mengetahui bahwasanya
Aku mempunyai kemampuan untuk mengampuni lalu dia memohon ampunan dengan
kekuasaanKu itu maka Aku akan mengampuninya, kalian semuanya sesat kecuali
orang yang Aku berikan hidayah maka mintalah hidayah kepadaku niscaya Aku akan
memberikan hidayah kalian, setiap kalian adalah fakir kecuali orang yang Aku
cukupkan maka mintalah kepadaKu niscaya Aku akan melimpahkan rizki kalian,
seandainya orang yang hidup dan yang mati diantara kalian, juga orang yang
pertama dan terakhir diantara kalian baik yang di laut atau yang di darat
mereka semua berkumpul di atas seorang yang paling bertakwa diantara hambaKu
maka hal itu tidak akan menambah dalam kekuasaanKu meskipun sebesar sayap
nyamuk demikian pula kalau mereka berkumpul atas seorang yang paling jahat
diantara hambaKu maka hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun dari kekuasaanKu
seandainya orang yang hidup dan yang mati diantara kalian, juga orang yang
pertama dan terakhir diantara kalian baik yang di laut atau yang di darat semua
berkumpul lalu setiap orang meminta apa yang dia inginkan maka hal itu tidak
akan mengurangi dari kekuasaanKu kecuali bagaikan orang yang mencelupkan jarum
ke lautan kemudian mengangkat jarum itu kembali (tidak berpengaruh) hal itu
karena Aku adalah Maha dermawan dan Maha mulia terhadap pemberianKu dan apabila
Aku menginginkan sesuatu maka Aku akan mengatakan: "Jadilah" maka hal
itu akan terjadi.
[HR Ibnu Majah]
حَدَّثَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ
جَعْفَرٍ الْجَزَرِيِّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ
فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' telah
menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari
Ja'far Al Jazari dari Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah dia berkata;
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Demi Dzat yang
jiwaku di tangannya, seandainya kamu sekalian tidak berbuat dosa sama sekali,
niscaya Allah akan memusnahkan kalian. Setelah itu, Allah akan mengganti kalian
dengan umat yang pernah berdosa. Kemudian mereka akan memohon ampunan kepada
Allah dan Allah pun pasti akan mengampuni mereka.'" [HR Muslim]
Pahala sholawat
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا
إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub, Qutaibah dan
Ibnu Hujr mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail, yaitu Ibnu
Ja'far dari al-'Ala' dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku
satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ حَدَّثَنَا أَبُو صَخْرٍ أَنَّ
يَزِيدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ
عَلَيَّ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ
عَلَيْهِ السَّلَامَ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, dia
berkata; telah menceritakan kepada kami Haiwah, dia berkata; telah menceritakan
kepada kami Abu Shakhr bahwa Yazid bin Abdullah bin Qusaid menceritakan
kepadanya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau
bersabda: "Tidaklah seseorang memberi salam kepadaku melainkan Allah 'azza
wajalla akan mengembalikan ruhku hingga aku menjawab salamnya." [HR Abu Daud dan Ahmad]
عن
أبى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنّ لِلهِ
مَلاَئِكَةٌ سَيَّاحِيْنَ فِى الأَرْضِ يُبَلِّغُنِى عَنْ أمَّتِى السَّلاَمَ رواه النسائى وابن حبان
Dari Abu Huroiroh
rodliyallohu anhu bersabda rosululloh shollallohu alaihi wasallam :
sesungguhnya Alloh memiliki para malaikat yang senantiasa berkeliling di muka
bumi untuk menyampaikan untukku salam dari umatku [HR
Ibnu Habban dan Nasa’i]
حَدَّثَنَا
هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ
آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا
عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ
أَرِمْتَ يَقُولُونَ بَلِيتَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى
الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah telah
menceritakan kepada kami Husain bin Ali dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir
dari Abu Al Asy'Ats Tsauri Ash Shan'ani dari Aus bin Aus dia berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di antara
hari-harimu yang paling utama adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam di
ciptakan, pada hari itu beliau wafat, pada hari itu juga ditiup (sangkakala)
dan pada hari itu juga mereka pingsan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku
-karena- shalawat kalian akan disampaikan kepadaku." Aus bin Aus berkata;
para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah Shalallahu, bagaimana mungkin
shalawat kami bisa disampaikan kepadamu, sementara anda telah tiada
(meninggal)? -atau mereka berkata; "Telah hancur (menjadi tulang) "-
Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para Nabi." [HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Alhakim]
Pahala berbakti
kepada orang tua
حَدَّثَنَا
أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ
الْوَلِيدُ بْنُ الْعَيْزَارِ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو
الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَشَارَ إِلَى
دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى
وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ
قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ
اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Hisyam bin 'Abdul
Malik berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah
mengabarkan kepadaku Al Walid bin Al 'Aizar berkata, Aku mendengar Abu 'Amru
Asy Syaibani berkata, "Pemilik rumah ini menceritakan kepada kami -seraya
menunjuk rumah 'Abdullah - ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam, "Amal apakah yang paling dicintai oleh
Allah?" Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya." 'Abdullah
bertanya lagi, "Kemudian apa kagi?" Beliau menjawab: "Kemudian
berbakti kepada kedua orangtua." 'Abdullah bertanya lagi, "Kemudian
apa kagi?" Beliau menjawab: "Jihad fi sabilillah." 'Abdullah
berkata, "Beliau sampaikan semua itu, sekiranya aku minta tambah, niscaya
beliau akan menambahkannya untukku." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ
عُقْبَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا
ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَتَمَاشَوْنَ أَخَذَهُمْ الْمَطَرُ فَمَالُوا إِلَى غَارٍ فِي
الْجَبَلِ فَانْحَطَّتْ عَلَى فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ
فَأَطْبَقَتْ عَلَيْهِمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ انْظُرُوا أَعْمَالًا
عَمِلْتُمُوهَا لِلَّهِ صَالِحَةً فَادْعُوا اللَّهَ بِهَا لَعَلَّهُ يَفْرُجُهَا
فَقَالَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَ لِي وَالِدَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ
وَلِي صِبْيَةٌ صِغَارٌ كُنْتُ أَرْعَى عَلَيْهِمْ فَإِذَا رُحْتُ عَلَيْهِمْ
فَحَلَبْتُ بَدَأْتُ بِوَالِدَيَّ أَسْقِيهِمَا قَبْلَ وَلَدِي وَإِنَّهُ نَاءَ
بِيَ الشَّجَرُ فَمَا أَتَيْتُ حَتَّى أَمْسَيْتُ فَوَجَدْتُهُمَا قَدْ نَامَا
فَحَلَبْتُ كَمَا كُنْتُ أَحْلُبُ فَجِئْتُ بِالْحِلَابِ فَقُمْتُ عِنْدَ
رُءُوسِهِمَا أَكْرَهُ أَنْ أُوقِظَهُمَا مِنْ نَوْمِهِمَا وَأَكْرَهُ أَنْ
أَبْدَأَ بِالصِّبْيَةِ قَبْلَهُمَا وَالصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَمَيَّ
فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمْ حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ فَإِنْ كُنْتَ
تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ لَنَا فُرْجَةً
نَرَى مِنْهَا السَّمَاءَ فَفَرَجَ اللَّهُ لَهُمْ فُرْجَةً حَتَّى يَرَوْنَ
مِنْهَا السَّمَاءَ وَقَالَ الثَّانِي اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانَتْ لِي ابْنَةُ
عَمٍّ أُحِبُّهَا كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءَ فَطَلَبْتُ
إِلَيْهَا نَفْسَهَا فَأَبَتْ حَتَّى آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ فَسَعَيْتُ
حَتَّى جَمَعْتُ مِائَةَ دِينَارٍ فَلَقِيتُهَا بِهَا فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ
رِجْلَيْهَا قَالَتْ يَا عَبْدَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفْتَحْ الْخَاتَمَ
فَقُمْتُ عَنْهَا اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي قَدْ فَعَلْتُ ذَلِكَ
ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ لَنَا مِنْهَا فَفَرَجَ لَهُمْ فُرْجَةً وَقَالَ
الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنِّي كُنْتُ اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا بِفَرَقِ أَرُزٍّ
فَلَمَّا قَضَى عَمَلَهُ قَالَ أَعْطِنِي حَقِّي فَعَرَضْتُ عَلَيْهِ حَقَّهُ
فَتَرَكَهُ وَرَغِبَ عَنْهُ فَلَمْ أَزَلْ أَزْرَعُهُ حَتَّى جَمَعْتُ مِنْهُ
بَقَرًا وَرَاعِيَهَا فَجَاءَنِي فَقَالَ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَظْلِمْنِي
وَأَعْطِنِي حَقِّي فَقُلْتُ اذْهَبْ إِلَى ذَلِكَ الْبَقَرِ وَرَاعِيهَا فَقَالَ
اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَهْزَأْ بِي فَقُلْتُ إِنِّي لَا أَهْزَأُ بِكَ فَخُذْ
ذَلِكَ الْبَقَرَ وَرَاعِيَهَا فَأَخَذَهُ فَانْطَلَقَ بِهَا فَإِنْ كُنْتَ
تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ مَا بَقِيَ
فَفَرَجَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah
menceritakan kepada kami Isma'il bin Ibrahim bin 'Uqbah dia berkata; telah
mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Suatu ketika tiga orang
laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke
dalam suatu gua yang terdapat di gunung. Tanpa diduga sebelumnya, ada sebongkah
batu besar jatuh menutup mulut goa dan mengurung mereka di dalamnya. Kemudian
salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yang lain; 'lngat-ingatlah
amal shalih yang pernah kalian lakukan hanya karena mengharap ridla Allah
semata. Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan
perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan
kesulitan kalian. Kemudian salah seorang dari mereka berkata; 'Ya Allah ya
Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia. Selain itu,
saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil.
Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari
menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang
tua saya. Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya
sebelum saya berikan kepada anak-anak saya. Pada suatu ketika, tempat
penggembalaan saya jauh, hingga saya baru pulang pada sore hari. Ternyata saya
dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas. Lalu, seperti biasa, saya
segera memerah susu. Saya berdiri di dekat keduanya karena tidak mau
membangunkan dari tidur mereka. Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan
air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua
saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya
untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut saya dan
anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, jika
Engkau tahu bahwa saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap
ridla-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit! '
Akhirnya Allah membuka celah lubang gua tersebut, hingga mereka dapat melihat
langit. Orang yang kedua dari mereka berdiri sambil berkata; 'Ya Allah, dulu
saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya cintai
sebagaimana cintanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu terhadap wanita. Pada
suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak
hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah
mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang
tersebut kepadanya. Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk
menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; 'Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah
dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.'
Lalu saya bangkit dan meninggalkannya. Ya Allah, sesungguhnya Engkau pun tahu
bahwa saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena
itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ' Akhirnya Allah membukakan
sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga. Seorang lagi berdiri dan
berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk
mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya,
ia pun berkata; 'Berikanlah hak saya kepada saya! ' Namun saya tidak dapat
memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah
itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan
untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya. Selang
berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada
saya dan berkata; 'Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim
terhadap hak orang lain! ' Lalu saya berkata kepada orang tersebut; 'Pergilah
ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya
untukmu! ' Orang tersebut menjawab; 'Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu
mengolok-olok saya! ' Kemudian saya katakan lagi kepadanya; 'Sungguh saya tidak
bermaksud mengolok-olokmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta
para pengggembalanya untukmu! ' Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa
pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa
yang telah saya lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena
itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! ' Akhirnya Allah pun
membukakan sisanya untuk mereka." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي
عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ نَاعِمًا مَوْلَى
أُمِّ سَلَمَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ
أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ
أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ
قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلَاهُمَا قَالَ
فَتَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى
وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur; Telah
menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru
bin Al Harits dari Yazid bin Abu Habib bahwa Na'im -budak- Ummu Salamah
menceritakan kepadannya, 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash berkata; "Seorang
laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu dia
berkata: Aku bai'at (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad,
karena aku mengingini pahala dari Allah." Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bertanya: "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Jawab
orang itu; "Bahkan keduanya masih hidup." Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bertanya lagi: "Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah?"
Jawabnya; "Ya!" Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam;
"Pulanglah kamu kepada kedua orang tuamu, lalu berbaktilah pada keduanya
dengan sebaik-baiknya." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ
عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى
الْهِجْرَةِ وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ فَقَالَ ارْجِعْ عَلَيْهِمَا
فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, telah
mengabarkan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami 'Atha` bin As
Saib, dari ayahnya, dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata; terdapat seorang
laki-laki yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata;
aku datang membai'at engkau untuk berhijrah, dan aku telah meninggalkan kedua
orang tuaku dalam keadaan menangis. Kemudian beliau berkata: "Kembalilah
kepada mereka berdua dan buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau membuat
mereka menangis!" [HR Abu Daud]
Pahala silaturrohim
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ
الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah
menceritakan kepada kami Hisyam telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az
Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa beriman kepada
Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman
kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi, dan
barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau
diam." [HR
Bukhori Muslim]
حَدَّثَنِي
إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي
أَبِي عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ
فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Mundzir telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma'an dia berkata; telah menceritakan
kepadaku Ayahku dari Sa'id bin Abu Sa'id dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu
dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan
ajalnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi." [HR Bukhori Muslim]
Pahala bersedekah
atas suami
حَدَّثَنَا
عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ حَدَّثَنِي
شَقِيقٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَذَكَرْتُهُ لِإِبْرَاهِيمَ ح فَحَدَّثَنِي
إِبْرَاهِيمُ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ زَيْنَبَ
امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ بِمِثْلِهِ سَوَاءً قَالَتْ كُنْتُ فِي الْمَسْجِدِ
فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تَصَدَّقْنَ
وَلَوْ مِنْ حُلِيِّكُنَّ وَكَانَتْ زَيْنَبُ تُنْفِقُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ
وَأَيْتَامٍ فِي حَجْرِهَا قَالَ فَقَالَتْ لِعَبْدِ اللَّهِ سَلْ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَجْزِي عَنِّي أَنْ أُنْفِقَ عَلَيْكَ
وَعَلَى أَيْتَامٍ فِي حَجْرِي مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ سَلِي أَنْتِ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُ امْرَأَةً مِنْ الْأَنْصَارِ عَلَى
الْبَابِ حَاجَتُهَا مِثْلُ حَاجَتِي فَمَرَّ عَلَيْنَا بِلَالٌ فَقُلْنَا سَلْ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَجْزِي عَنِّي أَنْ أُنْفِقَ
عَلَى زَوْجِي وَأَيْتَامٍ لِي فِي حَجْرِي وَقُلْنَا لَا تُخْبِرْ بِنَا فَدَخَلَ
فَسَأَلَهُ فَقَالَ مَنْ هُمَا قَالَ زَيْنَبُ قَالَ أَيُّ الزَّيَانِبِ قَالَ
امْرَأَةُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ لَهَا أَجْرَانِ أَجْرُ الْقَرَابَةِ
وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh telah
menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah
menceritakan kepada saya Syaqiq dari 'Amru bin Al Harits dari Zainab isteri 'Abdullah
radliallahu 'anhuma berkata,, lalu dia menceritakannya kepada Ibrahim. Dan
diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya Ibrahim dari Abu 'Ubaidah
dari 'Amru bin Al Harits dari Zainab isteri 'Abdullah radliallahu 'anhua sama
seperti ini, berkata,: "Aku pernah berada di masjid lalu aku melihat Nabi
Shallallahu'alaihiwasallam. Kemudian Beliau bersabda: "Bershadaqahlah
kalian walau dari perhiasan kalian". Pada saat itu Zainab berinfaq untuk
'Abdullah dan anak-anak yatim di rumahnya. Dia ('Amru bin Al Harits) berkata,:;
Zainab berkata, kepada 'Abdullah: "Tanyakanlah kepada Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam apakah aku akan mendapat pahala bila aku
menginfaqkan shadaqah (zakat) ku kepadamu dan kepada anak-anak yatim dalam
rumahku". Maka 'Abdullah berkata,: "Tanyakanlah sendiri kepada
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ". Maka aku berangkat untuk menemui
Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan aku mendapatkan seorang wanita Anshar di
depan pintu yang sedang menyampaikan keperluannya seperti keperluanku. Kemudian
Bilal lewat di hadapan kami maka kami berkata: "Tolong tanyakan kepada
Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, apakah aku akan mendapat pahala bila aku
meninfaqkan shadaqah (zakat) ku kepada suamiku dan kepada anak-anak yatim yang
aku tanggung dalam rumahku?". Dan kami tambahkan agar dia (Bilal) tidak
menceritakan siapa kami. Maka Bilal masuk lalu bertanya kepada Beliau. Lalu
Beliau bertanya: "Siapa kedua wanita itu?". Bilal berkata,:
"Zainab". Beliau bertanya lagi: "Zainab yang mana?".
Dikatakan: "Zainab isteri 'Abdullah". Maka Beliau bersabda: "Ya
benar, baginya dua pahala, yaitu pahala (menyambung) kekerabatan dan pahala
zakatnya". [HR
Bukhori Muslim]
Pahala berinfaq
atas istri dan orang yang di bawah tanggungan
حَدَّثَنَا
حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَدِيُّ
بْنُ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَنْفَقَ
الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal berkata,
telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Adi
bin Tsabit berkata: Aku pernah mendengar Abdullah bin Yazid dari Abu Mas'ud
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Apabila
seseorang memberi nafkah untuk keluarganya dengan niat mengharap pahala maka
baginya Sedekah". [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ
حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّهُ
أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ
عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ
Telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Nafi' berkata,
telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri berkata, telah menceritakan
kepadaku 'Amir bin Sa'd dari Sa'd bin Abu Waqash bahwasanya dia mengabarkan,
bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya,
tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah
kecuali kamu akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut
istrimu". [HR
Bukhori]
Pahala sabar
mengurusi dua orang anak perempuan
حَدَّثَنَا
بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ
عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ
عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ
مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ
فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ
مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ مَنْ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ
الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Muhammad berkata,
telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma'mar
dari Az Zuhriy berkata, telah menceritakan kepada saya 'Abdullah bin Abu Bakar
bin Hazm dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Telah datang
seorang wanita bersama dua putrinya menemuiku untuk meminta sesuatu namun aku
tidak mempunyai apa-apa selain sebutir kurma lalu aku berikan kepadanya. Lalu
wanita itu membagi kurma itu menjadi dua bagian yang diberikannya untuk kedua
putrinya sedangkan dia tidak memakan sedikitpun. Lalu wanita tersebut berdiri
untuk segera pergi. Saat itulah Nabi Shallallahu'alaihiwasallam datang kepada
kami, lalu aku kabarkan masalah itu, maka Beliau bersabda: "Siapa yang
memberikan sesuatu kepada anak-anak ini, maka mereka akan menjadi pelindung
dari api neraka baginya". [HR Bukhori Muslim]
Pahala
memperhatikan janda dan orang miskin
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ
أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ
وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَحْسِبُهُ قَالَ يَشُكُّ
الْقَعْنَبِيُّ كَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah telah
menceritakan kepada kami Malik dari Tsaur bin Zaid dari Abu Al Ghaits dari Abu
Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti
orang yang berjihad dijalan Allah -aku mengira beliau juga bersabda -(Al
Qa'nabi ragu) -: Dan seperti orang yang shalat malam tidak pernah istirahat-
dan seperti orang puasa tidak berbuka." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ
الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيْلِيِّ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ
مَوْلَى ابْنِ مُطِيعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ
كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَكَالَّذِي يَقُومُ اللَّيْلَ وَيَصُومُ
النَّهَارَ
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Humaid bin Kasib
berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz Ad Darawardi dari Tsaur bin
Zaid Ad Daili dari Abu Al Ghaits mantan budak Ibnu Muthi', dari Abu Hurairah
bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang membantu orang
janda dan orang miskin seperti mujahid di jalan Allah, atau seperti orang yang
shalat malam dan puasa di siang hari." [HR Ibnu Majah]
Pahala mengurusi
anak yatim
حَدَّثَنَا
عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ سَهْلٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا
وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ
وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
Telah menceritakan kepada kami Amru bin Zurarah Telah mengabarkan
kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari bapaknya dari Sahl ia berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku akan bersama
orang-orang yang mengurusi anak Yatim dalam surga." Seperti inilah, beliau
memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah lalu beliau membuka
sesuatu diantara keduanya [HR Bukhori]
Pahala mengunjungi
saudara karena Alloh
حَدَّثَنِي
عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ
عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى
فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ
قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ
لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا غَيْرَ أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ
قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ قَالَ الشَّيْخُ أَبُو أَحْمَدَ
أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ زَنْجُويَةَ الْقُشَيْرِيُّ حَدَّثَنَا
عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ بِهَذَا
الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepadaku 'Abdul A'laa bin Hammad; Telah
menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Abu Rafi' dari Abu
Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Pada suatu ketika ada
seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya di desa lain. Kemudian Allah pun
mengutus seorang malaikat untuk menemui orang tersebut. Ketika orang itu ditengah
perjalanannya ke desa yang dituju, maka malaikat tersebut bertanya; 'Hendak
pergi ke mana kamu? ' Orang itu menjawab; 'Saya akan menjenguk saudara saya
yang berada di desa lain.' Malaikat itu terus bertanya kepadanya; 'Apakah kamu
mempunyai satu perkara yang menguntungkan dengannya? ' Laki-laki itu menjawab;
'Tidak, saya hanya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla.' Akhirnya malaikat
itu berkata; 'Sesungguhnya aku ini adalah malaikat utusan yang diutus untuk
memberitahukan kepadamu bahwasanya Allah akan senantiasa mencintaimu
sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah.' Berkata Syaikh Abu Ahmad;
Telah mengabarkan kepadaku Abu Bakr Muhammad bin Zanjuyah Al Qusyairi; Telah
menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa bin Hammad; Telah menceritakan kepada
kami Hammad bin Salamah melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. [HR Muslim]
Pahala memberi
bantuan kepada sesama muslim
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى
أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا
نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ
عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ
سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي
عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا
يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ
اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ
وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ
فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و
حَدَّثَنَاه نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ
قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
قَالَ صَخَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ
أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ أَبِي أُسَامَةَ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ
التَّيْسِيرِ عَلَى الْمُعْسِرِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi dan
Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al 'Ala Al Hamdani -dan lafadh ini
milik Yahya- dia berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan berkata yang
lainnya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan
dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat.
Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka
Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib
seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan
selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama
muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan
memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu
masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi
ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan
menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang
siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya.' Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin Numair telah menceritakan
kepada kami Bapakku Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah
menceritakannya kepada kami Nashr bin 'Ali Al Jahdhami telah menceritakan
kepada kami Abu Usamah mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A'masy
-telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair- dari Abu Shalih. Sebagaimana di
dalam hadits Abu Usamah Telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu
Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata dengan
lantang, -sebagaimana Hadits Abu Mu'awiyah, hanya saja di dalam Hadits Abu
Usamah tidak disebutkan; memberi kemudahan kepada orang yang kesusahan.' [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ
سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ
فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ
كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id; Telah
menceritakan kepada kami Laits dari 'Uqail dari Az Zuhri dari Salim dari
Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang
muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim
dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barang siapa yang membantu kebutuhan
saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan
seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari
kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka
Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak." [HR Muslim]
Pahala mendoakan
orang sakit
حَدَّثَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ
بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ
يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي قَالَ يَا
رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ
عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ
لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي قَالَ
يَا رَبِّ وَكَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ أَمَا عَلِمْتَ
أَنَّهُ اسْتَطْعَمَكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ
لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ
تَسْقِنِي قَالَ يَا رَبِّ كَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ قَالَ
اسْتَسْقَاكَ عَبْدِي فُلَانٌ فَلَمْ تَسْقِهِ أَمَا إِنَّكَ لَوْ سَقَيْتَهُ
وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim bin Maimun;
Telah menceritakan kepada kami Bahz; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin
Salamah dari Tsabit dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Hai anak Adam! Aku sakit, mengapa kamu
tidak menjenguk-Ku?" Jawab anak Adam; "Wahai Rabbku, bagaimana
mengunjungi Engkau, padahal Engkau Tuhan semesta alam?" Allah Ta'ala
berfirman: "Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, mengapa
kamu tidak mengunjunginya? Apakah kamu tidak tahu, seandainya kamu kunjungi dia
kamu akan mendapati-Ku di sisinya?" "Hai, anak Adam! Aku minta makan
kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku makan?" Jawab anak Adam;
"Wahai Rabbku, Bagaimana mungkin aku memberi engkau makan, padahal Engkau
Tuhan semesta alam?" Allah Ta'ala berfirman: "Apakah kamu tidak tahu,
bahwa hamba-Ku si Fulan minta makan kepadamu tetapi kamu tidak memberinya
makan. Apakah kamu tidak tahu seandainya kamu memberinya makan niscaya engkau
mendapatkannya di sisi-Ku?" "Hai, anak Adam! Aku minta minum
kepadamu, mengapa kamu tidak memberi-Ku minum?" Jawab anak Adam;
"Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi Engkau minum, padahal Engkau
Tuhan semesta alam?" Allah Ta'ala menjawab: "Hamba-Ku si Fulan minta
minum kepadamu, tetapi kamu tidak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya kamu
memberinya minum, niscaya kamu mendapatkannya di sisi-Ku." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيعًا عَنْ يَزِيدَ
وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ
الْأَحْوَلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ وَهُوَ أَبُو قِلَابَةَ عَنْ أَبِي
الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ
مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي
خُرْفَةِ الْجَنَّةِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ
جَنَاهَا حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ
عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan
Zuhair bin Harb seluruhnya dari Yazid dan lafazh ini milik Zuhair; Telah
menceritakan kepada kami Yazid bin Harun; Telah mengabarkan kepada kami 'Ashim
Al Ahwal dari 'Abdullah bin Zaid yaitu Abu Qilabah dari Abu Al Asy'ats Ash
Shan'ani dari Abu Asma' Ar Rahabi dari Tsauban -budak- Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:
"Apabila seorang muslim mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka orang
itu senantiasa berada dalam sebuah taman surga. Beliau ditanya; Bagaimana taman
surga itu? Beliau menjawab: 'Taman yang penuh dengan buah-buahan yang dapat
dipetiknya.' Telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'id; Telah menceritakan
kepada kami Marwan bin Mu'awiyah dari 'Ashim Al Ahwal melalui jalur ini. [HR Muslim]
Pahala berdoa di
sisi orang sakit
حَدَّثَنَا
الرَّبِيعُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَبُو خَالِدٍ
عَنْ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَادَ مَرِيضًا
لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ أَسْأَلُ اللَّهَ
الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ
مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ
Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi' bin Yahya, telah
menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Yazid? Abu
Khalid dari Al Minhal bin 'Amr dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Barangsiapa yang
mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya kemudian ia mengucapkan (doa)
di sebelahnya sebanyak tujuh kali: AS ALULLAAHAL 'AZHIIM RABBAL 'ARSYIL 'AZHIIM
AN YASYFIYAKA (aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung
semoga Dia menyembuhkanmu), maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit
tersebut. [HR
Tirmidzi dan Abu Daud]
Pahala akhlaq yang
baik
حَدَّثَنَا
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا جَرِيرٌ
عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حِينَ قَدِمَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْكُوفَةِ فَذَكَرَ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا
مُتَفَحِّشًا وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا قَالَ عُثْمَانُ حِينَ قَدِمَ
مَعَ مُعَاوِيَةَ إِلَى الْكُوفَةِ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي
شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ
حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا أَبُو
خَالِدٍ يَعْنِي الْأَحْمَرَ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
مِثْلَهُ
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan 'Utsman
bin Abu Syaibah keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al
A'masy dari Syaqiq dari Masruq dia berkata; 'Kami menemui Abdullah bin Amru
ketika Mu'awiyah datang ke Kufah, kemudian dia ingat Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam seraya berkata; "Beliau tidak pernah berbuat kejelekan
dan tidak menyuruh untuk berbuat kejelekan." Lalu Abdullah bin Amru
berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya
orang-orang pilihan di antara kamu ialah yang paling indah budi
pekertinya." Utsman berkata; 'Ketika dia datang bersama Mu'awiyah ke
Kufah.' Dan telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah
menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki'; Demikian juga diriwayatkan
dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah
menceritakan kepada kami Bapakku; Demikian juga diriwayatkan dari jalur
lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al Asyaj; Telah
menceritakan kepada kami Abu Khalid yaitu Al Ahmar seluruhnya dari Al A'masy
melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. [HR Bukhori Muslim]
Pahala malu
حَدَّثَنَا
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ
وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا
إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah
menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari Abdullah bin Dinar dari Abu
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh tiga sampai tujuh puluh
sembilan, atau enam puluh tiga sampai enam puluh sembilan cabang. Yang paling
utama adalah perkataan, LAA ILAAHA ILLALLAHU (Tidak ada tuhan yang berhak
disembah selain Allah). Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan
dari jalan. Dan malu itu adalah sebagian dari iman." [HR Bukhori Muslim]
Pahala jujur
حَدَّثَنَا
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ
عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى
الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ
حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ
الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ
كَذَّابًا
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan 'Utsman
bin Abu Syaibah serta Ishaq bin Ibrahim. Ishaq berkata; Telah mengabarkan
kepada kami Sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami
Jarir dari Manshur dari Abu Wail dari 'Abdullah dia berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya kejujuran itu akan
membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang
yang senantiasa berlaku jujur maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur.
Dan sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan pada kejahatan. Dan sesungguhnya
kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kedustaan,
maka ia akan dicatat sebagai pendusta." [HR Bukhori Muslim]
Pahala kelembutan
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي
عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مَنْ لَقِيَ الْوَفْدَ الَّذِينَ
قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَبْدِ
الْقَيْسِ قَالَ سَعِيدٌ وَذَكَرَ قَتَادَةُ أَبَا نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
الْخُدْرِيِّ فِي حَدِيثِهِ هَذَا أَنَّ أُنَاسًا مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ قَدِمُوا
عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا نَبِيَّ
اللَّهِ إِنَّا حَيٌّ مِنْ رَبِيعَةَ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ كُفَّارُ مُضَرَ
وَلَا نَقْدِرُ عَلَيْكَ إِلَّا فِي أَشْهُرِ الْحُرُمِ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ
نَأْمُرُ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا وَنَدْخُلُ بِهِ الْجَنَّةَ إِذَا نَحْنُ أَخَذْنَا
بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمُرُكُمْ بِأَرْبَعٍ
وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ اعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَصُومُوا رَمَضَانَ وَأَعْطُوا
الْخُمُسَ مِنْ الْغَنَائِمِ وَأَنْهَاكُمْ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ الدُّبَّاءِ
وَالْحَنْتَمِ وَالْمُزَفَّتِ وَالنَّقِيرِ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا
عِلْمُكَ بِالنَّقِيرِ قَالَ بَلَى جِذْعٌ تَنْقُرُونَهُ فَتَقْذِفُونَ فِيهِ مِنْ
الْقُطَيْعَاءِ قَالَ سَعِيدٌ أَوْ قَالَ مِنْ التَّمْرِ ثُمَّ تَصُبُّونَ فِيهِ
مِنْ الْمَاءِ حَتَّى إِذَا سَكَنَ غَلَيَانُهُ شَرِبْتُمُوهُ حَتَّى إِنَّ
أَحَدَكُمْ أَوْ إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَضْرِبُ ابْنَ عَمِّهِ بِالسَّيْفِ قَالَ
وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ أَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ كَذَلِكَ قَالَ وَكُنْتُ
أَخْبَؤُهَا حَيَاءً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَقُلْتُ فَفِيمَ نَشْرَبُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فِي أَسْقِيَةِ الْأَدَمِ
الَّتِي يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضَنَا
كَثِيرَةُ الْجِرْذَانِ وَلَا تَبْقَى بِهَا أَسْقِيَةُ الْأَدَمِ فَقَالَ نَبِيُّ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ
وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ وَإِنْ أَكَلَتْهَا الْجِرْذَانُ قَالَ وَقَالَ
نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ
إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ
أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنِي غَيْرُ وَاحِدٍ
لَقِيَ ذَاكَ الْوَفْدَ وَذَكَرَ أَبَا نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ لَمَّا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ غَيْرَ أَنَّ فِيهِ
وَتَذِيفُونَ فِيهِ مِنْ الْقُطَيْعَاءِ أَوْ التَّمْرِ وَالْمَاءِ وَلَمْ يَقُلْ
قَالَ سَعِيدٌ أَوْ قَالَ مِنْ التَّمْرِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah
menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin
Abu Arubah dari Qatadah dia berkata, "Orang yang bertemu utusan dari
kalangan Abdul Qais yang menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
menceritakan kepada kami, Sa'id berkata, Qatadah menyebutkan Abu Dlamrah dari
Abu Sa'id al-Khudri dalam haditsnya ini, bahwa orang-orang dari kalangan Abdul
Qais menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata, 'Wahai
Nabi Allah, sesungguhnya kami penduduk desa dari kabilah Rabi'ah, dan sungguh
para (kafir) Mudlar telah menghalangi antara kami dan kamu, sehingga kita tidak
bisa (selamat) menujumu kecuali pada bulan Haram, maka perintahkanlah kepada
kami untuk mengamalkan suatu perintah agar kami dapat mendakwahkannya kepada
orang-orang yang ada di belakang kami sehingga dengannya kami masuk surga
apabila kami berpegang teguh padanya.' Beliau bersabda: "Saya
memerintahkan kepada kalian dengan empat perkara dan melarang kalian dari empat
perkara: Yaitu sembahlah Allah, dan janganlah kamu mensyirikkan-Nya dengan
sesuatu apa pun, dirikankan shalat, tunaikanlah zakat, berpuasalah Ramadlan,
dan berikanlah seperlima dari harga ghanimah, dan aku melarang kalian membuat
perasan arak dalam ad-Duba`, al-Hantam, al-Muzaffat dan an-Naqir." Mereka
bertanya, 'Wahai Nabi Allah, apa pengetahuanmu tentang an-Naqir? ' Beliau
bersabda: "Batang pohon yang diukir (dilubangi) lalu kamu memasukkan ke
dalamnya kurma." Sa'id berkata, "Atau beliau bersabda: "dari
pohon kurma. Kemudian kamu memasukkan air ke dalamnya hingga apabila air
didihnya telah tenang, maka kalian meminumnya hingga salah seorang dari kalian
-atau salah seorang dari mereka- sungguh akan memukul pamannya dengan pedang',
dia berkata, 'Dan pada kaum tersebut terdapat seorang laki-laki yang terkena
luka juga.' Dia berkata lagi, 'Aku menyembunyikannya karena malu kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku bertanya, 'Maka pada wadah
apa kita boleh minum wahai Rasululah? ' Beliau menjawab, 'Pada wadah kulit
(yang sudah disamak) yang sudah ditutup pada mulutnya.' Mereka bertanya, 'Wahai
Rasulullah, sesungguhnya tanah kami banyak tikus, sehingga tidak tersisa
padanya minuman pada wadah kulit (yang sudah disamak), ' maka Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Dan walaupun dimakan tikus, dan walaupun
dimakan tikus, dan walaupun dimakan tikus." Perawi berkata, "Dan Nabi
Allah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Asyajj Abdul Qais:
'Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang disukai Allah, yaitu; sabar
dan berhati-hati'." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami
Ibnu Abu Adi dari Sa'id dari Qatadah dia berkata, telah menceritakan kepada
kami bukan hanya satu perawi bertemu dengan utusan tersebut. Dan Abu Nadlrah
menyebutkan dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa utusan Abdul Qais ketika menghadap
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan semisal hadits Ibnu Ulayyah,
hanya saja di dalamnya disebutkan, "Dan di dalamnya kalian campurkan
dengan kurma, atau kurma dan air, " dan dia tidak mengatakan, "Said
berkata, 'atau berkata, 'dengan kurma'." [HR Muslim]
Pahala memaafkan
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا
إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا
نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah
dan Ibnu Hujr mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu
Ja'far dari Al A'laa dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi
harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah
akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena
Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." [HR Muslim]
Pahala mengasihi
orang-orang lemah
حَدَّثَنَا
إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي
صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ
الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ
يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا
الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ
فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ
لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ
أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan
kepadaku Malik dari Sumayya bekas budak Abu Bakr, dari Abu Shalih As Samman
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pada suatu ketika ada seorang laki-laki sedang berjalan melalui suatu
jalan, lalu dia merasa sangat kehausan. Kebetulan dia menemukan sebuah sumur,
maka dia turun ke sumur itu untuk minum. Setelah keluar dari sumur, dia melihat
seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan. Orang
itu berkata dalam hatinya; 'Alangkah hausnya anjing itu, seperti yang baru ku
alami.' Lalu dia turun kembali ke sumur, kemudian dia menciduk air dengan
sepatunya, dibawanya ke atas dan diminumkannya kepada anjing itu. Maka Allah
berterima kasih kepada orang itu (diterima-Nya amalnya) dan diampuni-Nya
dosanya.' Para sahabat bertanya; 'Ya, Rasulullah! Dapat pahalakah kami bila
menyayangi hewan-hewan ini? ' Jawab beliau: 'Ya, setiap menyayangi makhluk
hidup adalah berpahala." [HR Bukhori Muslim]
و
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي
جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ
سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ قَدْ كَادَ يَقْتُلُهُ
الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ
مُوقَهَا فَاسْتَقَتْ لَهُ بِهِ فَسَقَتْهُ إِيَّاهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ
Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah
mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Jarir
bin Hazim dari Ayyub As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Pada suatu ketika ada seekor
anjing mengelilingi sebuah sumur. Anjing itu hampir mati kehausan. Tiba-tiba
dia terlihat oleh seorang wanita pelacur dari bangsa Israil. Maka dia membuka
sepatu botnya. Kemudian dia menciduk air dengan sepatunya, lalu anjing itu
diberi minum. Karena hal itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengampuni dosa-dosa
wanita itu." [HR
Muslim]
Pahala menutupi aib
saudara sesama muslim
حَدَّثَنِي
أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ الْعَيْشِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ
حَدَّثَنَا رَوْحٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَسْتُرُ اللَّهُ عَلَى
عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepadaku Umayyah bin Bistham Al 'Aisyi;
Telah menceritakan kepada kami Yazid yaitu Ibnu Zurai'; Telah menceritakan
kepada kami Rauh dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah
subhanahu wata'ala tidak menutupi seorang hamba di dunia, kecuali Allah juga
akan menutupinya pada hari kiamat kelak." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى
أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ
عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ
الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ
أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ
بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ
اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ
عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ
وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ
يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ
حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَاه نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا
أَبُو أُسَامَةَ قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ
أَبِي صَالِحٍ وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ صَخَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ أَبِي أُسَامَةَ لَيْسَ
فِيهِ ذِكْرُ التَّيْسِيرِ عَلَى الْمُعْسِرِ
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya At Tamimi dan
Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al 'Ala Al Hamdani -dan lafadh ini
milik Yahya- dia berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan berkata yang
lainnya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan
dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat.
Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka
Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib
seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan
selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama
muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan
memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu
masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi
ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan
menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang
siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya.' Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin Numair telah menceritakan
kepada kami Bapakku Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah
menceritakannya kepada kami Nashr bin 'Ali Al Jahdhami telah menceritakan
kepada kami Abu Usamah mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Al A'masy
-telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair- dari Abu Shalih. Sebagaimana di
dalam hadits Abu Usamah Telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu
Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata dengan
lantang, -sebagaimana Hadits Abu Mu'awiyah, hanya saja di dalam Hadits Abu
Usamah tidak disebutkan; memberi kemudahan kepada orang yang kesusahan.' [HR Muslim]
Pahala cinta karena
Alloh
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ
قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَاءَ رَجُلٌ
إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ كَيْفَ تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ
أَحَبَّ تَابَعَهُ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ وَسُلَيْمَانُ بْنُ قَرْمٍ وَأَبُو
عَوَانَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah
menceritakan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Abu Wa`il dia berkata;
Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; "Seorang laki-laki datang
kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya bertanya; "Wahai
Rasulullah, bagaimana anda mengatakan mengenai seseorang yang mencintai suatu
kaum, namun dia sendiri belum pernah bertemu dengan kaum tersebut?" maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seseorang akan bersama
dengan yang di cintainya." Hadits ini juga diperkuat oleh Jarir bin Hazim
dan Sulaiman bin Qarm serta Abu 'Awanah dari Al A'masy dari Abu Wa`il dari
Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ
بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ
كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ
عَبْدًا لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ
فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى
فِي النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb berkata,
telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qotadah dari Anas bin Malik dari
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga (perkara) yang
apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Allah dan
Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Dan siapa yang bila mencintai
seseorang, dia tidak mencintai orang itu kecuali karena Allah 'azza wajalla.
Dan siapa yang benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar
ke neraka". [HR
Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ
عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا
عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ
وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا
تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا
فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar
berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah
menceritakan kepadaku Khubaib bin 'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu
Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh
golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang
menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang
hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena
Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah,
seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi
cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang bersedekah
dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada
Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena
menangis."
[HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ عَنْ أَبِي الْحُبَابِ
سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ
الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ
إِلَّا ظِلِّي
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik
bin Anas dari apa yang telah dibacakan kepadanya dari 'Abdullah bin 'Abdur
Rahman bin Ma'mar dari Abu Al Hubab Sa'id bin Yasar dari Abu Hurairah dia
berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya
Allah Ta'ala berfirman pada hari kiamat kelak: "Mana orang-orang yang
saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka, di mana tidak
ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku." [HR Muslim]
Pahala mengucapkan
salam
حَدَّثَنَا
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ
الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى
تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ
إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ و حَدَّثَنِي
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي
بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي
مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٍ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah
telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki' dari al-A'masy dari Abu
Shalih dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman,
dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku
tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian
akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian." Dan telah
menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah memberitakan kepada kami Jarir dari
al-A'masy dengan sanad ini. Dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian
tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, " sebagaimana hadits Abu
Mu'awiyah dan Waki'." [HR Muslim]
Pahala mendahului
mengucapkan salam
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ الذُّهْلِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ
أَبِي خَالِدٍ وَهْبٍ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ الْحِمْصِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَوْلَى
النَّاسِ بِاللَّهِ مَنْ بَدَأَهُمْ بِالسَّلَامِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Faris
Adz Dzuhli berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ashim dari Abu Khalid
Wahb dari Abu Sufyan Al Himshi dari Abu Umamah ia berkata, "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang paling utama di sisi
Allah adalah orang yang memulai dalam mengucapkan salam." [HR Tirmidzi dan Abu Daud]
Pahala mengucapkan
salam di saat masuk rumah
حَدَّثَنَا
عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَتِيقٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ
بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ سَمَاعَةَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ
حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ حَبِيبٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ
ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ
فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ
يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ
فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ
يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلَامٍ
فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Telah menceritakan kepada kami Abdussalam bin 'Atiq, telah
menceritakan kepada kami Abu Mushir, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin
Abdullah bin Sama'ah, telah menceritakan kepada kami Al Auza'i, telah
menceritakan kepadaku Sulaiman bin Habib, dari Abu Umamah Al Bahili, dari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Tiga golongan,
seluruhnya mendapat jaminan dari Allah 'azza wajalla, yaitu: orang yang keluar
untuk berperang di jalan Allah, maka ia mendapat jaminan dari Allah hingga
Allah mematikannya dan memasukkannya ke dalam Surga, atau memberikan kepadanya
apa yang ia peroleh berupa pahala atau rampasan perang. Dan seorang laki-laki
yang pergi ke masjid, maka ia mendapat jaminan dari Allah hingga Dia
mematikannya dan memasukkannya ke dalam surga atau memberikan kepadanya apa
yang ia peroleh berupa pahala dan ghanimah, serta seorang laki-laki yang
memasuki rumahnya dengan mengucapkan salam maka ia mendapat jaminan dari Allah
'azza wajalla." [HR Abu Daud]
Pahala menampakkan
muka berseri
حَدَّثَنِي
أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو
عَامِرٍ يَعْنِي الْخَزَّازَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ
أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Telah menceritakan kepadaku Abu Ghassan Al Misma'i; Telah
menceritakan kepada kami 'Utsman bin 'Umar; Telah menceritakan kepada kami Abu
'Amir yaitu Al Khazzaz dari Abu 'Imran Al Jauni dari 'Abdullah bin Ash Shamit
dari Abu Dzar dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadaku:
"Janganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun
kamu hanya bermanis muka kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu." [HR Muslim]
Pahala amar ma’ruf
nahi munkar
حَدَّثَنِي
عَمْرٌو النَّاقِدُ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ
وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ
قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ
جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ
الْمِسْوَرِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ
اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ
وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا
تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ
مَا لَا يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ
جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ
مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ قَالَ أَبُو
رَافِعٍ فَحَدَّثْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَأَنْكَرَهُ عَلَيَّ فَقَدِمَ
ابْنُ مَسْعُودٍ فَنَزَلَ بِقَنَاةَ فَاسْتَتْبَعَنِي إِلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ
بْنُ عُمَرَ يَعُودُهُ فَانْطَلَقْتُ مَعَهُ فَلَمَّا جَلَسْنَا سَأَلْتُ ابْنَ
مَسْعُودٍ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَحَدَّثَنِيهِ كَمَا حَدَّثْتُهُ ابْنَ عُمَرَ
قَالَ صَالِحٌ وَقَدْ تُحُدِّثَ بِنَحْوِ ذَلِكَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ و
حَدَّثَنِيهِ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ بْنِ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي
مَرْيَمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي
الْحَارِثُ بْنُ الْفُضَيْلِ الْخَطْمِيُّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ عَنْ أَبِي
رَافِعٍ مَوْلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ مَا كَانَ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ كَانَ لَهُ حَوَارِيُّونَ يَهْتَدُونَ
بِهَدْيِهِ وَيَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِهِ مِثْلَ حَدِيثِ صَالِحٍ وَلَمْ يَذْكُرْ
قُدُومَ ابْنِ مَسْعُودٍ وَاجْتِمَاعِ ابْنِ عُمَرَ مَعَهُ
Telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Abu Bakar
bin an-Nadlr serta Abd bin Humaid dan lafazh tersebut milik Abd. Mereka
berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd dia
berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih bin Kaisan dari
al-Harits dari Ja'far bin Abdullah bin al-Hakam dari Abdurrahman bin al-Miswar
dari Abu Rafi' dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada
suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang
teguh sunah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah
setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan,
dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad
dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad
dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad
dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada
keimanan sebiji sawi." Abu Rafi' berkata, "Lalu aku menceritakan
kepada Abdullah bin Umar, namun ia mengingkariku. Ketika Ibnu Mas'ud datang dan
singgah pada Qanah, Abdullah bin Umar mengikutiku mengajakku untuk mengikuti
Ibnu Mas'ud, maka ketika kami duduk, aku bertanya kepada Ibnu Mas'ud tentang
hadits ini, maka dia menceritakannya hadits tersebut kepadaku sebagaimana aku
menceritakannya kepada Ibnu Umar." Shalih berkata, "Sungguh telah
diceritakan seperti itu dari Abu Rafi'." Dan telah menceritakan kepada
kami Abu Bakar bin Ishaq bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu
Maryam telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dia berkata,
telah mengabarkan kepadaku al-Harits bin al-Fudlail al-Hathmi dari Ja'far bin
Abdullah bin al-Hakam dari Abdurrahman bin Miswar bin Makhramah dari Abu Rafi'
mantan budak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dari Abdullah bin Mas'ud bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah ada Nabi
melainkan dia memiliki pembela yang meminta petunjuk dengan petunjuknya, dan
mengambil sunnah dengan sunnahnya, " seperti hadits Shalih, namun ia tidak
menyebutkan kedatangan Ibnu Mas'ud dan berkumpulnya Ibnu Umar bersamanya."
[HR Muslim]
حَدَّثَنَا
عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ
حَدَّثَنِي الشَّعْبِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمَا يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ
الْمُدْهِنِ فِي حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا مَثَلُ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا
سَفِينَةً فَصَارَ بَعْضُهُمْ فِي أَسْفَلِهَا وَصَارَ بَعْضُهُمْ فِي أَعْلَاهَا
فَكَانَ الَّذِي فِي أَسْفَلِهَا يَمُرُّونَ بِالْمَاءِ عَلَى الَّذِينَ فِي
أَعْلَاهَا فَتَأَذَّوْا بِهِ فَأَخَذَ فَأْسًا فَجَعَلَ يَنْقُرُ أَسْفَلَ
السَّفِينَةِ فَأَتَوْهُ فَقَالُوا مَا لَكَ قَالَ تَأَذَّيْتُمْ بِي وَلَا بُدَّ
لِي مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ أَخَذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَنْجَوْهُ وَنَجَّوْا
أَنْفُسَهُمْ وَإِنْ تَرَكُوهُ أَهْلَكُوهُ وَأَهْلَكُوا أَنْفُسَهُمْ
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh bin Ghiyats
telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy
berkata, telah menceritakan kepadaku Asy Sya'biy bahwa dia mendengar An Nu'man
bin Basyir radliallahu 'anhuma berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah
bersabda: "Perumpamaan orang yang menerjang hukum Allah dan orang berada
padanya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal, lalu
sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di bagian bawah dan sebagian lagi
di atas perahu. Lalu orang yang berada di bawah perahu bila mereka mencari air
untuk minum, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atas sehingga
mengganggu orang yang diatas. Lalu salah seorang yang dibawa mengambil kapak
untuk membuat lubang di bawah kapal. Maka orang-orang yang di atas
mendatanginya dan berkata: "Apa yang kamu lakukan?" Orang yang di
bawah berkata: "Kalian telah terganggu karena aku sedangkan aku memerlukan
air". Maka bila orang yang berada di atas mencegah dengan tangan mereka
maka mereka telah menyelamatkan orang tadi dan menyelamatkan diri mereka
sendiri, namun apabila mereka membiarkan saja apa berarti dia telah
membinasakan orang itu dan diri mereka sendiri". [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ
بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ
عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ عَنْ
أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي
وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ
لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ
صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ
تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ
صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي
أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ
وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا
فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin
Asma` Adl Dluba'i Telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun Telah
menceritakan kepada kami Washil maula Abu Uyainah, dari Yahya bin Uqail dari
Yahya bin Ya'mar dari Abul Aswad Ad Dili dari Abu Dzar bahwa beberapa orang
dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada beliau,
"Wahai Rosulullah, orang-orang kaya dapat memperoleh pahala yang lebih
banyak. Mereka shalat seperti kami shalat, puasa seperti kami puasa dan
bersedekah dengan sisa harta mereka." Maka beliau pun bersabda:
"Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk
bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah
sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah
sedekah, amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang
dari kalian pun terdapat sedekah." Mereka bertanya, "Wahai
Rasulullah, jika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya,
apakah akan mendapatkan pahala?" beliau menjawab: "Bagaimana
sekiranya kalian meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah kalian
berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila kalian meletakkannya pada tempat yang
halal, maka kalian akan mendapatkan pahala." [HR Muslim]
Pahala sabar atas
musibah
حَدَّثَنَا
أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي
عَطَاءُ بْنُ يَزِيدَ اللَّيْثِيُّ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ
أَنَّ أُنَاسًا مِنْ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَسْأَلْهُ أَحَدٌ مِنْهُمْ إِلَّا أَعْطَاهُ حَتَّى
نَفِدَ مَا عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُمْ حِينَ نَفِدَ كُلُّ شَيْءٍ أَنْفَقَ
بِيَدَيْهِ مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لَا أَدَّخِرْهُ عَنْكُمْ وَإِنَّهُ
مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ
مِنْ الصَّبْرِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan
kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku
'Atha` bin Yazid Al Laitsi bahwa Abu Sa'id Al Khudri telah mengabarkan kepada
mereka bahwa beberapa kaum Anshar meminta (sedekah) kepada Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, dan tidaklah salah seorang dari mereka meminta
melainkan beliau akan memberinya, hingga habislah apa yang ada pada beliau.
Ketika apa yang ada pada beliau telah habis (diinfaqkan), beliau bersabda
kepada mereka: "Jika kami memiliki kebaikan, maka kami tidak akan
menyimpannya dari kalian semua, namun barangsiapa merasa cukup maka Allah akan
mencukupkan baginya, barangsiapa berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya
sabar dan barangsiapa merasa (berusaha) kaya maka Allah akan mengayakannya. Dan
sungguh, tidaklah kalian diberi sesuatu yang lebik baik dan lebih lapang dari
kesabaran." [HR
Bukhori Muslim]
Pahala sakit
حَدَّثَنَا
عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ
عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُوعَكُ فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلْ إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ
مِنْكُمْ قَالَ فَقُلْتُ ذَلِكَ أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا
سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ
وَرَقَهَا وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي حَدَّثَنَا أَبُو
بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ
ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ
يُونُسَ وَيَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي غَنِيَّةَ كُلُّهُمْ عَنْ
الْأَعْمَشِ بِإِسْنَادِ جَرِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ وَزَادَ فِي حَدِيثِ أَبِي
مُعَاوِيَةَ قَالَ نَعَمْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا عَلَى الْأَرْضِ
مُسْلِمٌ
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah dan
Zuhair bin Harb serta Ishaq bin Ibrahim. Ishaq berkata; Telah mengabarkan
kepada kami sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami
Jarir dari Al A'masy dari Ibrahim At Tamimi dari Al Harits bin Suwaid dari
'Abdullah dia berkata; "Aku datang mengunjungi Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam ketika beliau sakit, lalu kuraba beliau seraya berkata,
"Ya, Rasulullah! Demam Anda bertambah keras." Jawab beliau:
"Memang demamku sama dengan demam dua orang dari kalian." Kataku
pula; "Semoga Anda mendapat pahala berganda pula." Jawab beliau;
"Semoga demikian!" Kemudian beliau bersabda: "Tidak ada seorang
muslim yang ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, melainkan dihapuskan
oleh Allah Ta'ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan
daunnya." Namun di dalam Hadits Zuhair tidak disebutkan 'lafazh; lalu aku
meraba tubuh beliau.' Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah
dan Abu Kuraib berkata telah menceritakan kepadaku Abu Mu'awiyah Demikian juga
diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad
bin Rofi' telah menceritakan kepadaku 'Abdur Razzaq; Telah menceritakan kepada
kami Sufyan; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah
menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim; Telah mengabarkan kepada kami 'Isa
bin Yunus dan Yahya bin 'Abdul Malik bin Abu Ghaniyyah seluruhnya dari Al
A'masy melalui sanad Jarir dengan Hadits yang serupa. Di dalam Hadits Abu
Mu'awiyah disebutkan dengan lafazh 'Na'am.' (ya), Demi jiwaku yang berada di
tangan-Nya, tidaklah seorang muslim di muka bumi ini.' [HR Bukhori Muslim]
Pahala demam
حَدَّثَنِي
عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ
حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ حَدَّثَنَا
جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ أَوْ أُمِّ الْمُسَيَّبِ فَقَالَ مَا
لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ تُزَفْزِفِينَ قَالَتْ
الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا فَقَالَ لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا
تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Telah menceritakan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Umar Al
Qawariri; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai'; Telah menceritakan
kepada kami Al Hajjaj Ash Shawwaf; Telah menceritakan kepadaku Abu Az Zubair;
Telah menceritakan kepada kami Jabir bin 'Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam datang berkunjung ke rumah Ummu Saib atau Ummu Musayyab, maka
beliau bertanya: "Sakit apa kamu sampai menggigil begitu?" Jawab Ummu
Saib; "Demam! Yang Allah Ta'ala tidak memberi berkah dengannya." Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kamu menyalahkan
penyakit, karena penyakit itu dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak
Adam, seperti halnya Kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan
karat-karat besi." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ
إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ
عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُوعَكُ فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ
اللَّهِ إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلْ إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ
مِنْكُمْ قَالَ فَقُلْتُ ذَلِكَ أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا
سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ
وَرَقَهَا وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي حَدَّثَنَا أَبُو
بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ
ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ
يُونُسَ وَيَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي غَنِيَّةَ كُلُّهُمْ عَنْ
الْأَعْمَشِ بِإِسْنَادِ جَرِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ وَزَادَ فِي حَدِيثِ أَبِي
مُعَاوِيَةَ قَالَ نَعَمْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا عَلَى الْأَرْضِ
مُسْلِمٌ
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah dan
Zuhair bin Harb serta Ishaq bin Ibrahim. Ishaq berkata; Telah mengabarkan
kepada kami sedangkan yang lainnya berkata; Telah menceritakan kepada kami
Jarir dari Al A'masy dari Ibrahim At Tamimi dari Al Harits bin Suwaid dari
'Abdullah dia berkata; "Aku datang mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam ketika beliau sakit, lalu kuraba beliau seraya berkata, "Ya,
Rasulullah! Demam Anda bertambah keras." Jawab beliau: "Memang
demamku sama dengan demam dua orang dari kalian." Kataku pula;
"Semoga Anda mendapat pahala berganda pula." Jawab beliau; "Semoga
demikian!" Kemudian beliau bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang
ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, melainkan dihapuskan oleh Allah
Ta'ala dosa-dosanya, seperti sebatang pohon yang menggugurkan daunnya."
Namun di dalam Hadits Zuhair tidak disebutkan 'lafazh; lalu aku meraba tubuh
beliau.' Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu
Kuraib berkata telah menceritakan kepadaku Abu Mu'awiyah Demikian juga
diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad
bin Rofi' telah menceritakan kepadaku 'Abdur Razzaq; Telah menceritakan kepada
kami Sufyan; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah
menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim; Telah mengabarkan kepada kami 'Isa
bin Yunus dan Yahya bin 'Abdul Malik bin Abu Ghaniyyah seluruhnya dari Al
A'masy melalui sanad Jarir dengan Hadits yang serupa. Di dalam Hadits Abu
Mu'awiyah disebutkan dengan lafazh 'Na'am.' (ya), Demi jiwaku yang berada di
tangan-Nya, tidaklah seorang muslim di muka bumi ini.' [HR Bukhori Muslim]
Pahala sabar atas
kebutaan
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ
الْهَادِ عَنْ عَمْرٍو مَوْلَى الْمُطَّلِبِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ
عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ يُرِيدُ عَيْنَيْهِ تَابَعَهُ أَشْعَثُ بْنُ
جَابِرٍ وَأَبُو ظِلَالِ بْنُ هِلَالٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah
menceritakan kepada kami Al Laits dia berkata; telah menceritakan kepadaku Ibnu
Al Hadi dari 'Amru bekas budak Al Mutthalib, dari Anas bin Malik radliallahu
'anhu dia berkata; saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah berfirman; "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan penyakit pada
kedua matanya, kemudian ia mampu bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan
surga." maksud (habibataihi) adalah kedua matanya. Hadits ini juga
diperkuat oleh riwayat Asy'ats bin Jabir dan Abu Dzilal bin Hilal dari Anas
dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْجُمَحِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ
مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو ظِلَالٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ إِذَا أَخَذْتُ
كَرِيمَتَيْ عَبْدِي فِي الدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ جَزَاءٌ عِنْدِي إِلَّا
الْجَنَّةَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ
أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَأَبُو ظِلَالٍ
اسْمُهُ هِلَالٌ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu'awiyah Al
Jumahi telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim telah menceritakan
kepada kami Abu Dzilal dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa salam bersabda: " Allah berfirman: "Bila Aku ambil kedua
biji mata hamba di dunia, tidak ada balasan baginya disisi-Ku selain
surga." Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abu Hurairah, Zaid bin Arqam.
Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib dari sisi sanad ini dan nama Abu
Dzilal adalah Hilal. [HR Tirmizi]
حَدَّثَنَا
مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ
عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ إِلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ
وَجَلَّ مَنْ أَذْهَبْتُ حَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ وَاحْتَسَبَ لَمْ أَرْضَ لَهُ
ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ وَفِي الْبَاب عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ
أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah
menceritakan kepada kami 'Abdur Razzaq telah mengkhabarkan kepada kami Sufyan
dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia memarfu'kannya kepada nabi
Shallallahu 'alaihi wa Salam, ia berkata: Allah 'azza wajalla berfirman:
"Barangsiapa yang Aku lenyapkan kedua matanya, lantas ia bersabar dan
mengharap pahala, aku tidak merelakan pahala baginya selain surga." Dalam
hal ini ada hadits serupa dari 'Irbadl bin Sariyah. Berkata Abu Isa: Hadits ini
hasan shahih. [HR
Tirmidzi]
Pahala
menyingkirkan duri dari jalan
حَدَّثَنِي
إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ
يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَيُعِينُ
الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا
مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ
يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ
صَدَقَةٌ
Telah bercerita kepadaku Ishaq telah mengabarkan kepada kami
'Abdur Rozzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam dari Abu
Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya shadaqah dan
setiap hari terbitnya matahari seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang
bertikai adalah shadaqah dan menolong seseorang untuk menaiki hewan
tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tungganyannya
adalah shadaqah dan ucapan yang baik adalah shadaqah dan setiap langkah yang
dijalankan munuju shalat adalah shadaqah dan menyingkirkan sesuatu yang bisa
menyakiti atau menghalngi orang dari jalan adalah shadaqah". [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ
غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَذَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan
kepada kami Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu
'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada seorang
laki-laki yang sedang berjalan lalu menemuklan potongan duri di jalan lalu
diambilnya. Kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya". [HR Bukhori]
حَدَّثَنِي
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ
رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ
هَذَا عَنْ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah
menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dia
berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Pada suatu ketika
ada seseorang yang melewati sebatang ranting pohon yang menjuntai ke jalan.
Kemudian orang tersebut berkata; 'Demi Allah, saya akan menyingkirkan ranting
pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin yang lewat.' Akhirnya orang
tersebut dimasukkan ke dalam surga.'" [HR Muslim]
حَدَّثَنَاه
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا
شَيْبَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي
الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي
النَّاسَ
Telah menceritakannya kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah;
Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah; Telah menceritakan kepada kami
Syaiban dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sungguh aku melihat seseorang sedang
berbahagia di surga dikarenakan ia telah memotong batang pohon yang menjuntai
ke jalan yang mengganggu orang lewat." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ
زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ نَزَعَ رَجُلٌ لَمْ
يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ غُصْنَ شَوْكٍ عَنْ الطَّرِيقِ إِمَّا كَانَ فِي شَجَرَةٍ
فَقَطَعَهُ وَأَلْقَاهُ وَإِمَّا كَانَ مَوْضُوعًا فَأَمَاطَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ
لَهُ بِهَا فَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ
Pahala membunuh
ular dan cicak
و
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ
سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ فَلَهُ
كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً وَمَنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ فَلَهُ
كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الْأُولَى وَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ
الثَّالِثَةِ فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً لِدُونِ الثَّانِيَةِ حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ
حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا
إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ زَكَرِيَّاءَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا
وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ كُلُّهُمْ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى حَدِيثِ
خَالِدٍ عَنْ سُهَيْلٍ إِلَّا جَرِيرًا وَحْدَهُ فَإِنَّ فِي حَدِيثِهِ مَنْ
قَتَلَ وَزَغًا فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِي الثَّانِيَةِ
دُونَ ذَلِكَ وَفِي الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنِي ابْنَ زَكَرِيَّاءَ عَنْ سُهَيْلٍ
حَدَّثَتْنِي أُخْتِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِي أَوَّلِ ضَرْبَةٍ سَبْعِينَ حَسَنَةً
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya; Telah
mengabarkan kepada kami Khalid bin 'Abdullah dari Suhail dari Bapaknya dari Abu
Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barang siapa yang membunuh cecak satu kali pukul, maka dituliskan baginya
pahala sebanyak begini dan begini kebaikan. Dan barang siapa yang membunuhnya
dua kali pukul, maka dituliskan baginya pahala sebanyak begini dan begini
kebaikan berkurang dari pukulan pertama. Dan siapa yang membunuhnya tiga kali
pukul, maka pahalanya kurang lagi dari itu." Dan telah menceritakan kepada
kami Qutaibah bin Sa'id; Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah; Demikian
juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair
bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Jarir; Demikian juga diriwayatkan dari
jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah;
Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Zakaria; Demikian juga
diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib;
Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan seluruhnya dari Suhail dari
Bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang semakna
dengan Hadits Khalid dari Suhail. Kecuali Jarir dia mengatakan di dalam
Haditsnya; 'Barang siapa yang membunuh cecak sekali pukul, maka dituliskan
baginya pahala seratus kebaikan, dan barang siapa memukulnya lagi, maka baginya
pahala yang kurang dari pahala pertama. Dan barang siapa memukulnya lagi, maka
baginya pahala lebih kurang dari yang kedua. Dan telah menceritakan kepada kami
Muhammad bin Ash Shabbah; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu
Zakaria dari Suhail; Telah menceritakan kepadaku Saudara perempuanku dari Abu
Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: 'Pada
pukulan pertama terdapat tujuh puluh kebaikan.' [HR Muslim]
Pahala mencari
rezki yang halal
حَدَّثَنَا
إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ ثَوْرٍ عَنْ
خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا
قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ
دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa telah
mengabarkan kepada kami 'Isa bin Yunus dari Tsaur dari Khalid bin Ma'dan dari
Al Miqdam radliallahu 'anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Tidak ada seorang yang memakan satu makananpun yang lebih baik
dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS
memakan makanan dari hasil usahanya sendiri". [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ بَحِيرِ بْنِ
سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ
الزُّبَيْدِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا
كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ
عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata,
telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Ayyasy dari Bahir bin Sa'd dari
Khalid bin Ma'dan dari Al Miqdam bin Ma'dikarib Az Zubaidi dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada yang lebih baik
dari usaha seorang laki-laki kecuali dari hasil tangannya sendiri. Dan apa-apa
yang diinfakkan oleh seorang laki-laki kepada diri, isteri, anak dan pembantunya
adalah sedekah." [HR Ibnu Majah]
Pahala pedagang
yang jujur
حَدَّثَنَا
سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِي
الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ رَفَعَهُ إِلَى حَكِيمِ بْنِ
حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا أَوْ قَالَ
حَتَّى يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا
وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah
menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Shalih Abu AL Khalil dari
'Abdullah bin Al Harits yang dinisbatkannya kepada Hakim bin Hizam radliallahu
'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dua
orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk
melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah",
Atau sabda Beliau: "hingga keduanya berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan
dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan
dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya". [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ
أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا قَالَ هَمَّامٌ وَجَدْتُ فِي
كِتَابِي يَخْتَارُ ثَلَاثَ مِرَارٍ فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا
فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا فَعَسَى أَنْ يَرْبَحَا رِبْحًا
وَيُمْحَقَا بَرَكَةَ بَيْعِهِمَا قَالَ وَحَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا أَبُو
التَّيَّاحِ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ يُحَدِّثُ بِهَذَا
الْحَدِيثِ عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan
kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan
kepada kami Qatadah dari Abu Al Khalil dari 'Abdullah bin Al Harits dari Hakim
bin Hizam radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Dua orang yang melakukan jual beli boleh melakukan khiyar (pilihan untuk
melangsungkan atau membatalkan jual beli) selama keduanya belum berpisah".
Hammam berkata: "Aku dapatkan dalam catatanku (Beliau bersabda): "Dia
boleh memilih dengan kesempatan hingga tiga kali. Jika keduanya jujur dan
menampakkan cacat dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan
bila menyembunyikan cacat dan berdusta maka mungkin keduanya akan mendapatkan
untung namun akan hilang keberkahan jual beli keduanya". Hibban berkata;
Dan telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Abu
At-Tayyah bahwa dia mendengar 'Abdullah bin Al Harits menceritakan tentang
hadits ini dari Hakim bin Hizam radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam. [HR
Bukhori Muslim]
Pahala toleransi
dalam transaksi jual beli dan penagihan
حَدَّثَنَا
مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ
مَنْصُورٌ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ و قَالَ ابْنُ
جَعْفَرٍ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ وَهُوَ ابْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ
عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يُدَايِنُ
النَّاسَ فَكَانَ يَقُولُ لِفَتَاهُ إِذَا أَتَيْتَ مُعْسِرًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ
لَعَلَّ اللَّهَ يَتَجَاوَزُ عَنَّا فَلَقِيَ اللَّهَ فَتَجَاوَزَ عَنْهُ
حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ
أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ عُبَيْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ
اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بِمِثْلِهِ
Telah menceritakan kepada kami Manshur bin Abi Muzahim dan
Muhammad bin Ja'far bin Ziyad telah mengabarkan kepada kami Ibrahim dia adalah
Ibnu Sa'ad, dari Ibnu Syihab dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada
seorang laki-laki yang suka menghutangi orang-orang, lalu dia berkata kepada
pelayannya, 'Jika seorang yang kesusahan datang kepadamu, maka berilah
kemudahan kepadanya, semoga Allah memberi kemudahan kepada kita.' Kemudian dia
bertemu dengan Allah (meninggal), maka Allah pun memberi kemudahan kepadanya."
Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada
kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab bahwa
'Ubaidullah bin 'Utbah telah menceritakan kepadanya, bahwa dia pernah mendengar
Abu Hurairah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda seperti hadits tersebut." [HR Bukhori Muslim]
Pahala menunaikan
hak Alloh dan hak tuannya
أَخْبَرَنَا
مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ سَلَامٍ حَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا صَالِحُ
بْنُ حَيَّانَ قَالَ قَالَ عَامِرٌ الشَّعْبِيُّ حَدَّثَنِي أَبُو بُرْدَةَ عَنْ
أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ
لَهُمْ أَجْرَانِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِنَبِيِّهِ وَآمَنَ
بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْعَبْدُ الْمَمْلُوكُ إِذَا
أَدَّى حَقَّ اللَّهِ وَحَقَّ مَوَالِيهِ وَرَجُلٌ كَانَتْ عِنْدَهُ أَمَةٌ
فَأَدَّبَهَا فَأَحْسَنَ تَأْدِيبَهَا وَعَلَّمَهَا فَأَحْسَنَ تَعْلِيمَهَا ثُمَّ
أَعْتَقَهَا فَتَزَوَّجَهَا فَلَهُ أَجْرَانِ ثُمَّ قَالَ عَامِرٌ
أَعْطَيْنَاكَهَا بِغَيْرِ شَيْءٍ قَدْ كَانَ يُرْكَبُ فِيمَا دُونَهَا إِلَى
الْمَدِينَةِ
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad Ibnu Salam, Telah
menceritakan kepada kami Al Muharibi berkata, Telah menceritakan kepada kami
Shalih bin Al Hayyan berkata, telah berkata 'Amir Asy Sya'bi; telah
menceritakan kepadaku Abu Burdah dari bapaknya berkata, telah bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Ada tiga orang yang akan
mendapat pahala dua kali; seseorang dari Ahlul Kitab yang beriman kepada
Nabinya dan beriman kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan seorang
hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya. Dan seseorang yang
memiliki hamba sahaya wanita lalu dia memperlakukannya dengan baik, mendidiknya
dengan baik, dan mengajarkan kepadanya dengan sebaik-baik pengajaran, kemudian
membebaskannya dan menikahinya, maka baginya dua pahala". Berkata 'Amir:
"Aku berikan permasalahan ini kepadamu tanpa imbalan, dan sungguh telah
ditempuh untuk memperolehnya dengan menuju Madinah". [HR Bukhori Muslim]
Pahala memerdekakan budak muslim
حَدَّثَنَا
سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ الْكُوفِيُّ قَالَ كُنَّا عِنْدَ
أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى فَقَالَ أَيْ بَنِيَّ أَلَا أُحَدِّثُكُمْ
حَدِيثًا حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً أَعْتَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِكُلِّ
عُضْوٍ مِنْهَا عُضْوًا مِنْهُ مِنْ النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah Telah
menceritakan kepada kami Syu'bah Al Kufi ia berkata; Kami berada disamping Abu
Burdah bin Abu Musa, maka ia pun berkata, "Wahai anakku, maukah kalian aku
ceritakan suatu hadits yang telah diceritakan oleh bapakku dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam?" beliau bersabda: "Barangsiapa yang
membebaskan satu orang budak, maka Allah 'azza wajalla akan membebaskan semua
anggota badannya dari neraka." [HR Ahmad]
Pahala menjaga kehormatan karena Alloh
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَلِيٍّ
سَمِعَ أَبَا حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا
بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al
Muqaddami telah menceritakan kepada kami Umar bin Ali dia mendengar Abu Hazim
dari Sahl bin Sa'd dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau
bersabda: "Barangsiapa dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara
jenggotnya (mulut) dan di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan
menjamin baginya surga." [HR Bukhori]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ بُنْدَارٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ
عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا
عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ
وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا
تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا
فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar Bundar
berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah berkata, telah
menceritakan kepadaku Khubaib bin 'Abdurrahman dari Hafsh bin 'Ashim dari Abu
Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh
golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang
menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang
hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena
Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah,
seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi
cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang bersedekah
dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada
Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena
menangis."
[HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي سَالِمُ بْنُ
عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ انْطَلَقَ
ثَلَاثَةُ رَهْطٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى أَوَوْا الْمَبِيتَ إِلَى غَارٍ
فَدَخَلُوهُ فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنْ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ
فَقَالُوا إِنَّهُ لَا يُنْجِيكُمْ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ إِلَّا أَنْ تَدْعُوا
اللَّهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ كَانَ لِي
أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ وَكُنْتُ لَا أَغْبِقُ قَبْلَهُمَا أَهْلًا وَلَا
مَالًا فَنَأَى بِي فِي طَلَبِ شَيْءٍ يَوْمًا فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى
نَامَا فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ وَكَرِهْتُ
أَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلًا أَوْ مَالًا فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى
يَدَيَّ أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُمَا حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ فَاسْتَيْقَظَا
فَشَرِبَا غَبُوقَهُمَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ
وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَةِ
فَانْفَرَجَتْ شَيْئًا لَا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ كَانَتْ لِي بِنْتُ عَمٍّ
كَانَتْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيَّ فَأَرَدْتُهَا عَنْ نَفْسِهَا فَامْتَنَعَتْ
مِنِّي حَتَّى أَلَمَّتْ بِهَا سَنَةٌ مِنْ السِّنِينَ فَجَاءَتْنِي
فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمِائَةَ دِينَارٍ عَلَى أَنْ تُخَلِّيَ بَيْنِي
وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفَعَلَتْ حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا قَالَتْ لَا
أُحِلُّ لَكَ أَنْ تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلَّا بِحَقِّهِ فَتَحَرَّجْتُ مِنْ
الْوُقُوعِ عَلَيْهَا فَانْصَرَفْتُ عَنْهَا وَهِيَ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ
وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِي أَعْطَيْتُهَا اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ
ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ فَانْفَرَجَتْ الصَّخْرَةُ
غَيْرَ أَنَّهُمْ لَا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ مِنْهَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ الثَّالِثُ اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَأْجَرْتُ
أُجَرَاءَ فَأَعْطَيْتُهُمْ أَجْرَهُمْ غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذِي لَهُ
وَذَهَبَ فَثَمَّرْتُ أَجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنْهُ الْأَمْوَالُ فَجَاءَنِي
بَعْدَ حِينٍ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَدِّ إِلَيَّ أَجْرِي فَقُلْتُ لَهُ
كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أَجْرِكَ مِنْ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ
وَالرَّقِيقِ فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَسْتَهْزِئُ بِي فَقُلْتُ إِنِّي
لَا أَسْتَهْزِئُ بِكَ فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فَاسْتَاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْهُ
شَيْئًا اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ
عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ فَانْفَرَجَتْ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا يَمْشُونَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan
kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy telah menceritakan kepada saya Salim bin
'Abdullah bahwa 'Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata; Aku mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang dari
kalangan orang sebelum kalian yang sedang bepergian hingga ketika mereka
singgah dalam gua lalu mereka memasuki gua tersebut hingga akhirnya ada sebuah
batu yang jatuh dari gunung hingga metutupi gua. Mereka berkata; Tidak akan ada
yang dapat menyelamatkan kalian dari batu ini kecuali bila kalian berdoa
meminta kepada Allah dengan perantaraan kebaikan amal kalian. Maka seorang diantara
mereka berkata; "Ya Allah, aku memiliki kedua orangtua yang sudah renta.
Dan aku tidaklah pernah memberi minum susu keluargaku pada akhir siang sebelum
keduanya. Suatu hari aku keluar untuk mencari sesuatu dan aku tidak
beristirahat mencarinya hingga keduanya tertidur, aku pulang namun aku dapati
keduanya sudah tertidur dan aku tidak mau mendahului keduanya meminum susu
untuk keluargaku. Maka kemudian aku terlena sejenak dengan bersandar kepada
kedua tanganku sambil aku menunggu keduanya bangun sampai fajar terbit, lalu
keduanya terbangun dan meminum susu jatah akhir siangnya. Ya Allah seandainya
aku kerjakan itu semata mencari ridhoMu, maka bukakanlah celah batu ini. Maka
batu itu sedikit bergeser namun mereka belum dapat keluar. Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam berkata: Kemudian berkata, yang lain: "Ya Allah, bersamaku ada
putri pamanku yang menjadi orang yang paling mencintaiku. Suatu hari aku
menginginkannya namun dia menolak aku. Kemudian berlalu masa beberapa tahun
hingga kemudian dia datang kepadaku lalu aku berikan dia seratus dua puluh
dinar agar aku dan dia bersenang-senang lalu dia setuju hiingga ketika aku
sudah menguasainya dia berkata; tidak dihalalkan bagimu merusak keperawanan
kecuali dengan cara yang haq. Maka aku selamat dari kejadian itu. Lalu aku
pergi meninggalkannya padahal dia wanita yang paling aku cintai dan aku
tinggalkan pula emas perhiasan yang aku berikan kepadanya. Ya Allah seandainya
apa yang aku kerjakan itu semata mencari ridhoMu, maka bukakanlah celah pintu
gua ini dimana kami terjebak didalamnya. Maka terbukalah sedikit batu itu namun
mereka tetap belum bisa keluar. Bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:
Kemudian orang yang ketiga berkata: Ya Allah aku pernah memperkerjakan
orang-orang lalu aku memberi upah mereka kecuali satu orang dari mereka yang
meninggalkan haknya lalu dia pergi. Kemudian upah orang tersebut aku kembangkan
hingga beberapa waktu kemudian ketika sudah banyak harta dari hasil yang aku
kembangkan tersebut orang itu datang kepadaku lalu berkata; "wahai
'Abdullah, berikanlah hak upah saya!" Lalu aku katakan kepadanya; Itulah
semua apa yang kamu lihat adalah upahmu berupa unta, sapi, kambing dan
pengembalanya". Dia berkata; "wahai 'Abdullah, kamu jangan
mengolok-olok aku!" Aku katakan: Aku tidak mengolok-olok!" Maka orang
itu mengambil seluruhnya dan tidak ada yang disisakan sedikitpun. Ya Allah
seandainya apa yang aku kerjakan itu semata mencari ridhoMu, maka bukakanlah
celah batu gua yang kami terjebak didalamnya". Maka batu itu terbuka akhirnya
mereka dapat keluar dan pergi". [HR Bukhori Muslim]
Pahala menjaga pandangan
Pahala jima’ dengan niat ibadah
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ
بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ
عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِيِّ عَنْ
أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ
اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي
وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ
لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ
صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ
تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ
صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي
أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ
وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا
فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin
Asma` Adl Dluba'i Telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun Telah menceritakan
kepada kami Washil maula Abu Uyainah, dari Yahya bin Uqail dari Yahya bin
Ya'mar dari Abul Aswad Ad Dili dari Abu Dzar bahwa beberapa orang dari sahabat
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada beliau, "Wahai
Rosulullah, orang-orang kaya dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka
shalat seperti kami shalat, puasa seperti kami puasa dan bersedekah dengan sisa
harta mereka." Maka beliau pun bersabda: "Bukankah Allah telah
menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat
tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat
tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, amar ma'ruf nahi
munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat
sedekah." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, jika salah seorang
diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah akan mendapatkan
pahala?" beliau menjawab: "Bagaimana sekiranya kalian meletakkannya
pada sesuatu yang haram, bukankah kalian berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila
kalian meletakkannya pada tempat yang halal, maka kalian akan mendapatkan
pahala." [HR
Muslim]
Pahala beruban dalam islam
حَدَّثَنَا
هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ
مُرَّةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ أَنَّ شُرَحْبِيلَ بْنَ السِّمْطِ
قَالَ يَا كَعْبُ بْنَ مُرَّةَ حَدِّثْنَا عَنْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحْذَرْ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ
نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ فَضَالَةَ بْنِ
عُبَيْدٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَحَدِيثُ كَعْبِ بْنِ مُرَّةَ حَدِيثٌ
حَسَنٌ هَكَذَا رَوَاهُ الْأَعْمَشُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ وَقَدْ رُوِيَ
هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ وَأَدْخَلَ
بَيْنَهُ وَبَيْنَ كَعْبِ بْنِ مُرَّةَ فِي الْإِسْنَادِ رَجُلًا وَيُقَالُ كَعْبُ
بْنُ مُرَّةَ وَيُقَالُ مُرَّةُ بْنُ كَعْبٍ الْبَهْزِيُّ وَالْمَعْرُوفُ مِنْ
أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّةُ بْنُ كَعْبٍ
الْبَهْزِيُّ وَقَدْ رَوَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَحَادِيثَ
Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata, telah
menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Amru bin Murrah dari
Salim bin Abul Ja'd bahwa Syurahbil bin As Samth berkata, "Wahai Ka'b bin
Murrah, ceritakanlah kepadaku sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam, dan hati-hatilah (jangan menambah atau menguranginya)." Ia
berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa tumbuh satu uban dalam Islam, maka uban tersebut akan menjadi
cahaya baginya pada hari kiamat." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini
juga ada hadits dari Fadhalah bin Ubaid dan Abdullah bin Amru. Dan hadits Ka'b
bin Murrah derajatnya adalah hasan. Demikianlah Al A'masy meriwayatkan dari
Amru bin Murrah. Hadits ini juga diriwayatkan dari Manshur, dari Salim bin Abul
Ja'd. Lalu ia memasukkan satu nama antara dia dengan Ka'b bin Murrah. Yaitu
seorang laki-laki yang dipanggil dengan nama Ka'b bin Murrah, atau Murrah bin
Ka'b Al Bahzi. Tetapi yang lebih masyhur di kalangan sahabat Nabi shallallahu
'alaihi wasallam adalah Murrah bin Ka'b Al Bahzi. Ia telah meriwayatkan
beberapa hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." [Tirmidzi dan Nasa’i]
Pahala diam dalam kebaikan
حَدَّثَنِي
عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ
ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ
يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah telah
menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah
dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaknya ia berkata baik atau diam, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan
hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barang siapa beriaman
kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya." [HR Bukhori Muslim]
Pahala uzlah di saat jaman dipenuhi kerusakan
حَدَّثَنَا
إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ وَاللَّفْظُ
لِإِسْحَقَ قَالَ عَبَّاسٌ حَدَّثَنَا و قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ
الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا بُكَيْرُ بْنُ مِسْمَارٍ حَدَّثَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ
قَالَ كَانَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ فِي إِبِلِهِ فَجَاءَهُ ابْنُهُ عُمَرُ
فَلَمَّا رَآهُ سَعْدٌ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الرَّاكِبِ
فَنَزَلَ فَقَالَ لَهُ أَنَزَلْتَ فِي إِبِلِكَ وَغَنَمِكَ وَتَرَكْتَ النَّاسَ
يَتَنَازَعُونَ الْمُلْكَ بَيْنَهُمْ فَضَرَبَ سَعْدٌ فِي صَدْرِهِ فَقَالَ
اسْكُتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abbas
bin Abdulazhim teks milik Ishaq, berkata Abbas telah menceritakan kepada kami,
sementara Ishaq berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Al Hanafi
telah menceritakan kepada kami Bukair bin Mismar telah menceritakan kepadaku
Amir bin Sa'ad berkata: Sa'ad bin Abi Waqqash tengah mengurus untanya lalu Ibnu
Umar mendatanginya, saat Sa'ad melihatnya, Ibnu Umar berkata: Aku berlindung
kepada Allah dari keburukan pengendara ini. ia turun lalu berkata pada Sa'ad berkata:
Apa kau mengurus unta dan kambingmu sementara kau membiarkan orang-orang saling
memperebuatkan kekuasaan diantara mereka? Saat memukul dadanya lalu berkata:
Diam, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda:
"Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bertakwa, berkecukupan dan
menyendiri."
[HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي
عَطَاءُ بْنُ يَزِيدَ اللَّيْثِيُّ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ
أَفْضَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤْمِنٌ
يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ قَالُوا ثُمَّ مَنْ قَالَ
مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنْ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللَّهَ وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ
شَرِّهِ
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan
kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku 'Atha' bin
Yazid Al Laitsiy bahwa Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu bercerita
kepadanya, katanya: "Ditanyakan kepada Rasulullah, siapakh manusia yang
paling utama?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Seorang mu'min yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan
hartanya". Mereka bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab:
"Seorang mu'min yang tinggal diantara bukit dari suatu pegunungan dengan
bertaqwa kepada Allah dan meninggalkan manusia dari keburukannya". [HR Bukhori Muslim]
Pahala uzlah di
saat menghadapi kezaliman penguasa
حَدَّثَنَا
هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ
الْوَهَّابِ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَاصِمٍ
الْعَدَوِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ خَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ خَمْسَةٌ وَأَرْبَعَةٌ
أَحَدُ الْعَدَدَيْنِ مِنْ الْعَرَبِ وَالْآخَرُ مِنْ الْعَجَمِ فَقَالَ اسْمَعُوا
هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ
فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ
مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ
وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ فَهُوَ
مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا
حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ مِسْعَرٍ إِلَّا مِنْ هَذَا
الْوَجْهِ قَالَ هَارُونُ فَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ عَنْ
سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ عَنْ
كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
قَالَ هَارُونُ وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زُبَيْدٍ عَنْ
إِبْرَاهِيمَ وَلَيْسَ بِالنَّخَعِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ مِسْعَرٍ قَالَ وَفِي الْبَاب
عَنْ حُذَيْفَةَ وَابْنِ عُمَرَ
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ishaq Al Hamdani
telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Abdul Wahhab dari Mis'ar dari Abu
Hushain dari Asy Sya'bi dari 'Ashim Al 'Adawi dari Ka'ab bin 'Ujrah berkata:
Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menghampiri kami, kami berjumlah
sembilan lima dan empat, salah satu bilangan dari arab sementara yang lain dari
'ajam, beliau bersabda: "Dengarkan, apa kalian telah mendengar bahwa
sepeninggalku nanti akan ada pemimpin-pemimpin, barangsiapa yang memasuki
mereka lalu membenarkan kedustaan mereka serta menolong kelaliman mereka, ia
tidak termasuk golonganku dan tidak akan mendatangi telagaku, barangsiapa tidak
memasuki mereka, tidak membantu kelaliman mereka dan tidak membenarkan
kedustaan mereka, ia termasuk golonganku, aku termasuk golongannya dan ia akan
mendatangi telagaku." Berkata Abu Isa: Hadits ini shahih, gharib, kami
hanya mengetahuinya dari hadits Mis'ar kecuali dari sanad ini. berkata Harun
lalu Muhammad bin 'Abdul Wahhab menceritakan kepadaku dari Sufyan dari Abu
Hushain dari Asy Sya'bi dari 'Ashim Al 'Adawi dari Ka'ab bin 'Ujrah dari nabi
Shallallahu 'alaihi wa Salam Sepertinya. Berkata Harun dan Muhammad
menceritakan kepadaku dari Sufyan dari Zubaid dari Ibrahim bukan Ibrahim An
Nakha'i dari Ka'ab bin 'Ujrah dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam seperti
hadits Mis'ar berkata: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Hudzaifah dan Ibnu
Umar. [HR
Tirmidzi]
Pahala bertaubat
حَدَّثَنَا
أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ يَعْنِي سُلَيْمَانَ
بْنَ حَيَّانَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و
حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا حَفْصٌ يَعْنِي ابْنَ غِيَاثٍ
كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامٍ ح و حَدَّثَنِي أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ
وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامِ بْنِ
حَسَّانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ
الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah
menceritakan kepada kami Abu Khalid Sulaiman bin Hayyan Demikian juga
diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair
telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah Demikian juga diriwayatkan dari
jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Abu Sa'id Al Asyaj telah
menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats semuanya dari Hisyam Demikian juga
diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Abu Khaitsamah
Zuhair bin Harb -dan lafadh ini miliknya- telah menceritakan kepada kami
Isma'il bin Ibrahim dari Hisyam bin Hasan dari Muhammad bin Sirin dari Abu
Hurairah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
bersabda: 'Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat (kiamat),
maka Allah masih akan menerima taubatnya.'" [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ
الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ
قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ نَبِيَّ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ
الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَأَتَاهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً
وَتِسْعِينَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ لَا فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ
بِهِ مِائَةً ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ
عَالِمٍ فَقَالَ إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ فَقَالَ
نَعَمْ وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ
كَذَا وَكَذَا فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللَّهَ فَاعْبُدْ اللَّهَ
مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ فَانْطَلَقَ
حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ
مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ
الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللَّهِ وَقَالَتْ
مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ
فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ فَقَالَ قِيسُوا مَا بَيْنَ
الْأَرْضَيْنِ فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ فَقَاسُوهُ
فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ
الرَّحْمَةِ قَالَ قَتَادَةُ فَقَالَ الْحَسَنُ ذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ لَمَّا
أَتَاهُ الْمَوْتُ نَأَى بِصَدْرِهِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan
Muhammad bin Basysyar -dan lafadh ini miliki Ibnul Mutsanna- mereka berdua
berkata; telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Hisyam telah menceritakan
kepadaku bapakku dari Qatadah dari Abu Ash Shiddiq dari Abu Sa'id Al Khudri
bahwasanya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Pada
jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan
orang. Kemudian orang tersebut mencari orang alim yang banyak ilmunya. Lalu
ditunjukan kepada seorang rahib dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib
tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh
sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu
malahan menjawab; 'Tidak. Taubatmu tidak akan diterima.' Akhirnya laki-laki itu
langsung membunuh sang rahib hingga genaplah kini seratus orang yang telah
dibunuhnya. Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak
ilmunya. Lalu ditunjukan kepadanya seorang alim yang mempunyai ilmu yang
banyak. Kepada orang alim tersebut, laki-laki itu berkata; 'Saya telah membunuh
seratus orang dan apakah taubat saya akan diterima? ' Orang alim itu menjawab;
'Ya. Tidak ada penghalang antara taubatmu dan dirimu. Pergilah ke daerah ini
dan itu, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala. Setelah itu, beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan
janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu termasuk lingkungan
yang buruk.' Maka berangkatlah laki-laki itu ke daerah yang telah ditunjukan
tersebut. Di tengah perjalanan menuju ke sana laki-laki itu meninggal dunia.
Lalu malaikat Rahmat dan Azab saling berbantahan. Malaikat Rahmat berkata;
'Orang laki-laki ini telah berniat pergi ke suatu wilayah untuk bertaubat dan
beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.' Malaikat Azab membantah; 'Tetapi,
bukankah ia belum berbuat baik sama sekali.' Akhirnya datanglah seorang
malaikat yang berwujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berbantahan
itu. Maka keduanya meminta keputusan kepada malaikat yang berwujud manusia
dengan cara yang terbaik. Orang tersebut berkata; 'Ukurlah jarak yang terdekat
dengan orang yang meninggal dunia ini dari tempat berangkatnya hingga ke tempat
tujuannya. Mana yang terdekat, maka itulah keputusannya.' Ternyata dari hasil
pengukuran mereka itu terbukti bahwa orang laki-laki tersebut meninggal dunia
lebih dekat ke tempat tujuannya. Dengan demikian orang tersebut berada dalam
genggaman malaikat Rahmat.' Qatadah berkata; 'Al Hasan berkata; 'Seseorang
telah berkata pada kami bahwasanya laki-laki itu meninggal dunia dalam kondisi
jatuh terlungkup.'
[HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمَعْرُورِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ
أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ عَمِلَ حَسَنَةً فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
أَوْ أَزِيدُ وَمَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَجَزَاؤُهَا مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ
وَمَنْ عَمِلَ قُرَابَ الْأَرْضِ خَطِيئَةً ثُمَّ لَقِيَنِي لَا يُشْرِكُ بِي
شَيْئًا جَعَلْتُ لَهُ مِثْلَهَا مَغْفِرَةً وَمَنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ شِبْرًا
اقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ اقْتَرَبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا اقْتَرَبْتُ
إِلَيْهِ بَاعًا وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah
menceritakan kepada kami Al A'masy dari Ma'rur bin Suwaid dari Abu Dzar ia
berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah
Azza Wa Jalla berfirman: "Barangsiapa melakukan satu amal kebaikan, maka
baginya sepuluh kebaikan yang semisal atau aku akan tambahkan. Barangsiapa
melakukan satu perbuatan buruk, maka dosanya adalah seperti itu jua atau Aku
akan mengampuninya. Barangsiapa melakukan kesalahan sepenuh bumi kemudian ia
menemui Aku dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan memberi
ampunan sebesar itu pula. Barangsiapa mendekat pada-Ku satu jengkal maka Aku
akan mendekat kepadanya satu hasta, dan barangsiapa mendekatkan diri pada-Ku
sehasta maka Aku akan mendekat padanya satu depa, dan barangsiapa mendatangi
Aku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan lari." [HR Ahmad]
حَدَّثَنَا
عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَاللَّفْظُ
لِعُثْمَانَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ
عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ
قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ أَعُودُهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَحَدَّثَنَا
بِحَدِيثَيْنِ حَدِيثًا عَنْ نَفْسِهِ وَحَدِيثًا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ
الْمُؤْمِنِ مِنْ رَجُلٍ فِي أَرْضٍ دَوِّيَّةٍ مَهْلِكَةٍ مَعَهُ رَاحِلَتُهُ
عَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَنَامَ فَاسْتَيْقَظَ وَقَدْ ذَهَبَتْ
فَطَلَبَهَا حَتَّى أَدْرَكَهُ الْعَطَشُ ثُمَّ قَالَ أَرْجِعُ إِلَى مَكَانِيَ
الَّذِي كُنْتُ فِيهِ فَأَنَامُ حَتَّى أَمُوتَ فَوَضَعَ رَأْسَهُ عَلَى سَاعِدِهِ
لِيَمُوتَ فَاسْتَيْقَظَ وَعِنْدَهُ رَاحِلَتُهُ وَعَلَيْهَا زَادُهُ وَطَعَامُهُ
وَشَرَابُهُ فَاللَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ مِنْ
هَذَا بِرَاحِلَتِهِ وَزَادِهِ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ عَنْ قُطْبَةَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ
الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ مِنْ رَجُلٍ بِدَاوِيَّةٍ مِنْ
الْأَرْضِ و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا
الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ عُمَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ الْحَارِثَ بْنَ
سُوَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ حَدِيثَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ عَنْ نَفْسِهِ فَقَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا
بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ بِمِثْلِ حَدِيثِ جَرِيرٍ
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin Abu Syaibah dan
Ishaq bin Ibrahim -dan lafadh ini milik 'Utsman- Ishaq berkata; telah mengabarkan
kepada kami, dan 'Utsman berkata; telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al
A'masy dari 'Umarah bin 'Umair dari Al Harits bin Suwaid dia berkata;
"Saya pernah datang berkunjung ke rumah Abdullah untuk menjenguknya ketika
ia sedang sakit. Lalu ia menuturkan kepada saya tentang dua hal: yang satu
tentang dirinya dan yang satu lagi mengenai Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam." Abdullah berkata; 'Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: 'Allah merasa bergembira karena taubatnya seorang
hamba yang beriman melebihi kegembiraan seseorang berada di gurun sahara yang
mencekam dengan ditemani hewan tunggangannya serta perbekalan makanan dan
minuman, kemudian ia tertidur. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata
hewan tunggangannya terlepas dengan membawa perbekalan makanan dan minumannya.
Kemudian orang tersebut mencari hewan tunggangannya tersebut ke sana kemari
hingga ia merasa haus. Setelah itu, ia pun berkata; 'Sebaiknya aku kembali saja
ke tempat tidurku semula sampai aku mati.' Tak lama kemudian orang tersebut
telah membaringkan tubuhnya dengan meletakkan kepalanya di atas lengannya dan
bersiap-siap untuk mati. Ketika ia terbangun, ternyata hewan tunggangannya itu
telah berada di sisinya dengan membawa bekal makanan dan minumannya. Sunguh ke
gembiraan Allah karena taubatnya seorang hamba-Nya yang beriman melebihi
kegembiraan orang yang hewan tunggangannya terlepas lalu kembali dengan membawa
perbekalan makanan dan minumannya ini." Dan telah menceritakannya kepada
kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam
dari Quthbah bin 'Abdul 'Aziz dari Al A'masy dengan sanad ini, dan dia berkata;
dari seorang laki-laki yang berada di sebuah gurun yang mencekam.' Dan telah
menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Abu
Usamah telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami
'Umarah bin 'Umair dia berkata; aku mendengar Al Harits bin Suwaid dia berkata;
telah menceritakan kepadaku 'Abdullah mengenai dua buah hadits. Salah satunya
dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedangkan yang satu lagi tentang
dirinya. Dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Allah
sangat gembira dengan taubatnya seorang hamba yang beriman'. -yang serupa
dengan Hadits Jarir.- [HR Bukhori Muslim]
Pahala beramal
sholih di saat jaman dipenuhi kerusakan
حَدَّثَنَا
يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مُعَلَّى بْنِ
زِيَادٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَاه قُتَيْبَةُ بْنُ
سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ الْمُعَلَّى بْنِ زِيَادٍ رَدَّهُ إِلَى
مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ رَدَّهُ إِلَى مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَدَّهُ إِلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ
كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ و حَدَّثَنِيهِ أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ بِهَذَا
الْإِسْنَادِ نَحْوَه
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah
mengkhabarkan kepada kami Hammad bin Zaid dari Mu'alla bin Ziyad dari Mu'awiyah
bin Qurrah dari Ma'qal bin Yasar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam.
Telah menceritakannya kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada
kami Hammad dari Al Mu'alla bin Ziyad ia mengembalikannya ke Mu'awiyah bin
Qurrah ia mengembalikannya ke Ma'qal bin Yasar ia mengembalikannya ke nabi
Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Ibadah saat terjadi pembunuhan
seperti hijrah menujuku." Telah menceritakannya kepadaku Abu Kamil telah
menceritakan kepada kami Hammad dengan sanad ini dengan matan serupa. [HR Muslim]
Pahala menjadi
orang fakir
حَدَّثَنَا
عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ
أَبِي أَسْمَاءَ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَبِي ذَرٍّ وَهُوَ بِالرَّبَذَةِ
وَعِنْدَهُ امْرَأَةٌ لَهُ سَوْدَاءُ مُسْغِبَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا أَثَرُ
الْمَجَاسِدِ وَلَا الْخَلُوقِ قَالَ فَقَالَ أَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى مَا
تَأْمُرُنِي بِهِ هَذِهِ السُّوَيْدَاءُ تَأْمُرُنِي أَنْ آتِيَ الْعِرَاقَ
فَإِذَا أَتَيْتُ الْعِرَاقَ مَالُوا عَلَيَّ بِدُنْيَاهُمْ وَإِنَّ خَلِيلِي
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّ دُونَ جِسْرِ جَهَنَّمَ
طَرِيقًا ذَا دَحْضٍ وَمَزِلَّةٍ وَإِنَّا نَأْتِي عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا
اقْتِدَارٌ وَحَدَّثَ مَطَرٌ أَيْضًا بِالْحَدِيثِ أَجْمَعَ فِي قَوْلِ
أَحَدِهِمَا أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ
الْآخَرُ أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اقْتِدَارٌ وَقَالَ الْآخَرُ
أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَفِي أَحْمَالِنَا اضْطِهَارٌ أَحْرَى أَنْ نَنْجُوَ عَنْ
أَنْ نَأْتِيَ عَلَيْهِ وَنَحْنُ مَوَاقِيرُ
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan
kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Qilabah dari
Abu Asma` bahwa ia menemui Abu Dzar di Rabadzah, sementara di sisinya ada
isterinya yang berkulit hitam yang kurus lagi pucat, tidak ada bekas wewangian
dan minyak pewangi darinya. Abu Asma` berkata, "Kemudian Abu Dzar berkata,
"Tidakkah kalian melihat kepada apa yang diperintahkan oleh wanita hitam
ini kepadaku, dia memerintahkan agar aku datang ke negeri Iraq, namun setelah
aku tiba di Iraq mereka berpaling dariku dengan dunia mereka. Padahal kekasihku
Shallalahu 'Alaihi Wasallam telah mewasiatkan kepadaku bahwa di bawah jembatan
Neraka Jahannam ada sebuah jalan yang sangat licin dan sesungguhnya kita pasti
akan melewatinya, sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan." Dan
Mathar telah menceritakan juga dengan hadits yang ada kesamaan dalam lafadz,
"Kita pasti akan melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi
dipaksakan." Dalam riwayat lain disebutkan, "Dan kita pasti akan
melewatinya sementara kita membawa beban berat lagi dipaksakan." Dan dalam
riwayat lain menyebutkan, "Kita pasti akan melewatinya sementara bawaan
kita ketika itu harus lebih kuat dan tahan supaya selamat melewatinya sementara
kita dalam keadaan berat." [HR Ahmad]
قَالَ
أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَجَاءَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَأَنَا عِنْدَهُ فَقَالُوا يَا أَبَا مُحَمَّدٍ إِنَّا
وَاللَّهِ مَا نَقْدِرُ عَلَى شَيْءٍ لَا نَفَقَةٍ وَلَا دَابَّةٍ وَلَا مَتَاعٍ
فَقَالَ لَهُمْ مَا شِئْتُمْ إِنْ شِئْتُمْ رَجَعْتُمْ إِلَيْنَا
فَأَعْطَيْنَاكُمْ مَا يَسَّرَ اللَّهُ لَكُمْ وَإِنْ شِئْتُمْ ذَكَرْنَا
أَمْرَكُمْ لِلسُّلْطَانِ وَإِنْ شِئْتُمْ صَبَرْتُمْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فُقَرَاءَ
الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الْأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ
بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا قَالُوا فَإِنَّا نَصْبِرُ لَا نَسْأَلُ شَيْئًا
Berkata Abu Abdurrahman: Tiga orang mendatangi Abdullah bin
Amru bin Al Ash dan aku berada didekatnya, mereka berkata: Wahai Abu Muhammad,
sesungguhnya kami, demi Allah, tidak bisa apa-apa, tidak punya nafkah, binatang
dan barang. Ia berkata pada mereka: Terserah kalian, bila kalian mau, silahkan
kembali ke kami lalu kami memberi kalian sesuatu yang dimudahkan Allah untuk
kalian, bila kalian mau, aku akan melaporkan urusan kalian ke penguasa dan bila
kalian mau, bersabarlah karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya orang-orang fakir muhajirin
mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat ke surga selama empatpuluh
tahun." Mereka berkata: Kami bersabar saja, kami tidak minta apa pun. [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي
مَعْرُوفُ بْنُ سُوَيْدٍ الْجُذَامِيُّ عَنْ أَبِي عُشَّانَةَ الْمَعَافِرِيِّ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ هَلْ تَدْرُونَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ
الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ
أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ خَلْقِ اللَّهِ الْفُقَرَاءُ
وَالْمُهَاجِرُونَ الَّذِينَ تُسَدُّ بِهِمْ الثُّغُورُ وَيُتَّقَى بِهِمْ
الْمَكَارِهُ وَيَمُوتُ أَحَدُهُمْ وَحَاجَتُهُ فِي صَدْرِهِ لَا يَسْتَطِيعُ لَهَا
قَضَاءً فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ مَلَائِكَتِهِ
ائْتُوهُمْ فَحَيُّوهُمْ فَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ نَحْنُ سُكَّانُ سَمَائِكَ
وَخِيرَتُكَ مِنْ خَلْقِكَ أَفَتَأْمُرُنَا أَنْ نَأْتِيَ هَؤُلَاءِ فَنُسَلِّمَ
عَلَيْهِمْ قَالَ إِنَّهُمْ كَانُوا عِبَادًا يَعْبُدُونِي لَا يُشْرِكُونَ بِي
شَيْئًا وَتُسَدُّ بِهِمْ الثُّغُورُ وَيُتَّقَى بِهِمْ الْمَكَارِهُ وَيَمُوتُ
أَحَدُهُمْ وَحَاجَتُهُ فِي صَدْرِهِ لَا يَسْتَطِيعُ لَهَا قَضَاءً قَالَ
فَتَأْتِيهِمُ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ ذَلِكَ فَيَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ
بَابٍ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا
صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Abdirrahman telah
menceritakan kepadaku Sa'id bin Abi Ayub telah menceiritakan kepadaku Ma'ruf
bin Suwaid Al Judzami dari Abi Usyanah Al Ma'afiri dari Abdullah bin Amr bin
Ash dari Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, beliau bersabda:
"Tahukah kalian diantara makhluk Allah yang paling pertama masuk
surga?" Para sahabat menjawab, "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui."
Beliau bersabda: "Diantara makhluk Allah yang paling pertama kali masuk
surga adalah golongan orang-orang fakir dan orang-orang yang berhijrah untuk
mengisi tapal-tapal perbatasan antara kaum muslimin dan kafir, yang dengan
perantara mereka malapetaka dapat dihindarkan, dan salah seorang diantara
mereka wafat sedang keinginan yang masih berada di dadanya tidak dapat
terlaksana, maka Allah berkata kepada salah satu dari malaikat yang
dikehendakiNya: 'Datangilah mereka dan ucapkanlah selamat kepada mereka! ' Maka
malaikat itu berkata: 'Kami adalah para penghuni langit dan semulia-mulianya
makhlukMu, kenapa Engkau menyuruh kami untuk mendatangi mereka dan memberi
salam kepada mereka? ' Allah berkata: 'Sesungguhnya mereka adalah para hamba
yang beribadah kepadaKu dan tidak menyekutukanKu dengan yang lain, mereka
menjaga tapal batas antara kaum muslimin dan orang kafir, dan dengan mereka
pula dapat dihindarkan malapetaka, ada salah seorang dari mereka yang mati
sedang dalam dadanya masih keinginannya yang tidak bisa ia penuhi.'"
Beliau berkata: "Maka para malaikat itupun mendatangi mereka dan masuk
dari setiap pintu yang ada (seraya mengucapkan), 'Salamun 'alaikum bima
shabartum (Keselamatan atas kalian oleh karena kesabaran kalian).' Maka
alangkah baiknya tempat kesudahan itu." [HR Ahmad, Albazzar dan Ibnu Hibban]
حَدَّثَنَا
أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ زَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ
عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ
أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا
النِّسَاءَ تَابَعَهُ أَيُّوبُ وَعَوْفٌ وَقَالَ صَخْرٌ وَحَمَّادُ بْنُ نَجِيحٍ
عَنْ أَبِي رَجَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah
menceritakan kepada kami Salm bin Zarir telah menceritakan kepada kami Abu
Raja` dari 'Imran bin Hushain radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam beliau bersabda: "Aku pernah menengok ke surga, ternyata kebanyakan
penghuninya adalah orang-orang miskin, dan aku juga menengok ke neraka,
ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." Diperkuat juga oleh
Ayyub dan 'Auf. Shakhr dan Hammad bin Najih mengatakan; dari Abu Raja` dari
Ibnu Abbas. [HR
Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ أَنَّهُ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لرَجُلٍ عِنْدَهُ جَالِسٍ مَا
رَأْيُكَ فِي هَذَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِ النَّاسِ هَذَا وَاللَّهِ
حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ يُنْكَحَ وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ قَالَ فَسَكَتَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ آخَرُ
فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأْيُكَ فِي
هَذَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا رَجُلٌ مِنْ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ
هَذَا حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ لَا يُنْكَحَ وَإِنْ شَفَعَ أَنْ لَا يُشَفَّعَ
وَإِنْ قَالَ أَنْ لَا يُسْمَعَ لِقَوْلِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الْأَرْضِ مِثْلَ هَذَا
Telah menceritakan kepada kami Isma'il dia berkata; telah
menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Ayahnya dari Sahl bin Sa'd
As Sa'idi bahwa seorang laki-laki melintasi Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada orang yang
duduk di dekat beliau: "Apa pendapat kalian dengan laki-laki ini?"
Maka seorang yang terpandang menjawab; 'Demi Allah, bahwa dari bangsawan, bila
dia meminang, pasti akan diterima, dan bila dimintai bantuan pasti akan
dibantu.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diam. Beberapa saat kemudian,
lewatlah seorang laki-laki lain, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bertanya kepadanya: 'Apa pendapatmu dengan orang ini? ' Dia menjawab; 'Wahai
Rasulullah, menurutku; orang ini adalah orang termiskin dari kalangan kaum
Muslimin, apabila ia meminang sudah pantas pinangannya untuk ditolak, dan jika
dimintai pertolongan dia tidak akan ditolong, dan apabila berkata, maka
perkataannya tidak akan didengar.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: 'Sungguh orang ini (orang yang terlihat miskin) lebih baik dari dunia
dan seisinya daripada orang yang ini (yaitu orang yang kelihatanya bangsawan).' [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ حَدَّثَنِي مَعْبَدُ بْنُ خَالِدٍ أَنَّهُ سَمِعَ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ
أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا
أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا بَلَى قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ
عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ
Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz Al
Ambari telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami
Syu'bah telah menceritakan kepadaku Ma'bad bin Khalid ia mendengar Haritsah bin
Wahab mendengar nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bertanya: "Maukah kalian
aku beritahu penghuni surga?" mereka menjawab: Ya. Beliau bersabda:
"Setiap orang lemah dan diperlemah. Andai ia telah bersumpah atas nama
Allah pasti Allah akan menunaikannya." Setelah itu beliau bertanya:
"Maukah kalian aku beritahu penghuni neraka?" mereka menjawab: Ya.
Beliau bersabda: "Setiap orang keras, congkak dan sombong." Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada
kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dengan sanad
ini dengan matan serupa hanya saja ia menyebut: "Maukah kalian aku tunjukkan?" [HR Bukhori]
Pahala zuhud
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ
عَنْ عُمَرَ بْنِ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبَانَ
بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَرَجَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ مِنْ
عِنْدِ مَرْوَانَ بِنِصْفِ النَّهَارِ قُلْتُ مَا بَعَثَ إِلَيْهِ هَذِهِ
السَّاعَةَ إِلَّا لِشَيْءٍ سَأَلَ عَنْهُ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ سَأَلَنَا عَنْ
أَشْيَاءَ سَمِعْنَاهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَتْ
الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ
عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ
كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي
قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami
Syu'bah dari Umar bin Sulaiman dia berkata; saya mendengar Abdurrahman bin Aban
bin 'Utsman bin 'Affan dari Ayahnya dia berkata, " Zaid bin Tsabit keluar
dari sisi Marwan saat siang hari, aku pun berkata, "Tidaklah ia mengutus
seseorang kepadanya di waktu seperti ini kecuali untuk menanyakan sesuatu
kepadanya. Lalu aku tanyakan kepadanya dan ia pun menjawab, "Sesungguhnya
kami menanyakan tentang sesuatu yang pernah kami dengar dari Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Barangsiapa menjadikan dunia sebagai ambisinya, maka
Allah akan mencerai-beraikan urusannya, dan Allah akan menjadikannya miskin.
Tidaklah ia akan mendapatkan dunia kecuali apa yang telah di tetapkan baginya.
Dan barangsiapa menjadikan akhirat sebagai niatannya, maka Allah akan
menyatakan urusannya dan membuatnya kaya hati, serta ia akan di beri dunia
sekalipun dunia memaksanya." [HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Thobroni dan Tirmidzi]
…………………………
Pahala takut kepada
Alloh
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنَا و قَالَ
ابْنُ رَافِعٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا
مَعْمَرٌ قَالَ قَالَ لِي الزُّهْرِيُّ أَلَا أُحَدِّثُكَ بِحَدِيثَيْنِ
عَجِيبَيْنِ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
أَسْرَفَ رَجُلٌ عَلَى نَفْسِهِ فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ أَوْصَى بَنِيهِ
فَقَالَ إِذَا أَنَا مُتُّ فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اسْحَقُونِي ثُمَّ اذْرُونِي فِي
الرِّيحِ فِي الْبَحْرِ فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ عَلَيَّ رَبِّي لَيُعَذِّبُنِي
عَذَابًا مَا عَذَّبَهُ بِهِ أَحَدًا قَالَ فَفَعَلُوا ذَلِكَ بِهِ فَقَالَ
لِلْأَرْضِ أَدِّي مَا أَخَذْتِ فَإِذَا هُوَ قَائِمٌ فَقَالَ لَهُ مَا حَمَلَكَ
عَلَى مَا صَنَعْتَ فَقَالَ خَشْيَتُكَ يَا رَبِّ أَوْ قَالَ مَخَافَتُكَ فَغَفَرَ
لَهُ بِذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan 'Abd
bin Humaid, 'Abd berkata; telah mengabarkan kepada kami, dan Ibnu Rafi'
berkata; -dan lafadh ini miliknya-; telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq
telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dia berkata; Az Zuhri berkata kepadaku;
maukah kamu aku ceritakan dua hadits yang menakjubkan? Az Zuhri berkata; telah
mengabarkan kepadaku Humaid bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Seorang laki-laki telah
melampui batas atas dirinya. Tatkala dia hendak meninggal, dia berwasiat pada
anaknya seraya berkata; 'Apabila aku mati, maka bakarlah aku lalu buanglah aku,
dan buanglah sebagiannya di laut. Demi Allah, jika Rabbku berkehendak, pasti
Dia akan menyiksaku dengan suatu siksaan yang tidak pernah ditimpakan kepada
seorangpun. (perawi) berkata; lalu mereka melakukan wasiat tersebut. Kemudian
Allah berfirman kepada bumi: "Tunaikan apa yang telah kamu ambil, lalu dia
pun berdiri. Setelah itu Allah bertanya kepada orang tersebut: kenapa kamu
melakukan hal tersebut? Dia menjawab; Karena takut kepada-Mu wahai Rabbku.
Karena hal itu Allah mengampuninya." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقِ بْنِ بِنْتِ مَهْدِيِّ بْنِ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ
حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لَمْ
يَعْمَلْ حَسَنَةً قَطُّ لِأَهْلِهِ إِذَا مَاتَ فَحَرِّقُوهُ ثُمَّ اذْرُوا
نِصْفَهُ فِي الْبَرِّ وَنِصْفَهُ فِي الْبَحْرِ فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ
اللَّهُ عَلَيْهِ لَيُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا لَا يُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنْ
الْعَالَمِينَ فَلَمَّا مَاتَ الرَّجُلُ فَعَلُوا مَا أَمَرَهُمْ فَأَمَرَ اللَّهُ
الْبَرَّ فَجَمَعَ مَا فِيهِ وَأَمَرَ الْبَحْرَ فَجَمَعَ مَا فِيهِ ثُمَّ قَالَ
لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ مِنْ خَشْيَتِكَ يَا رَبِّ وَأَنْتَ أَعْلَمُ فَغَفَرَ
اللَّهُ لَهُ
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Marzuq bin Binti
Mahdi bin Maimun telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada
kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwasanya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Dahulu ada
seorang laki-laki yang tidak pernah berbuat baik sama sekali. Lalu ia berpesan
kepada istri dan keluarganya; 'Wahai keluargaku, apabila aku meninggal dunia,
maka bakarlah mayatku! Setelah itu, buanglah sebagian tubuhku di daratan dan
sebagian lagi di lautan. Demi Allah, jika Allah menakdirkan niscaya Dia akan
menyiksaku dengan siksaan yang tidak pernah Dia timpakan kepada makhluk lain di
dunia ini.' Ketika orang tersebut meninggal, maka keluarganya pun melaksanakan
pesannya, yaitu membakar jasadnya dan membuang sebagian ke daratan dan sebagian
ke lautan. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan daratan agar
menyatukan jasad orang tersebut dan Allah pun memerintahkan lautan agar
menyatukan jasad orang itu. Setelah jasad terkumpul menjadi satu kembali di
alam barzakh, maka Allah pun bertanya kepadanya: 'Hai hamba-Ku, mengapa kamu
memerintahkan keluargamu untuk melakukan tindakan seperti itu? ' Orang
laki-laki itu menjawab; 'Ya Allah ya Tuhanku, aku lakukan itu karena aku takut
akan siksa-Mu, sedangkan Engkau adalah Dzat Yang Maha Tahu.' Akhirnya Allah pun
mengampuninya." [HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ
عَبْدِ الْغَافِرِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا كَانَ قَبْلَكُمْ رَغَسَهُ
اللَّهُ مَالًا فَقَالَ لِبَنِيهِ لَمَّا حُضِرَ أَيَّ أَبٍ كُنْتُ لَكُمْ قَالُوا
خَيْرَ أَبٍ قَالَ فَإِنِّي لَمْ أَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَإِذَا مُتُّ
فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اسْحَقُونِي ثُمَّ ذَرُّونِي فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ فَفَعَلُوا
فَجَمَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ مَا حَمَلَكَ قَالَ مَخَافَتُكَ
فَتَلَقَّاهُ بِرَحْمَتِهِ وَقَالَ مُعَاذٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ
سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَبْدِ الْغَافِرِ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita
kepada kami Abu 'Awanah dari Qatadah dari 'Uqbah bin 'Abdul Ghafir dari Abu
Sa'id radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Ada
seorang laki-laki dari umat sebelum kalian yang Allah berikan anugerah harta
yang banyak. Orang itu berkata (kepada keluarganya) ketika menjelang
kematiannya; "Ayah macam apakah aku ini di hadapan kalian?". Mereka
menjawab; "Ayah yang baik". Orang itu berkata lagi; "Aku belum
pernah beramal kebaikan sedikitpun. Untuk itu bila aku mati, bakarlah jasadku
kemudian kumpulkan debu jasadku lalu buanglah pada hari datangnya angin
kencang". Kemudian keluarganya melaksanakan apa yang dipesankannya. (Nanti
pada hari qiyamat) Allah 'azza wajalla mengumpulkan debu jasadnya itu seraya
berfirman: "Apa yang membuatmu menyuruh melakukan itu?". Orang itu
menjawab; "Karena aku takut kepada-Mu". Akhirnya orang itu berjumpa
dengan Allah Ta'ala dengan mendapatkan rahmat dari-Nya". Dan Mu'adz
berkata, telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Qatadah aku mendengar 'Uqbah
bin 'Abdul Ghafir, aku mendengar Abu Sa'id Al Khudriy dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam.
[HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنِي
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى
الْقَطَّانِ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ أَخْبَرَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا
عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ
فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا
حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ
خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ
عَلَى مَالِكٍ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَوْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ عُبَيْدِ
اللَّهِ وَقَالَ وَرَجُلٌ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى
يَعُودَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Muhammad bin
Al Mutsanna semuanya dari Yahya Al Qaththan - Zuhair berkata- Telah
menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Ubaidullah telah mengabarkan
kepadaku Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Abu Hurairah dari
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan
yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain
naungan-Nya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah
kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua
orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan
juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan
lagi cantik untuk berbuat mesum lalu ia menolak seraya berkata, 'Aku takut
kepada Allah.' Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan
kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya. Dan yang
terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan
menyebut nama Allah dalam kesunyian." Dan telah menceritakan kepada kami
Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Khubaib bin
Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Abu Sa'id Al Khudri atau dari Abu Hurairah
bahwa ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; yakni
serupa dengan hadits Ubaidullah, dan ia juga mengatakan; "Dan seorang
laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, bila ia keluar darinya
hingga ia kembali." [HR Bukhori Muslim]
Pahala menangis
karena Alloh
حَدَّثَنِي
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى
الْقَطَّانِ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ أَخْبَرَنِي خُبَيْبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا
عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ
وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ
فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ
ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى
قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ
بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَوْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ
عُبَيْدِ اللَّهِ وَقَالَ وَرَجُلٌ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ
حَتَّى يَعُودَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Muhammad bin
Al Mutsanna semuanya dari Yahya Al Qaththan - Zuhair berkata- Telah
menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Ubaidullah telah mengabarkan
kepadaku Khubaib bin Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Abu Hurairah dari
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan
yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain
naungan-Nya. Yaitu; Seorang imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah
kepada Allah, seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua
orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan
juga berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan
lagi cantik untuk berbuat mesum lalu ia menolak seraya berkata, 'Aku takut
kepada Allah.' Dan seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan
kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya. Dan yang
terakhir adalah seorang yang menetes air matanya saat berdzikir, mengingat dan
menyebut nama Allah dalam kesunyian." Dan telah menceritakan kepada kami
Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Khubaib bin
Abdurrahman dari Hafsh bin Ashim dari Abu Sa'id Al Khudri atau dari Abu
Hurairah bahwa ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;
yakni serupa dengan hadits Ubaidullah, dan ia juga mengatakan; "Dan
seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, bila ia keluar
darinya hingga ia kembali." [HR Bukhori Muslim]
Sifat daaru tsawab
(rumah balasan, yang dimaksud adalah aljannah)
حَدَّثَنَا
الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ
الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي
الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى
قَلْبِ بَشَرٍ فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ
Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita
kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A'raj dari
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Allah berfirman: "Aku telah menyediakan buat
hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan) yang belum pernah mata melihatnya,
telinga mendengarnya dan terbetik dari lubuk hati manusia". Bacalah
firman-Nya jika kamu mau (QS as-Sajadah 17) yang artinya ("Tidak
seorangpun yang mengetahui apa yang telah disediakan untuk mereka (kenikmatan)
yang menyedapkan mata"). [HR Bukhori Muslim]
Telah bercerita kepada kami Al Humaidiy telah bercerita
kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Abu Az Zanad dari Al A'raj dari
Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Allah berfirman: "Aku telah menyediakan buat
hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan) yang belum pernah mata melihatnya,
telinga mendengarnya dan terbetik dari lubuk hati manusia". Bacalah
firman-Nya jika kamu mau (QS as-Sajadah 17) yang artinya ("Tidak
seorangpun yang mengetahui apa yang telah disediakan untuk mereka (kenikmatan)
yang menyedapkan mata"). [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ
سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَدْخُلَنَّ مِنْ
أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ لَا يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ
حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ
الْبَدْرِ
Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al
Muqaddamiy telah bercerita kepada kami Fudlail dari Abu Hazim dari Sahal bin
Sa'ad radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pasti akan masuk surga dari ummatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus
ribu orang, yang pertamakali tidak bakalan masuk hingga yang terakhir kali
masuk (masuk secara berbarengan). Wajah-wajah mereka bagaikan bentuk bulan saat
purnama".
[HR Bukhori Muslim]
حَدَّثَنَا
شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ
بْنُ هِلَالٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عُمَيْرٍ الْعَدَوِيِّ قَالَ خَطَبَنَا عُتْبَةُ
بْنُ غَزْوَانَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ الدُّنْيَا قَدْ آذَنَتْ بِصَرْمٍ وَوَلَّتْ حَذَّاءَ وَلَمْ يَبْقَ
مِنْهَا إِلَّا صُبَابَةٌ كَصُبَابَةِ الْإِنَاءِ يَتَصَابُّهَا صَاحِبُهَا
وَإِنَّكُمْ مُنْتَقِلُونَ مِنْهَا إِلَى دَارٍ لَا زَوَالَ لَهَا فَانْتَقِلُوا
بِخَيْرِ مَا بِحَضْرَتِكُمْ فَإِنَّهُ قَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ الْحَجَرَ يُلْقَى
مِنْ شَفَةِ جَهَنَّمَ فَيَهْوِي فِيهَا سَبْعِينَ عَامًا لَا يُدْرِكُ لَهَا
قَعْرًا وَ وَاللَّهِ لَتُمْلَأَنَّ أَفَعَجِبْتُمْ وَلَقَدْ ذُكِرَ لَنَا أَنَّ
مَا بَيْنَ مِصْرَاعَيْنِ مِنْ مَصَارِيعِ الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ أَرْبَعِينَ
سَنَةً وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَيْهَا يَوْمٌ وَهُوَ كَظِيظٌ مِنْ الزِّحَامِ وَلَقَدْ
رَأَيْتُنِي سَابِعَ سَبْعَةٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَا لَنَا طَعَامٌ إِلَّا وَرَقُ الشَّجَرِ حَتَّى قَرِحَتْ
أَشْدَاقُنَا فَالْتَقَطْتُ بُرْدَةً فَشَقَقْتُهَا بَيْنِي وَبَيْنَ سَعْدِ بْنِ
مَالِكٍ فَاتَّزَرْتُ بِنِصْفِهَا وَاتَّزَرَ سَعْدٌ بِنِصْفِهَا فَمَا أَصْبَحَ
الْيَوْمَ مِنَّا أَحَدٌ إِلَّا أَصْبَحَ أَمِيرًا عَلَى مِصْرٍ مِنْ الْأَمْصَارِ
وَإِنِّي أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ فِي نَفْسِي عَظِيمًا وَعِنْدَ اللَّهِ
صَغِيرًا وَإِنَّهَا لَمْ تَكُنْ نُبُوَّةٌ قَطُّ إِلَّا تَنَاسَخَتْ حَتَّى
يَكُونَ آخِرُ عَاقِبَتِهَا مُلْكًا فَسَتَخْبُرُونَ وَتُجَرِّبُونَ الْأُمَرَاءَ
بَعْدَنَا و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ عُمَرَ بْنِ سَلِيطٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ
بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عُمَيْرٍ
وَقَدْ أَدْرَكَ الْجَاهِلِيَّةَ قَالَ خَطَبَ عُتْبَةُ بْنُ غَزْوَانَ وَكَانَ
أَمِيرًا عَلَى الْبَصْرَةِ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ شَيْبَانَ
Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah
menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah telah menceritakan kepada
kami Humaid bin Hilal dari Khalid bin Umair Al Adawi berkata: Utbah bin Ghazwan
berkhutbah, ia memuja dan memuji Allah, setelah itu berkata: Amma ba'du,
sesungguhnya dunia telah memberitahukan akan lenyap dan tidak ada yang tersisa
selain sisa seperti sisa air minum di bejana yang diminum oleh pemiliknya.
Sesungguhnya kalian akan berpindah meninggalkannya menuju negeri yang tidak
akan lenyap, karena itu pindahlah dengan membawa sesuatu yang terbaik yang ada
dihadapan kalian karena telah disebutkan pada kami bahwa sebuah batu
dilemparkan dari tepi neraka jahanam lalu jatuh ke dalamnya selama tujuhpuluh
tahun belum juga mengenai dasarnya. Demi Allah, neraka jahanam itu akan
dipenuhi. Apa kalian heran? Dan telah disebutkan kepada kami bahwa dua daun
pintu diantara sekian pintu surga (seluas) perjalanan empatpuluh tahun, suatu
hari nanti pintu itu akan penuh sesak. Aku pernah melihat diriku sebagai orang
ketujuh dari tujuh orang yang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam,
kami tidak memiliki makanan apa pun selain daun pepohonan hingga sudut mulut
kami terluka, aku mengambil selimut lalu aku belah dua; untukku dan Sa'ad bin
Malik. Separuhnya aku kenakan sarung dan separuhnya lagi dikenakan Sa'ad. Kini,
setiap orang dari kami telah menjadi pemimpin salah satu wilayah dan
sesungguhnya aku berlindung kepada Allah menjadi orang besar sementara disisi
Allah kecil. Sesungguhnya tidak ada satu kenabian pun melainkan
berseling-seling hingga akhirnya menjadi kerajaan. Kalian akan mengalaminya dan
merasakan menjadi para pemimpin setelah kami. telah menceritakan kepadaku Ishaq
bin Umar bin Salith telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah
telah menceritakan kepada kami Humaid bin Hilal dari Khalid bin Umair, ia
menemui masa Jahilyah, ia berkata: Utbah bin Ghazwan berkhutbah, ia adalah
pemimpin Bashrah. Khalid menyebut seperti hadits Syaiban. [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
أَبُو عُثْمَانَ سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا
حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي
الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ
فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالًا
فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدْ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالًا فَيَقُولُ
لَهُمْ أَهْلُوهُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالًا
فَيَقُولُونَ وَأَنْتُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا
وَجَمَالًا
Telah menceritakan kepada kami Abu Utsman Sa'id bin
Abduljabbar Al Bashri telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari
Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam
bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pasar, mereka mendatanginya setiap
hari jum'at, angin dari utara berhembus lalu menerpa wajah-wajah mereka dan
pakaian-pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan menawan. Mereka kembali
ke keluarga mereka dengan penampilan yang lebih indah dan menawan,
keluarga-keluarga mereka berkata pada mereka: 'Demi Allah, kau semakin indah
dan menawan setelah kami.' mereka berkata: 'Kalian juga, demi Allah, lebih
indah dan menawan setelah kami." [HR Muslim]
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ ح و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ
سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ
حَدَّثَنِي مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ
يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ
الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي
يَدَيْكَ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى يَا
رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَيَقُولُ
أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُونَ يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ
أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ
عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman bin
Sahm telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak telah mengkhabarkan
kepada kami Malik bin Anas. Telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa'id Al
Aili, teks hadits miliknya, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb
telah menceritakan kepadaku Malik bin Anas dari Zaid bin Aslam dari Atha` bin
Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda:
"Sesungguhnya Allah bertanya kepada penduduk surga: 'Hai penduduk surga? '
mereka menjawab: Baik Rabb kami dan kebaikan ada ditanganMu.' Allah bertanya:
'Apa kalian ridha? ' mereka menjawab: 'Kenapa kami tidak ridha wahai Rabb, Kau
telah memberi kami sesuatu yang tidak Kau berikan pada seorangpun dari
makhlukMu.' Allah berfirman: 'Maukan kalian Aku beri yang lebih baik darinya? '
mereka bertanya: 'Wahai Rabb, apa yang lebih darinya? ' Allah berfirman: 'Aku
halalkan keridhaanKu untuk kalian, Aku tidak akan murka pada kalian setelah itu
selamanya'."
[HR Bukhori Muslim]